LAPORAN
PRAKTIKUM I
MORFOLOGI
TUMBUHAN
(AKKC
224/ABKC 2203*)
DAUN TUNGGAL DAN BAGIAN-BAGIANNYA
Disusun
oleh :
Iim
Mahayu Buana Kusuma Rini
(A1C215016)
Kelompok
VII A
Asisten
dosen :
Rahmaniah
Ulfah
Reza
Krisna Adhitama, S.Pd
Dosen
pengasuh :
Dra.
Hj. Sri
Amintarti M.Si
Maulana Khalid Riefani, S.Si, M.Sc
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
MARET
2016
PRAKTIKUM
I
Topik : Daun Tunggal Dan
Bagian-Bagiannya
Tujuan : Mengenal bagian-bagian daun dan ciri-ciri daun tunggal
Hari/Tanggal : Kamis/ 3 Maret 2016
Tempat : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin
I.
ALAT
DAN BAHAN
A.
Alat
1.
Baki/ nampan
2.
Alat tulis
B.
Bahan-bahan
1.
Daun Bambu
( Bambusasp )
2.
Daun Tebu(
Saccharumofficinarum I. )
3.
Daun Pisang
( Musa paradisiaca L )
4.
Daun Jarak
( Ricinuscommunis L )
5.
Daun Widelia
( Wideliasp )
6.
Daun Keladi
( Colocasiasp)
7.
Daun Mangga
( Mangiferaindica L )
II.
CARA
KERJA
1.
Mengamati bagian-bagian daun :tangkai (petioles), pelepah (vagina),
helaian (lamina), lidah-lidah (ligula).
2.
Mengamati bangun daun : lanset,
bulat telur, bulat telur terbalik,
perisai, garis, pita, dan sebagainya.
3.
Mengamati ujung daun :runcing, meruncing, tumpul, membulat,
romping/rata, berbelah, berduri.
4.
Mengamati pangkal daun :runcing, meruncing, tumpul,
membulat, romping.rata, berlekuk.
5.
Mangamatit tepi daun
: rata, bergigi, bergerigi, bergerigiganda, beringgit, berombak, berlekuk,
bercangap, berbagi.
6.
Mengamati daging daun : tipis seperti selaput, tipis lunak seperti kertas,
seperti perkamen, seperti kulit, berdaging.
7.
Mengamati pertulangan daun :menyirip, menjari, melengkung,
sejajar.
8.
Mengamati permukaan atas dan bawah daun :gundul, licin (mengkilat, suram,
berselaput lilin), kasap,
berkerut, berbingkul-bingkul, berbulu (jarang,halus, dan rapat kasar).
9.
Mengamati warna daun pada permukaan atas dan bawah.
10.
Menggambar hasil pengamatan.
III.
DASAR
TEORI
Daun merupakan bagian tumbuhan yang penting dan umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun.
Alat ini hanya terdapat pada batang, bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku
(nodus) batang, dan tempat
di atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun
(axilla). Daun biasanya tipis melebar akan suatu zat warna hijau daun
yang dinamakan klorofil. Daun berfungsi sebagai alat untuk:
1.
Pengambilan zat-zat makanan
(resorbsi)
2.
Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)
3.
Penguapan air (transpirasi)
4.
Pernafasan (respirasi)
A.
Bagian-bagian daun
Daun lengkap terdiri dari tiga bagian, yaitu :
1.
Upih daun atau pelepah daun (vagina)
2.
Tangkai daun
(petiolus)
3.
Helaian daun
(lamina)
B.
Bangun/bentuk daun (Circumcriptio)
Berdasarkan letak bagian daun yang
terlebar maka daun dibedakan empat golongan, yaitu daun dengan:
1.
Bagian yang terlebar kira-kira di tengah-tengah helaian daun.
Tumbuhan yang memiliki daun yang bagian terlebarnya terletak ditengah-tengah helaian daun kemungkinan bangun daunnya adalah bulat atau bundar
(orbicularis), bangun perisai (pelitatus), jorong (ovalis atau ellipticus),
memanjang (oblongus), dan bangun lanset
(lanceolatus).
2.
Bagian yang terlebar di bawah tengah-tengah helaian daun.
Daun-daun yang
mempunyai bagian yang
terlebar di bawah tengah-tengah helaian daunnya dibedakan dalam dua golongan,
yaitu:
a. Pangkal daunnya tidak bertoreh. Dalam golongan ini didapati bentuk-bentuk daun seperti:
bangun bulat telur
(ovatus), bangun segitiga (triangularis), bangun delta (deltoideus),
dan bangun belah ketupat (rhomboideus).
b. Pengkal daun bertoreh atau berlekuk.
Dalam golongan ini termasuk bentuk-bentuk daun seperti
:bangun jantung (cordatus), bangun ginjal atau kerinjal
(reniformis), bangun anak panah
(sagittatus), bangun tombak (hastatus), dan bangun bertelinga (auriculatus).
3.
Bagian yang terlebar terletak diatas tengah-tengah helaian daun.
Daun dengan bagian
yang terlebar terletak di
tengah-tengah helaian daun kemungkinan bangunan daunnya adalah bangun bulat telur sungsang (abovatus), bangun jantung sungsang (obcordatus), bangun segitiga terbalik atau bangun pasak
(cuneatus), dan bangun sudip atau bangun spatel atau solet
(spathulatus).
4.
Tidak ada bagian yang terlebar atau dari pangkal keujung dapat dikatakan sama lebarnya.
Dalam golongan ini termasuk daun-daun tumbuhan yang biasanya sempit, atau lebarnya jauh berbeda jika
di bandingkan dengan panjangnya daun.
Pada umumnya bentuk daun yang dari pangkal keujung sama lebarnya adalah bangun garis (linearis), bangun pita (ligulatus), bangun pedang (ensiformis), bangun paku atau dabus
(subulatus), dan bangun jarum(acerosus).
C.
Ujung
daun (Apex felli) dan pangkal daun (Basis folli)
Ujung
dan pangkal daun dapat memperlihatkan bentuk yang beraneka rupa. Ada tujuh bentuk ujung daun yang sering kita jumpai yaitu runcing
(acutus), meruncing(acuminatus), tumpul(obtusus), membulat (rotundatus),
romping (truncates), berbelah (retusus), dan berduri (mucronatus).
D.
Susunan tulang daun (nervatioatauvenation)
Tulang-tulang daun adalah bagian daun
yang berfungsi untuk member kekuatan pada daun atau sebagai penguat dan jalan untuk pengangkutan zat-zat. Menurut besar kecilnya tulang-tulang daun dibedakan dalam tiga macam, yaitu :ibu tulang daun
(costa), tulang-tulang cabang (nervuslateralis), danurat-urat daun
(vena). Berdasarkan arah tulang-tulang cabang yang besar pada helaiandaun,
dapat dibedakan beberapa macam susunan tulang daun dan berdasarkan susunan tulangnya dapat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu daun-daun yang bertulang menyirip (pennanervis), daun-daun yang bertulang melengkung (cervinervis), dan daun-daun
yang bertulang sejajar atau bertulang lurus (rectinervis).
E.
Tepidaun
(morgofolli)
Secara garis besar tepi daun dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu rata (integer), dan bertoreh (divisus). Toreh-toreh pada tepi daun sangat beranekaragam sifatnya. Biasanya toreh-toreh pada tepi daun dibedakan dalam tiga golongan, yaitu:
1.
Tepi daun
yang bertoreh merdeka
Tepi daun dengan toreh yang merdeka banyak
pula ragamnya, namun yang sering kita jumpai adalah tepi daun
yang dinamakan bergerigi (serratus), bergerigi ganda/rangkap (bisseratus), bergigi (dentatus),
beringgit (crenatus), danberombak (repandus).
2.
Tepi daun dengan toreh-toreh
yang mempengaruhi bentuknya
Berdasarkan dalamnya toreh-toreh pada tepi daun dapat dibedakan menjadi tiga macam,
yaitu :berlekuk (lobatus), bercangap
(fissus) dan barbagi (pertitus).
F.
Dagingdaun(intervenium)
Daging daun (intervenium) adalah bagian daun yang terdapat diantara tulang-tulang daun danurat-urat daun. Di bagian ini zat-zat
yang diambil dari luar tubuh diubah menjadi zat-zat yang sesuai dengan keperluan kehidupan tumbuhan.
Tebal tipisnya helaian daun tergantung dari table tipisnya daging daunnya. Oleh karena itu daging daun dapat bersifat seperti selaput
(membranceus), seperti kertas (papyraceus) atau (chartaceus),
tipis lunak (herbaccus), seperti perkamen (perkamenteus), seperti kulit belulang (cortacius), dan berdaging
(carnosus).
G.
Warna daun
Secara umum kita ketahui bahwa daun berwarna hijau, namun tidak jarang kita jumpai daun yang berwarna tidak hijau.
Selain itu warna hijau pada daun dapat memperlihatkan banyak variasi atau nuansa,
misalnya merah, hijau bercampur atau tertutup warna merah, atau hijau kekuningan.
H.
Permukaan daun
Pada umumnya warna daun pada sisi atas dan bawah jelas berbeda,
biasanya sisi atas tampak lebih hijau, licin atau mengkilat jika dibandingkan dengan sisi bawah daun.
Kadang-kadang pada permukaan daun terdapa talat-alat tambahan yang berupa sisik-sisik, rambut- rambut, duri, dan lain-lain. Oleh karena itu
orang membedakan permukaan daun ada
yang licin ( leavis), gundul (gaber), kasap (scaber), berkerut (rugosus),
berbingkul-bingkul (bullatus),
berbulu (pilosus), berbulu halus atau rapat (villosus), berbulu kasar
(hispidus), dan bersisik (Lepidus).
IV. HASIL PENGAMATAN
A. Tabel
Pengamatan
|
No
|
Nama Tumbuhan
|
Bangun Daun
|
Ujung Daun
|
Pangkal Daun
|
Tepi Daun
|
Daging Daun
|
Permukaan atas dan bawah daun
|
Warna Daun
|
Tulang Daun
|
|||
|
Atas
|
Bawah
|
Atas
|
Bawah
|
|||||||||
|
1
|
Bambu (Bambusa sp)
|
Lanset
|
Runcing
|
Membulat
|
Rata
|
Perkamen
|
Kasap
|
Berbulu kasar
|
Hijau tua
|
Hijau muda
|
Sejajar
|
|
|
2
|
Tebu (Saccharum officinarum I.)
|
Pita
|
Runcing
|
Rata
|
Rata
|
Perkamen
|
Berbulu kasar
|
Berbulu kasar
|
Hijau muda
|
Hijau muda
|
Sejajar
|
|
|
3
|
Pisang (Musa paradisiaca L)
|
Jorong
|
Tumpul
|
Tumpul
|
Rata
|
Seperti kertas
|
Licin
|
Berselaput lilin
|
Hijau tua
|
Hijau muda
|
Menyirip
|
|
|
4
|
Jarak (Ricinus communis L)
|
Bulat
|
Meruncing
|
Berlekuk
|
Bercangap menjari
|
Tipis seperti selaput
|
Licin suram
|
Kasap
|
Hijau tua
|
Hijau muda
|
Menjari
|
|
|
5
|
Widelia (Widelia sp)
|
Bulat
|
Meruncing
|
Runcing
|
Bergerigi ganda
|
Tipis lunak
|
Berbulu halus
|
Berbulu kasar
|
Hijau muda
|
Hijau tua
|
Menyirip
|
|
|
6
|
Keladi (Colocasia sp)
|
Perisai
|
Meruncing
|
Berlekuk
|
Rata
|
Tipis lunak
|
Licin berselaput lilin
|
Licin
|
Hijau tua
|
Hijau muda
|
Menjari
|
|
|
7
|
Mangga (Mangifera indica L)
|
Memanjang
|
Meruncing
|
Tumpul
|
Rata
|
Seperti kulit/ belulang
|
Licin
|
Licin
|
Hijau tua
|
Hijau muda
|
Menyirip
|
|
B. Gambar Hasil Pengamatan
|
1. Ujung daun
|
|
Keterangan :
|
|
Keterangan :
|
|
1. Ujung daun
|
|
4. Tepi daun
|
|
6. Ibu tulang daun
|
|
5. Pangkal daun
|
|
7. Pelepah
|
|
2. Tangkai
|
|
3. Helainan daun
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
|
Anonim.A.2016.
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
6
|
|
7
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
6
|
|
7
|
|
3.
Helaian daun
|
|
4. Tepi daun
|
|
7. Pelepah
|
|
6.
Ibu tulang daun
|
|
5. Pangkal daun
|
|
2. Tangkai
|
|
Keterangan :
|
|
1. Ujung daun
|
|
6. Ibu tulang daun
|
|
5. Pangkal daun
|
|
4. Tepi daun
|
|
3. Helaian daun
|
|
2. Tangkai
|
|
7. Pelepah
|
2.
Tebu (Saccarum officinarum)
|
1. Ujung daun
|
|
Keterangan :
|
|
2. Tepi daun
|
|
3. Ibu tulang daun
|
|
4. Pangkal daun
|
|
5. Pelepah
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
3
|
|
5
|
|
4
|
|
2
|
|
1
|
|
Anonim.B.2016.
|
|
Keterangan :
|
|
2. Tepi daun
|
|
1. Ujung daun
|
|
5. Pelepah
|
|
4. Pangkal daun
|
|
3. Ibu tulang daun
|
|
Keterangan :
|
|
1. Ujung daun
|
|
2. Tepi daun
|
|
3. Ibu tulang daun
|
|
4. Pangkal daun
|
|
5. Pelepah
|
3.
Pisang (Musa paradisiaca L)
|
Anonim.C.2016.
|
|
5. Pelepah
|
|
4. Pangkal daun
|
|
3. Ibu tulang daun
|
|
2. Tepi daun
|
|
1. Ujung daun
|
|
Keterangan :
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
5
|
|
4
|
|
3
|
|
2
|
|
1
|
|
5. Pelepah
|
|
4. Pangkal daun
|
|
3. Ibu tulang daun
|
|
2. Tepi daun
|
|
1. Ujung daun
|
|
Keterangan :
|
|
1. Ujung daun
|
|
2. Tepi daun
|
|
3. Ibu tulang daun
|
|
4. Pangkal daun
|
|
5. Pelepah
|
|
Keterangan :
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
4.
Jarak (Ricinus communis L)
|
Anonim.D.2016.
|
|
5. Tangkai
|
|
4. Tulang-tulang cabang
|
|
3. Ibu tulang daun
|
|
2. Tepi daun
|
|
1. Ujung daun
|
|
Keterangan :
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
5
|
|
2
|
|
4
|
|
3
|
|
1
|
|
Keterangan :
|
|
1. Ujung daun
|
|
2. Tepi daun
|
|
3. Ibu tulang daun
|
|
4.Tulang-tulang cabang
|
|
5. Tangkai
|
|
Keterangan :
|
|
1. Ujung daun
|
|
2. Tepi daun
|
|
3. Ibu tulang daun
|
|
4. Tulang-tulang cabang
|
|
5. Tangkai
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
5.
Widelia (Widelia sp)
|
6. Helaian
|
|
5. Tangkai
|
|
3. Ibu tulang daun
|
|
4. Tulang-tulang cabang
|
|
2. Tepi daun
|
|
1. Ujung daun
|
|
Keterangan :
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
|
2
|
|
1
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
6
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
6
|
|
5
|
|
Anonim.E.2016.
|
|
5. Tangkai
|
|
4. Tulang-tulang cabang
|
|
6. Helaian
|
|
3. Ibu tulang daun
|
|
2. Tepi daun
|
|
1. Ujung daun
|
|
Keterangan :
|
|
Keterangan :
|
|
1. Ujung daun
|
|
2. Tepi daun
|
|
3. Ibu tulang daun
|
|
4. Tulang-tulang cabang
|
|
5. Tangkai
|
|
6. Helaian
|
6.
Keladi (Colocasia sp)
|
Anonim.F.2016.
|
|
5. Tulang-tulang cabang
|
|
4. Ibu tulang daun
|
|
3. Tepi daun
|
|
2. Helaian daun
|
|
1. Pangkal daun
|
|
Keterangan :
|
|
6. Tangkai
|
|
5. Tulang-tulang cabang
|
|
4. Ibu tulang daun
|
|
3. Tepi daun
|
|
2. Helaian daun
|
|
1. Pangkal daun
|
|
Keterangan :
|
|
6. Tangkai
|
|
6
|
|
5
|
|
4
|
|
3
|
|
2
|
|
1
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
6
|
|
Keterangan :
|
|
1. Pangkal daun
|
|
2. Helaian daun
|
|
3. Tepi daun
|
|
4. Ibu tulang daun
|
|
5. Tulang-tulang cabang
|
|
6. Tangkai
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
7.
Mangga (Mangifera indica L)
|
Keterangan :
|
|
1. Ujung daun
|
|
6. Tangkai
|
|
3. Ibu tulang daun
|
|
4. Urat daun
|
|
2. Tepi daun
|
|
5. Pangkal daun
|
|
Keterangan :
|
|
1. Ujung daun
|
|
2. Tepi daun
|
|
3. Ibu tulang daun
|
|
4. Urat daun
|
|
5. Pangkal daun
|
|
6. Tangkai
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
|
2
|
|
1
|
|
6
|
|
5
|
|
4
|
|
3
|
|
6
|
|
5
|
|
4
|
|
3
|
|
1
|
|
2
|
|
Anonim.G.2016.
|
|
5. Pangkal daun
|
|
4. Urat daun
|
|
3. Ibu tulang daun
|
|
2. Tepi daun
|
|
1. Ujung daun
|
|
Keterangan :
|
|
6. Tangkai
|
V. ANALISIS DATA
1. Bumbu (Bambusa
sp)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Subclass : Commelinidae
Ordo : Cyperales
Family : Poaceae
Genus : Bambusa
Species : Bambusa
sp
(Sumber:
Cronquest.1981)
Tanaman bambu pada dasarnya
termasuk daun tunggal yang lengkap,
sebab memiliki bagian daun yang berupa pelepah daun (Vagina), tangkai daun (Petiolus),
dan helaian daun (Lumania). Daun ini
mempunyai bagian daun lanset, ujung daun runcing, pangkal daun membulat, tepi
daun rata, daging daun perkamen, permukaan atasnya kasap, sedangkan permukaan
bawahnya berbulu kasar, warna daun dibagian atas hijau tua, dibagian bawahnya hijau
muda, dan tulang daunnya sejajar.
Bangun atau bentuk daun bambu ialah
berbentuk bangun lanset dari daun dengan perbandingan panjang dan lebar 3-5:1,
ujung daunnya runcing dengan tepi daun yang berada dikanan dan dikiri ibu
tulang sedikit demi sedikit menuju ke atas dan pertemuannya pada pucuk daun
sehingga membentuk sudut lancip. Sedangkan untuk pangkal daunnya sendiri
membulat karena pada pangkal daunnya sendiri tidak terdapat sudut pangkal daun.
Untuk tepi daunnya rata dan tidak bergerigi. daging daunnya bertipe perkamen
yaitu tipis namun cukup kaku. permukaan atas daun bambu kasap sedangkan bagian
bawanya berbulu kasar hal ini disebabkan bagian bawah daun bambu juka diraba
rambut yang melekat pada daun bambu terasa kaku dan kasar. Warna dibagian atas
dan bawah daun bambupun berbeda, yang diatas terlihat lebih mendominasi warna
hijau tua sedangkan dibawahnya hijau muda. Tulang daun bambu termasuk sejajar
hal ini disebabkan karena terdapat daun bangun garis yang mempunyai satu tulang
ditengah yang besar membujur daun, sedangkan tulang lainnya kecil dan semua
tulang tadi mempunyai arah yang sejajar dengan ibu tulangnya tadi.
2. Tebu (Saccharum officinarum L)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magniliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Poales
Family : Poaceae
Genus : Saccharum
Species : Saccharum
officenarum L
(Sumber:
Cronquest.1981)
Tanaman tebu daunnya merupakan daun
tunggal yang lengkap karena mempunyai bagian daun berupa pelepah daun, tangkai
daun, dan helaian daun. Pada tanaman tebu, bisa kita simpulkan bahwasannya daun
tebu memiliki bangun daun pita, ujung daun runcing, pangkal daun rata, tepi
daun rata, daging daun perkamen, permukaan atas dan bawah daun bambu pada
dasarnya sama-sama berbulu kasar, warna daunnyapun sama-sama berwarna hijau
muda, tulang daunnya sejajar.
Dikatakan memiliki bangun daun pita
karena serupa dengan bangun garis akan tetapi lebih panjang lagi hingga
menyerupai pita. Untuk ujung daun tebu termasuk runcing disebabkan kedua tepi
ujung daun di kanan kiri ibu tulang sedikit demi sedikit menuju ke atas dan pertemuannya pada puncak daun membentuk
suatu sudut lancip yakni lebih kecil dari 90 derajat. Pangkal daunnya sendiri
termasuk rata, tepi daunnya juga rata. Daging daun pada tebu termasuk perkamen
dimana teksturnya tipis namun cukup kaku. Permukaan atas dan bawah daun tebu
yaitu sama-sama berbulu kasar sebab, rambut-rambut kecil pada daun tebu kaku.
Baik warna dipermukaan atas dan bawah daun tebu juga seimbang, yaitu berwarna
hijau muda. Bentuk tulang daun tebu sama dengan daun bambu yaitu sejajar.
3.
Pisang (Musa paradisiaca L)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Family : Musaceae
Genus : Musa
Species : Musa
paradisiaca L
(Sumber:
Cronquest.1981)
Pada tanaman pisang daunnya
merupakan daun tunggal yang lengkap karena mempunyai bagian daun berupa pelepah
daun, tangkai daun, dan helaian daun. Bangun daun pisang berbentuk jorong,
ujung daun tumpul, pangkal daun tumpul, tepi daun rata, daging daun seperti
kertas, permukaan atas licin, permukaan bawah berselaput lilin, warna daun
bagian atas hijau tua sedangkan bagian bawah hijau muda, tulang daun menyirip.
Bentuk bangun daun pisang adalah
jorong apabila perbandingan panjang:lebar=1 ½-2 :1. Untuk ujung daun pisang
sendiri dikatakan tumpul karena tepi daun yang semula masih agak jauh dari ibu
tulang, cepat menuju kesuatu titik pertemuan, hingga terbentuk sudut yang
tumpul (lebih dari 90 derajat). Pagkal daunnya juga tumpul, pada tepi daun
pisang adalah rata, bentuk daging daun pisang seperti kertas yaitu tipis namun
cukup tegar. Permukaan atas daun pisang yaitu licin, sedangkan bagian bawah
daun pisang berselaput lilin. Warna pada daun pisang dibagian atas berwarna
hijau tua dan bagian bawah berwarna hijau muda. Bentuk tulang daun pisang
termasuk menyirip sebab, daunnya mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari
pangkal keujung, dan merupakan terusan tangkai daun. Dari ibu tulang ini
kesamping ke luar tulang-tulang cabang, sehingga susunannya menyerupai sirip-sirip
ikan.
4. Jarak (Ricinus communis)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Euphorbiales
Family : Euphorbiaceae
Genus : Ricinus
Species : Ricinus
communis L
(Sumber:
Cronquest.1981)
Tanaman jarak daunnya merupakan daun
tidak lengkap karena hanya terdiri dari tangkai dan helaian. Bentuk bangun daun
jarak ialah bulat, ujung daunnya meruncing, pangkal daunnya berlekuk, tepi
daunnya bercangap menjari, daging daunnya tipis seperti selaput, bagian atas
licin suram, bagian bawahnya kasap, warna daun bagian atas hijau tua dan bawah
hijau muda, bentuk tulang daun menjari.
Bangun daun pada jarak adalah bulat
karena panjang :lebar=1:1. Ujung daunnya meruncing karena ujung yang runcing
tetapi titik pertemuan kedua tepi daunnya jauh lebih tinggi dari dugaan, hingga
ujung daun nampak sempit panjang dan runcing. Dengan pangkal daun yang berlekuk
dan tepi daun yang bercangap menjari, sedangkan daging daunnya berbentuk tipis
seperti selaput. Bagian permukaan atas daun jarak licin dan bawahnya kasap.
Warna daun juga tidak beda jauh baik diatas maupun dibawah, diatas berwarna
hijau tua dan dibawah berwarna hijau muda. Bentuk tulang daun pada jarak ialah
menjari karena kalau dari ujung tungkai daun keluar berupa tulang memencar,
memperlihatkan susunan seperti jari-jari pada tangan.
5.
Widelia (Widelia sp)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Asterales
Family : Asteraceae
Genus : Widelia
Species : Widelia
sp
(Sumber:
Cronquest.1981)
Tanaman widelia merupakan tumbuhan
herba basah, daunnya merupakan daun tidak lengkap karena hanya terdiri dari
tangkai dan helaian. Bangun daun widelia adalah bulat, ujung daunnya meruncing,
pangkal daun runcing, tepi daunnya bergerigi ganda , daging daun tipis lunak,
permukaan atas berbulu halus, permukaan bawah berbulu kasar, warna atas hijau
muda dan bagian bawah hijau tua, tulang daun menyirip.
Bangun jaun widelia adalah bulat
sebab panjang:lebar= 1:1. Ujung daunnya meruncing karena ujung yang runcing
tetapi titik pertemuan kedua tepi daunnya jauh lebih tinggi dari dugaan, hingga
ujung daun nampak sempit panjang dan runcing. Pangkal daun widelia runcing,
sedangkan tepi daunnya bergerigi ganda dimana tepi daun seperti di atas, tetapi
angulusnya cukup besar, dan tepinya bergerigi lagi. Daging daunnya tipis lunak
. permukaan atas berbulu halus karena jika diraba seperti laken/beludru.
Sedangkan bagian bawah widelia berbulu kasar sebab rambut-rambutnya kaku.
Bentuk tulang daunnya menyirip karena daunnya mempunyai satu ibu tulang yang
berjalan dari pangkal keujung, dan merupakan terusan tangkai daun. Dari ibu
tulang ini kesamping ke luar tulang-tulang cabang, sehingga susunannya
menyerupai sirip-sirip ikan.
6.
Keladi (Colocasia sp)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Arales
Family : Araceae
Genus : Colocasia
Species : Colocasia
sp
(Sumber:
Cronquest.1981)
Tanaman keladi kebanyakan hidupnya
di daerah dekat sungai atau tempat yang tergenang air. Tumbuhan keladi bangun
daun perisai, ujung daun meruncing, pangkal daun berlekuk, tepi daun rata,
daging daun tipis lunak, permukaan atas daun licin berselaput lilin, sedangkan
bagian bawah daun licin, warna daun atas hijau tua sedangkan bagian bawah daun
hijau muda, dan tulang daun menjari.
Daun keladi bengun daunnya perisai,
ujung daunnya meruncing hal ini disebabkan karena ujung yang runcing tetapi
titik pertemuan kedua tepi daunnya jauh lebih tinggi dari dugaan, sehingga
ujung daun nampak sempit panjang dan runcing. Pangkal daun melekuk, tepi daun
rata, sedangkan bentuk daging daunnya tipis lunak, permukaan atasnya berselaput
lilin karena licin namun seperti dilapisi dengan lilin, sedangkan bagian
bawahnya licin. Warna daun diatas dan bawahnya ternyata berbeda, bila diatas
warnanya hijau tua sedangkan bagian bawahnya hijau tua. Bentuk tulang daun
menjari jika dari ujung tangkai daun keluar beberapa tulang yang memencar,
memperlihatkan susunan seperti jari-jari pada tangan.
7.
Mangga (Mangifera indica L)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliphyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Family : Anacardiaceae
Genus : Mangifera
Species : Mangifera
indica L
(Sumber:
Cronquest.1981)
Bangun daun pada daun mangga adalah
memanjang dengan perbandingan penjang:lebar 2 1/2 -3 :1, ujung daunnya
meruncing, pangkal daunnya tumpul, dengan tepi daun yang rata, dan daging daun
seperti kulit / belulang, permukaan atas dan bawah daun mangga sama yaitu
licin, warna daun atasnya hijau tua licin, sedangkan warnna bagian bawah daun
mangga hijau muda dan licin juga, dan
daun tulang daun menyirip dimana daunnya mempunyai satu ibu tulang yang
berjalan dari pangkal keujung, dan merupakan terusan tangkai daun. Dari ibu
tulang ini kesamping ke luar tulang-tulang cabang, sehingga susunannya
menyerupai sirip-sirip ikan.
VI. KESIMPULAN
Dari penjelasan diatas mengenai
daun tunggal dan bagian-bagiannya, ternyata setiap daun yang di amati selain
memiliki klasifikasi yang berbeda juga mempunyai bentuk dan ciri-ciri yang
berfariasi. Diantaranya yang sudah diamati yaitu daun bambu, daun tebu, daun pisang,
daun jarak, daun widelia, daun keladi, dan daun mangga. Berikut ini kesimpulan
yang dapat diambil dari ketujun daun tersebut :
1. Daun bambu merupakan daun
tunggal lengkap. Dengan bentuk lanset, ujung runcing, pangkal membulat, tepi
rata, daging perkamen, permukaan daun atas kasap, bagian bawah berbulu kasar,
warna daun atas hijau tua, bagian bawah hijau muda, dan tulang daun sejajar.
2. Daun tebu merupakan daun tunggal
lengkap. Dengan bentuk bangun pita, ujung runcing, pangkal rata, tepi rata,
daging perkamen, permukaan atas dan bawah berbulu kasar, warna daun atas dan
bawah hijau muda, dan tulang daun sejajar.
3. Daun pisang merupakan daun
tunggal lengkap. Bentuk bangun jorong, ujung tumpul, pangkal tumpul, tepi rata,
daging seperti kertas, bagian atas licin sedangkan bagian bawah daunnya
berselaput lilin, warna daun atas hijau tua dan bawah hijau muda, dan tulang
daun menyirip.
4. Daun jarak termasuk daun tidak
lengkap. Bentuk bangun bulat, ujung meruncing, pangkal berlekuk, tepi daun
bercangap menjari, daging tipis seperti selaput, permukaan atas daun licin
suram, sedangkan bagian bawah kasap, warna daun bagian atas hijau tua,
sedangkan bagian bawah hijau muda, dan tulang daun menjari.
5. Daun widelia termasuk daun tidak
lengkap. Bentuk bangun bulat, ujung daun meruncing, pangkal daun runcing, tepi
daun bergerigi ganda, daging tipis lunak, permukaan atas daun berbulu halus,
sedangkan bagian bawah berbulu kasar, warna atas hijau tua , sedangkan bawah
hijau muda, dan tulang daun menyirip.
6. Daun keladi termasuk daun
tunggal tidak lengkap. Bentuk bangun perisai, ujung daun meruncing, pangkal
berlekuk, tepi rata, daging tipis lunak, permukaan atas licin berselaput lilin,
sedangkan bagian bawah daun licin, warna atas hijau tua sedangkan bagian bawah
hijau muda, dan tulang daun menjari.
7. Daun mangga termasuk daun tidak
lengkap. Bentuk bangun memanjang, ujung meruncing, pangkal tumpul, tepi rata,
daging seperti kulit/ belulang, permukaan atas dan bawah daun licin, warna atas
hijau tua dan bawah hijau muda, yang terakhir tulang daun menyirip.
VII.
DAFTAR PUSTAKA
Amintarti, Sri. 2016. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. Jurusan
PMIPA FKIP UNLAM. Banjarmasin.
Anonim. A. 2016. http://
www.google.com. Diakses pada tanggal 5 Maret 2016.
Anonim. B. 2016. http:// www.
google.com. Diakses pada tanggal 3 Maret 2016.
Anonim. C. 2016. http:// www.
google.com. Diakses pada tanggal 4 Maret 2016.
Anonim. D. 2016. http:// www.
google.com. Diakses pada tanggal 3 Maret 2016.
Anonim. E. 2016. http:// www.
google.com. Diakses pada tanggal 4 Maret 2016.
Anonim. F. 2016. http:// www.
google.com. Diakses pada tanggal 5
Maret 2016.
Anonim. G. 2016. http:// www.
google.com. Diakses pada tanggal 5 Maret 2016.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada
University Press: Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar