Sabtu, 21 Mei 2016

PROTOZOA




LAPORAN PRAKTIKUM I
ZOOLOGI INVERTEBRATA
(AKKC 222/ ABKC 2201*)

PROTOZOA

Disusun oleh :
Iim Mahayu Buana Kusuma Rini
(A1C215016)
Kelompok VI A

Asisten dosen :
Fadil Ramadhan
Sri Intan Mulyanti

Dosen pengasuh :
Drs. Bunda Halang, MT
Mahruddin, S.Pd, M.Pd
Drs. Dharmono, M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
MARET
2016



PRAKTIKUM I

Topik               : Protozoa

Tujuan             : Mengenal beberapa anggota phylum protozoa yang hidup bebas di 

  air tawar.

Hari/ Tanggal  : Kamis/ 3 dan 10 Maret 2016

Tempat            : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin

 

  1. ALAT DAN BAHAN
    ALAT     :

  1. Pipet tetes                         7.  Gelas kimia
  2. Kaca benda                      8.  Gelas aqua sebanyak 8 buah
  3. Kaca penutup                   9.  Gelang karet
  4. Mikroskop                        10. Plastik transparan
  5. Kompor gas                      11. Kertas karbon 5 lembar
  6. Panci                                12. Tissue
    BAHAN :

  1. Air kolam
  2. Air sawah
  3. Air selokan
  4. Air comberan
  5. Kotoran ayam kering
  6. Jerami
  7. Air sumur

  1. CARA KERJA

  1. Medium Biasa

  1. Mengambil 2-3 tetes air tersebut diatas, letakkan pada kaca benda, tutup dengan kaca penutup.
  2. Mengamati protozoa apa saja yang tampak.
  3. Menggambar morfologi hewan- hewan tersebut dan sebutkan bagian-bagiannya.



  1. Medium Biakan

  1. Merebus 200 gram jerami dengan air sebanyak + 2 liter selama 15 menit.
  2. Mendinginkan air rebusan, menyaringnya lalu mengambil sebanyak 80 ml air rebusan dan memasukkan kedalam gelas aqua.
  3. Menambahkan kotoran ayam kering dan sedikit jerami kedalam aqua.
  4. Memasukkan air bahan sebanyak 20 ml.
  5. Memberikan perlakuan gelas aqua  A dalam keadaan transparan, sedang gelas aqua B dalam keadaan tertutup kertas karbon.
  6. Membiarkan media selama satu minggu.
  7. Melakukan pengamatan setelah satu minggu.

  1. TEORI DASAR
    Protozoa adalah hewan-hewan bersel tunggal, mempunyai struktur yang lebih majemuk dari sel tunggal hewan multiseluler dan walaupun hanya terdiri dari satu sel, namun Protozoa merupakan organisme yang sempurna. Ukuran tubuh mikroskopis, sangat beranekaragam morfologi, fisiologi dan perkembangbiakannya. Habitatnya diair tawar, air laut, tanah yang lembabatau dalam tubuh hewan lain. Alat gerak pseudopodia, flagellum, silia, dan ada yang tanpa alat gerak.
    Protozoa mempunyai lebih dari 30.000 spesies cengan beberapa sifat karekteristiknya. Ada beberapa spesies yang bersifat patogen pada manusia dan hewan, beberapa spesies berperan penting dalam simbiosa dengan ruminantia, sebagai mikroorganisme pada serangga, berperanan didalam proses mikrobiologi tanah, mikrobiologi air, dan sebagainya. Sifatnya dapat hidup dengan syarat kehidupan yang minimal, sebab jasad ini dapat menggunakan bakteria maupun protozoa lainnya sebagai sumber makanannya. Didalam keadaan yang tidak  sesuai untuk pertumbuhannya beberapa spesies dapat membentuk krista, yaitu bentuk sel yang dilindungioleh dinding sel tebal.
    Protozoa terbagi menjadi 5 kelas :


  1. Rhizopoda ( Sarcodina )
    Hewan- hewan ini bergerak dengan kaki semu ( pseupodia ). Hewan ini kebanyakan hidup bebas dalam air tawar atau air laut, meskipun ada juga yang bersifat parasit. Contohnya :

  1. Amoeba proteus, memiliki dua jenis vakuola makanan dan vakuola kontraktil.
  2. Entamoeba histolityca, menyebabkan disentri amuba ( bedakan dengan disentri basiler yang disebabkan Shigella dysentriae
  3. Entamoeba gingivalis, menyebabkan pembusukan makanan didalam mulut dan radang gusi ( Gingivitis )
  4. Foraminifera sp. fosilnya dapat dipergunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi. Tanah yang mengandung fosil fotaminifera disebut tanah globigerina.
  5. Radiolaria sp. endapan tanah yang mengandung hewan tersebut digunakan untuk bahan penggosok.



2.  Flagellata ( Mastigophora )

Hewan- hewan yang termasuk dalam kelas ini mempunyai alat gerak satu atau lebih flagel atau ( bulu cambuk ). Bentuk tubuhnya lebih tetap dan tidak memiliki rangka luar tubuh. Tempat hidup hewan ini biasanya dilaut, air tawar dan parasit pada tubuh hewan atau manusia. Contohnya : Euglena, Volvox, Trichomonas. Dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :

  1. Golongan Phytonagellata

  1. Euglena viridis ( makhluk hidup peralihah antara protozoa dengan ganggang )
  2. Volvox globator ( makhluk hidup peralihah antara protozoa dengan ganggang )
  3. Noctiluca millaris ( hidup dilaut dan dapat mengeluarkan cahaya bila terkena rangsangan mekanik )

  1. Golongan  Zooflagellata, contohnya :

  1. Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense. Menyebabkan penyakit idur di Afrika dengan vektor (pembawa) lalat tsetse ( Glossina sp.)
  2. Trypanosoma gambiense vektornya Glossina palpalistsetse sungai
  3. Trypanosoma rhodeslense vektornya Glossina morsitans tsetse semak
  4. Trypanosoma cruzl penyakit chagas
  5. Trypanosoma evansi penyakit surra, pada hewan ternak ( sapi).
  6. Leishmaniadonovani penyakit kalanzar
  7. Trizhomonas vaginalis penyakit keputihan


3.  Ciliata  ( Ciliphora )

Hewan- hewan kelas ini memiliki alat gerak berupa cilia (rambut getar) untuk bergerak atau mencari makan. Hidupnya mandiri atau sebagai komensal dalam saluran pencernaan herbivore dan sebagainya. Hidupnya dalam kolam. Cara reproduksi aseksual (membelah diri) dan seksual ( konjugasi ). Contoh ciliata :

  1. Paramaecium caudatum, disebut binatang sandal, yang memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola kontraktil yang berfungsi untuk mengatur kesetimbangan tekanan osmosis (osmoregulator). Memiliki dua jenis inti Makronukleus dan Mikronukleus ( inti reproduktif).
  2. Balantidium coli, menyebabkan penyakit diare.


4.  Sporozoa

Secara praktis sporozoa adalah parasit karena karena dia tidak memiliki alat gerak dan vakoula kontraktil. Tubuhnya sederhana, berbentuk bulat panjang dengan sebuah nukleus. Cara bergerak hewan ini dengan cara mengubah kedudukan tubuhnya. Pembiakan secara vegetatif ( aseksual) disebut juga Skizogoni dan secara generatif ( seksual) disebut Sporogoni. Contohnya :Bebesia, Theleria, Moonocyctis dan Eimeria.

Marga sporozoa yang berhubungan dengan kesehatan manusia yaitu Toxopinsma dan Plasmodium. Jenis-jenisnya antara lain :

  1. Plasmodium falciparum menyebabkan malaria tropika, melakukan sporulasi tiap hari
  2. Plasmodium vivax menyebabkan malaria tertian, melakukan sporulasi tiap hari ke-3 ( 48 jam)
  3. Plasmodium malariae penyebab malaria knartana, melakukan sporulasi tiap hari ke-4 ( 72 jam)
  4. Plasmodiumovale penyebab malaria ovale.


5.  Suctoria

Bentuk muda hewan ini mempunyai cilia, oleh sebab itu beberapa ahli memasukkan kedalam kelas ciliate. Hidupnya mandiri jika sudah dewasa, mempunyai tentakel dan melekat pada suatu benda dengan tentakelnya. Beberapa jenis beberapa jenis bersifat parasit. Tentakelnya berguna untuk menusuk atau menghisap dan tidak memilki cilia. Cara makannya bersifat atholozoik. Reprodusik dengan membentuk tunas-tunas. Contohnya : Podophyta dan Suctoria yang parasit.































  1. HASIL PENGAMATAN

  1. Tabel Hasil Pengamatan

No
Medium
Spesies
Keterangan
1.
Air kolam
Perbesaran 10×10
2.
Air sawah
Perbesaran 10×10
3.
Air selokan
Perbesaran 10×10
4.
Air comberan
1.    Paramecium
2.    Chilomastix mesnil
Perbesaran 10×10
5.
Biakan
1.    Euglena
2.    Giardia lamblia
3.    Plasmodium malariae
Perbesaran 10×10
6.
Air sumur
Perbesaran 10×10

































  1.  Gambar Hasil Pengamatan
    1.  Paramecium
    Foto Pengamatan :
     
    Keterangan :
    Silia
    Vakuola makanan
    Vakuola kontraktil
     







































2. Chilomastix Mesnili

Keterangan :
1.    Cytostome
2.    Menonjol knob sisi

 


























                                                                                                                                                                                                                                   

Sumber : Anonim B. 2016
 




.

3.  Euglena

Foto Pengamatan :
 
Keterangan :
1.    Vakuola makanan
2.    Nukleus
3.    Vakuola kontraktil
 
Sumber : Anonim C. 2016
 








































4.  Giardia lamblia

Foto Pengamatan :
 
Keterangan :
1.    Nukleus
2.    Tubuh median

 
Dokumen pribadi. 2016
 
Gambar Literatur :
 
Sumber : Anonim D. 2016
 








































5. Plasmodium Malariae

Keterangan :
1.    Sporozoit nukleus
2.    Residu sporot
3.    Lapisan luar dinding ookista
 
Sumber : Anonim E. 2016
 






































V.      ANALISIS

Dalam percobaan ini setelah menggunakan beberapa air sebagai media penelitian, ternyata terdapat beberapa jenis protozoa yang berhasil di temukan. Pada setiap media air yang diteliti ternyata terdapat beberapa protozoa yang memang banyak di temukan terutama pada air biakan. Berikut ini adalah beberapa jenis protozoa yang berhasil didapatkan beserta klasifikasinya:

1. Paramecium

Klasifikasi                 : Paramecium

Kingdom                   : Animalia

Filum                         : Protozoa

Class                         : Ciliata

Ordo                         : Hymenostomatida

Family                       : Paramaecidae

Genus                        : Paramecium

Species                      : Paramecium caudatum

(Sumber : Higner.1968)

Dilihat dari hasil pengamatan yang dilakukan dibawah mikroskop, hewan ini tampak berenang-renang dengan gerakan yang dikatakan bervariasi (tidak beraturan) dan terkadang gerakannya sangat cepat. Terlihat bergerombol ketika terdapat banyak spesies jenis paramecium. Gerakan cepat yang dilakukan paramecium dikarenakan adanya rambut getar atau silia yang memenuhi hampir diseluruh permukaan tubuh hewan ini. Paramecium pada umumnya mempunyai bentuk yang hampir menyerupai sandal, itulah mengapa hewan ini disebut hewan sandal. Ketika diamati lebih teliti hewan berupa paramecium ini memiliki bentuk yang dikatakan tetap atau tidak berubah-ubah.

Paramecium caudatum dapat digolongkan hewan yang memiliki satu sel dengan tubuh yang besar dan banyak ditemukan pada air comberan tapi tidak menutup kemungkinan hewan jenis paramecium juga bisa didapatkan dari air biakan. Hewan ini dengan mata biasa, namun hanya sebagai titik yang bergerak-gerak dengan panjang 80.350 mikron (1 Mikron = 1/1000 mm).

Siklus Hidup paramecium Siklus dalam tubuh paramecium memiliki dua macam inti (nucleus) yaitu inti kecil (mikronukleus) dan inti besar (makronucleus). Di samping itu memiliki vakuola makanan yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan, serta vakuola berdenyut yang berguna untuk mengeluarkan sisa makanan. Struktur paramecium Ujung depan tubuh tumpul, sedangkan belakang meruncing hingga bentuknya seperti sandal atau sepatu. Terdapat contoh Ciliata yang lain antara lain seperti : Stentor bentuk seperti terompet dan menetap di air tawar yang tergenang atau mengalir. Paramecium caudatum berkembang biak dengan cara membelah diri dan kongyugasi.



2.  Chilomastix Mesnili

Klasifikasi               : Chilomastix mesnili

Kingdom                 : Animalia

Filum                       : Protozoa

Class                        : Mastigophora

Ordo                                    : Polymastigina

Family                      : Tetramitidae

Genus                      : Chilomastix

Species                   : Chilomastix mesnili

(Sumber : Higner.1968)

Chilomastix mesnili mempunyai stadium trofozoit dan stadium kista. Parasit ini biasanya selalu ada bersama-sama dengan protozoa usus lainnya terutama Giardia lamblia sehingga parasit ini perlu diketahui untuk membedaka parasit yang patogen. Trofozoit berbentuk piriform seperti buah pir dengan ujung posterior yang lancip. Trofozoit ukurannya bervariasi sekitar 6-24 µm x 3-10 µm. Mempunyai 4 flagel, 1 flagel lebih panjang dari yang lain yang muncul dari ujung anterior. 3 flagel berasal dari permukaan bagian sentral tubuhnya dan flagel ini biasanya jelas terlihat pada trofozoit yang hidup; digunakan untuk bergerak secara perlahan membentuk gerakan rotasi. Sitostom terdapat dekat ujung anterior membentuk cekunganyang dikelilingi oleh silia. Mempunyai inti besar yang terletak di anterior.

Chilomastix yang paling sering ditemukan di lingkungan dalam bentuk kista, yang terbentuk di dalam usus. Dalam bentuk kista, Chilomastix mesnili mendapat keuntungan yaitu perlindungan dari lingkungan dan itu sebagai jalan untuk menemukan tempat hospes lain. Trofozoit Individu (chilomastix dewasa), serta kista, dapat ditemukan dalam tinja. Kista yang tertelan melalui makanan atau air yang terkontaminasi atau fecal orally. Menurut pengamatan yang dilakukan menggunakan mikroskop, hewan jenis chilomastix bisa ditemui pada air comberan.



3. Euglena

Klasifikasi                : Euglena

Kingdom                  : Animalia

Filum                        : Protozoa

Class                         : Phytomastigoporea

Ordo                         : Euglenida

Family                      : Euglenidae

Genus                       : Euglena

Species                     : Euglena viridis

(Sumber : Higner.1968)

Pada spesies ini mempunyai silia yang bisa dikatakan sama panjang, yang terdapat pada seluruh permukaan tubuhnya, bentuk tubuh panjang, runcing pada arterior dan tumpul pada posterior. Lapisan luar yang memadat di sebut ektoplasma dan bagian disebelah disebut endoplasma yang wujudnya padat. Euglena merupakan protozoa yang bergerak dengan menggunakan flagel (bulu cambuk). flagellum  hidup di air tawar dan air laut dan bereproduksi dengan cara aseksual dengan pembilahan biner dan cara generatif berupa konjugasi, euglena  hidup secara soliter atau bentuk koloni dan beberapa bersifat parasit. Dan terdapat didalam medium biakan.

Euglena memiliki ciri-ciri sel memanjang (15-500 mikrometer (1 mikrometer = 10-6 metern), atau ,0006-0,02 inci) dengan satu inti, banyak klorofil yang mengandung kloroplas (organel sel yang merupakan situs fotosintesis), sebuah vakuola kontraktil (organel yang mengatur sitoplasma), sebuah eyespot atau bintik mata, dan satu atau dua flagela. Spesies tertentu (misalnya, E. rubra) tampak merah di bawah sinar matahari karena mengandung sejumlah besar pigmen karotenoid.



4.  Giardia lamblia

Klasifikasi                : Giardia Lamblia

Kingdom                  : Animalia

Filum                        : Sacromastigophora

Class                         : Zoomastigophorasida

Ordo                         : Diplomonadorida

Family                      : Hexamitidae

Genus                       : Giardia

Species                     : Giardia lamblia

(Sumber : Higner.1968)

Gardia lamblia  adalah parasit  yang tersebar di kosmopolit dan lebih sering di temukan di daerah yang beriklim panas daripada di daerah yang beriklim dingin. Giardia Lamblia adalah merupakan protozoa parasit yang membentuk koloni dan bereproduksi usus kecil, menyebabkan giardiasis ( infeksi usus kecil ) parasit giardia ini menambatkannya dirinya ke epithelium melalui cakram berperekat diperutnya dan bereproduksi melalui pembelahan biner. Dan bentuk giardia lamblia adalah trofozoit dan kista. Dan terdapat didalam medium biakan.



5.  Plasmodium Malariae

Klasifikasi                : Sporozoa

Kingdom                  : Animalia

Filum                        : Protozoa

Class                         : Sporozoa

Ordo                         : Hoemosporidia

Family                      : Telesporidia

Genus                       : Plasmodium

Species                     : Plasmodium malariae

(Sumber : Higner.1968)

Plasmodium merupakan genus protozoa parasit. Penyakit yang disebabkan oleh genus ini dikenal sebagai malaria. Parasit ini sentiasa mempunyai dua inang dalam siklus hidupnya: vektor nyamuk dan inang vertebra. Sekurang-kurangnya sepuluh spesies menjangkiti manusia. Spesies lain menjangkiti hewan lain, termasuk burung, reptilia dan hewan pengerat. Plasmodium adalah genus dari sporozoa atau protista mirip hewan yang tidak memiliki alat gerak. Plasmodium merupakan makhluk hidup renik dan merupakan patogen atau dapat menyebabkan penyakit yang merugikan. Plasmodium hidup menjadi parasit ditubuh hewan dan manusia umumnya.

Plasmodium malariae merupakan salah satu bagian dari sporozoa yang berkembang biak dengan cara seksual dan aseksual. Plasmodium merupakan protozoa parasit yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia dan hewan melalui hospes yaitu nyamuk. Plasmodium ini didapatkan dari pengamatan melalui mikroskop yaitu terdapat pada air biakan.



VI.    KESIMPULAN



  1. Protozoa merupakan hewan-hewan yang memiliki sel tunggal dimana struktur yang dimiliki lebih majemuk dibandingkan dengan hewan multiseluler. Meskipun hanya terdiri dari satu sel, akan tetapi protozoa termasuk organisme yang sempurna.
  2. Phylum protozoa terdiri dari 5 superkelas diantaranya ialah: mastigophora, sarcodina, sporozoa, ciliata, dan suctoria.
  3. Protozoa merupakan hewan yang bersifat parasit, mutualisme, komensalisme, atau bebas. Habitatnya di air tawar, laut, tanah yang lembab, bahkan ditubuh hewan lain.
  4. Alat gerak protozoa berupa pseudopodia, flagellum, silia, dan ada yang tanpa alat gerak. Cara makan protozoa ada tiga macam yaitu: autotrof, heterotrof, dan amfitrof.
  5. Anggota phylum protozoa yang ditemukan dalam praktikum ini adalah paramecium, chilomastix mensili, euglena, giardia lamblia, dan plasmodium malariae.

    VII.   DAFTAR PUSTAKA
    Anonim A. 2016. Paremecium. Diakses melalui http:// ochenvi. blogspot.com. Pada tanggal 16 Maret 2016.
    Anonim B. 2016. Chilomastix Mensili. Diakses melalui http:// slidesshare.net. Pada tanggal 16 Maret 2016.
    Anonim  C. 2016. Euglena. Diakses melalui http://sridianti. com. Pada tanggal 16 Maret 2016.
    Anonim D. 2016. Giardia Lamblia. Diakses melalui http:// infektionsbiologie .ec. Pada tanggal 16 Maret 2016.
    Anonim E. 2016. Plasmodium Malariae. Diakses melalui http://id.wikipedia. org. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Bunda, Halang, dkk. 2016. Penuntun Zoologi Invertebrata. Banjarmasin: FKIP UNLAM Banjarmasin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar