Kamis, 12 Mei 2016

Daun Majemuk dan Bagian-Bagiannya




LAPORAN PRAKTIKUM II
MORFOLOGI TUMBUHAN
(AKKC 224/ABKC 2203*)

DAUN MAJEMUK DAN BAGIAN-BAGIANNYA

Disusun oleh :
Iim Mahayu Buana Kusuma Rini
(A1C215016)
Kelompok VII A

Asisten dosen :
Rahmaniah Ulfah
Reza Krisna Adhitama, S.Pd

Dosen pengasuh :
Dra. Hj. Sri Amintarti M.Si
Maulana Khalid Riefani, S.Si, M.Sc

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
MARET
2016



PRAKTIKUM II
Topik               : Daun Majemuk dan Bagian-bagiannya
Tujuan             : Mengenal macam-macam bentuk daun majemuk dan bagian-     
  bagiannya.
Hari/Tanggal   : Kamis/ 10 Maret 2016
Tempat            : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin

I.       ALAT DAN BAHAN
A. Alat-alat :
1.    Baki/ nampan
2.    Alat tulis
B. Bahan-bahan :
1.    Daun Kapuk (Ceiba petandra Gaertn)
2.    Daun Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima Sw.)
3.    Daun Putri Malu (Mimosa pudica L)
4.    Daun Gamal (Gliricidia maculate L)
5.    Daun Jeruk (Citrus sp)
6.    Daun Dadap (Erythrine variegate)
7.    Daun Lamtoro (Leucaena glauca)
8.    Daun Tomat (Solamum licopersicum)
9.    Daun Asam (Tamarindus indica L)
10.Daun Mawar (Rosa sp)
11.Daun Angsana (Pteracarous indicus willd)
12.Daun Trambesi (Samanea saman)
II.      CARA KERJA
1. Mengamati dan menentukan tipe daun majemuk berdasarkan susunan anak daunnya : menyirip genap, menyirip ganjil, menyirip genap ganda 1, menyirip ganda 2, menyirip beranak daun, majemuk bangun daun kaki, majemuk campuran.
2. Mengamati bagian-bagian daun majemuk: ibu tangkai daun (petiolus communis), tangkai anak daun (petiololus), anak daun (foliolum).
3.  Mengamati alat-alat tambahan pada daun: daun penumpu dan lain-lain.
4.  Menggambar hasil pengamatan.
III.    DASAR TEORI
Suatu daun yang pada tangkainya bercabang-cabang, dan pada tangkai ini baru terdapat helaian sehingga pada satu tangkai terdapat lebih dari satu helaian daun dinamakan daun majemuk. Pada daun majemuk dapat dibedakan menjadi ibu tangkai daun (petiolus communis), tangkai anak daun (Petiololus), anak daun (foliolum). 
Berdasarkan susunan anak daun pada ibu tangkainya, daun majemuk dapat di bedakan menjadi, yaitu:
A. Daun majemuk menyirip (Pinnatus)
Daun majemuk menyirip adalah daun majemuk yang anak daunnya terdapat di kanan kiri ibu tangkai daun sehingga tersusun seperti sirip pada ikan. Daun majemuk menyirip dapat dibedakan dalam beberapa macam, yaitu:
1.    Daun majemuk menyirip beranak daun satu (unifoliolotus)
2.    Daun majemuk menyirip genap (abrupte pinnatus)
3.    Daun majemuk menyirip gasal (imparipinnatus)
B. Daun majemuk menjari (palmatus)
Daun majemuk menjari adalah daun majemuk yang semua anak daunnya tersusun memencar pada ujung ibu tangkai seperti letaknya jari-jari pada tangan. Berdasarkan jumlah anak daunnya, daun majemuk menjari dapat dibedakan seperti berikut:
1.    Beranak daun dua (bifiliolotus)
2.    Beranak daun tiga (trifoliolotus)
3.    Beranak daun lima (quinquefoliolotus)
4.    Beranak daun tujuh (septemfoliolotus)
C. Daun majemuk bangun kaki (pedatus)
Daun ini mempunyai susunan seperti daun majemuk menjari, tetapi dua anak daun yang paling pinggir tidak duduk pada ibu tangkai, melainkan pada anak daun yang disampingnya.
D. Daun majemuk campuran (digitato pinnatus)
Daun majemuk campuran adalahsuatu daun majemuk ganda yang mempunyai cabang-cabang ibu tangkai memencar seperti jari dan terdapat pada ujung ibu tangkai daun, tetapi pada cabang-cabang ibu tangkai ini terdapat anak-anak daun yang tersusun menyirip. Jadi daun majemuk campuran adalah campuran susunan yang menjari dan menyirip.

























IV.    HASIL PENGAMATAN
a. Tabel Hasil Pengamatan
No
Nama Daun
Tipe Daun Majemuk
Alat Tambahan


1.
Daun kapuk
Daun majemuk menjari beranak daun tujuh


2.
Daun kembang merak
Daun majemuk menyirip genap ganda sempurna
Duri


3.
Daun putri malu
Daun majemuk campuran
Stipula axillaris


4.
Daun gamal
Daun majemuk meyirip gasal


5.
Daun jeruk
Daun majemuk menyirip beranak daun 1
Duri


6.
Daun dadap
Daun majemuk menjari beranak daun 3
Stipula


7.
Daun lamtoro
Daun majemuk menyirip genap ganda 2 dengan sempurna


8.
Daun tomat
Daun majemuk berselang-seling


9.
Daun asam
Daun majemuk menyirip genap


10.
Daun mawar
Daun majemuk menyirip gasal
Stipula adnatae dan vagina


11.
Daun angsana
Daun majemuk gasal berselang-seling
Stipula


12.
Daun trambesi
Daun majemuk menyirip ganda dua










b. Gambar Hasil Pengamatan
1. Daun Kapuk (Ceiba petandra Gaetrn)
Anonim.A.2016.
Keterangan  :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ujung daun
5.    Tepi daun

1
2
3
4
5
5
4
3
2
1
Keterangan  :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ujung daun
5.    Tepi daun

Keterangan  :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ujung daun
5.    Tepi daun

Dokumen pribadi. 2016.
 





























2.  Daun Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima Sw)
Keterangan  :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ujung daun
5.    Tepi daun

Dokumen pribadi. 2016.
1
3
2
4
5
1
5
4
3
2
Anonim.B.2016.
Keterangan  :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ujung daun
5.    Tepi daun

Keterangan  :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ujung daun
5.    Tepi daun

 






























3. Daun Putri Malu (Mimosa pudica L)
Keterangan  :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ujung daun
5.    Tepi daun

Dokumen pribadi. 2016.
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
Anonim.C.2016.
Keterangan  :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ujung daun
5.    Tepi daun

Keterangan  :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ujung daun
5.    Tepi daun

 






























4. Daun Gamal (Gliricidia maculate L)
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Anak daun
4.    Helaian daun
5.    Cabang tulang daun

Dokumen pribadi. 2016.
1
2
3
4
5
5
4
3
2
1
Anonim.D.2016.
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Anak daun
4.    Helaian daun
5.    Cabang tulang daun
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Anak daun
4.    Helaian daun
5.    Cabang tulang daun

 






























5. Daun Jeruk (Citrus sp)
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Anak daun
3.    Helaian daun
4.    Tepi daun
5.    Ibu tulang daun
6.    Ujung daun

Dokumen pribadi. 2016.
1
2
3
4
5
6
1
2
3
4
5
6
Anonim.E.2016.
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Anak daun
3.    Helaian daun
4.    Tepi daun
5.    Ibu tulang daun
6.    Ujung daun
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Anak daun
3.    Helaian daun
4.    Tepi daun
5.    Ibu tulang daun
6.    Ujung daun

 






























6. Daun Dadap (Erythrine variegate)
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Helaian daun
3.    Ibu tulang daun
4.    Ujung daun

Dokumen pribadi. 2016.
1
2
3
4
1
2
3
4
Anonim.F.2016.
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Helaian daun
3.    Ibu tulang daun
4.    Ujung daun
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Helaian daun
3.    Ibu tulang daun
4.    Ujung daun

 






























7. Daun Lamtoro (Leucaena glauca L)
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Anak daun
3.    Helaian daun

Anonim.G.2016.
1
2
3
Dokumen pribadi. 2016.
1
2
3
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Anak daun
3.    Helaian daun
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Anak daun
3.    Helaian daun

 






























8. Daun Tomat (Solamun lycopersicum)
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ibu tulang daun
5.    Ujung daun

Dokumen pribadi. 2016.
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
Anonim.H.2016.
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ibu tulang daun
5.    Ujung daun
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ibu tulang daun
5.    Ujung daun

 






























9. Daun Asam (Tamarindua indica L)
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ujung daun
5.    Tepi daun
6.    Ibu tulang daun
7.    Cabang tulang daun
Anonim.I.2016.
Dokumen pribadi. 2016.
1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6
7
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ujung daun
5.    Tepi daun
6.    Ibu tulang daun
7.    Cabang tulang daun

Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ujung daun
5.    Tepi daun
6.    Ibu tulang daun
7.    Cabang tulang daun

 






























10. Daun Mawar (Rosa sp)
Dokumen pribadi. 2016.
Keterangan :
1.    Cabang tulang daun
2.    Ibu tulang daun
3.    Tepi daun
4.    Ibu tangkai daun
5.    Anak daun

1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
Keterangan :
1.    Cabang tulang daun
2.    Ibu tulang daun
3.    Tepi daun
4.    Ibu tangkai daun
5.    Anak daun

Anonim.J.2016.
Keterangan :
1.    Cabang tulang daun
2.    Ibu tulang daun
3.    Tepi daun
4.    Ibu tangkai daun
5.    Anak daun
 






























11. Daun Angsana (Pteracarous indicus willd)

Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ibu tulang daun
5.    Ujung daun
6.    Tepi daun

Dokumen pribadi. 2016.
1
2
3
4
5
6
1
2
3
4
5
6
Anonim.K.2016.
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ibu tulang daun
5.    Ujung daun
6.    Tepi daun

Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ibu tulang daun
5.    Ujung daun
6.    Tepi daun

 






























12. Daun Trambesi (Samanea saman)
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ibu tulang daun
5.    Ujung daun

Anonim.L.2016.
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
Dokumen pribadi. 2016.
Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ibu tulang daun
5.    Ujung daun

Keterangan :
1.    Ibu tangkai daun
2.    Tangkai anak daun
3.    Helaian daun
4.    Ibu tulang daun
5.    Ujung daun

 



























V.      ANALISIS DATA
1.  Daun Kapuk (Ceiba petandra Gaetrn)
Kingdom       : Plantae
Divisi            : Magnoliophyta
Subdivisi       : Spermatophyta
Class             : Magnoliopsida
Subclass        : Dilleniidae
Ordo             : Malvales
Family           : Malvaceae
Genus            : Ceiba
Species          : Ceiba petandra Gaertn
(Sumber: Cronquest. 1981)
Daun kapuk atau disebut juga daun randu dari hasil pengamatan terlihat memiliki anak daun yang ganjil dengan jumlah 7 (septemfoliolotus). Pada daun kapuk bisa dilihat perbedaannya terutama tata letak anak daun pada ibu tangkai daun, dengan susunan anak daun yang mememcar pada ujung ibu tangkai seperti letak jari-jari yang terdapat pada tangan atau disebut daun majemuk menjari (palmatus). Anak daun pada tanaman kapuk berjumlah 7 buah. Tanaman ini mempunyai bangun daun yang memanjang yaitu panjang : lebar = 2 ½ - 3:1. Daging daun pada kapuk bersifat seperti kertas diantaranya tipis namun cukup tegar.  Susunan pada tulang berbentuk bertulang menyirip. Tepi daun berbentuk rata atau integer. Ujung daun atau apex foliinya bersifat meruncing yaitu pada ujung yang runcing, tetapi titik pertemuan kedua daunnya jauh lebih tinggi dari dugaan. Pangkal daun atau basis foliinya berbentuk meruncing pula atau acuminatus.

2.  Daun Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima Sw)
Kingdom       : Plantae
Divisi            : Magnoliophyta
Class             : Magnoliopsida
Sub class       : Rosidae
Ordo             : Fabales
Family           : Caesalpiniaceae
Genus            : Caesalpinia
Species          : Caesalpinia pulcherima (L) swartz
 (Sumber: Cronquest. 1981)
Daun kembang merak pada dasarnya mempunyai tipe daun yang majemuk menyirip ganda 2 sempurna (abrute pinnatus). Dalam daun kembang merak ternyata terdapat duri yang letaknya dipunggung ibu tangkai daun. Dimana terdapat daun majemuk yang anaknya bisa dikatakan daunnya terdapat di sebelah kiri dan kanan ibu tangkai daun hal inilah yang membuat susunan seperti sirip ikan, dilengkapi dengan jumlah anak daun yang genap serta tidak ada satu anak daunpun yang duduk pada ibu tangkai daun. Anak daun pada tanaman ini berbentuk membulat dan sepasang daun yang terdapat pada ujungnya tidak menutup. Tangkai yang ada pada anak daun yaitu genap dan menyirip sejajar. Pada setiap anak tangkai daun memiliki helaian anak daun yang menyirip.

3. Daun Putri Malu (Mimosa pudica L)
Kingdom       : Plantae
Divisi            : Magnoliophyta
Class             : Magnoliopsida
Sub class       : Rosidae
Ordo             : Fabales
Family           : Fabaceae
Genus            : Mimosa
Species          : Mimosa pudica L.
(Sumber : Cronquest.1981)
Tanaman daun putri malu memiliki ciri-ciri dimana terdapat Stipula axillaris pada batang. Batang daun putri malu bila diraba terasa agak kasar hal ini disebabkan adanya bulu halus pada batangnya. Tanaman ini memiliki daun kecil yang dikatakan majemuk, termasuk kedalam suku polong-polongan disertai dengan bunga yang berbentuk bongkol. Daun putri malu atau yang dikenal dengan sikejut merupakan daun majemuk campuran. Helaian anak daun terletak menyirip pada anak tangkai, anak tangkai daun terletak secara menjari, dan anak daunnya berjumlah genap. Bila diraba permukaan atas dan bawah terasa licin, daun berwarna hijau, dibagian ujung tangkai terdapat sepasang anak daun yang menutup, dibagian ujung anak daun runcing, tepi daun rata, dengan pangkal daun yang runcing.

4. Daun Gamal (Gliricidia maculate L)
Kingdom       : Plantae
Divisi            : Magnoliophyta
Class             : Magnoliopsida
Sub class       : Rosidae
Ordo             : Rosales
Family           : Gliricidiacedae
Genus            : Gliricidia
Species          : Gliricidia maculata L.
(Sumber : Cronquest. 1981)
Tanaman daun gamal memiliki tipe daun majemuk menyirip gasal. Hal ini dapat terjadi karena pada daun gamal memiliki ciri-ciri diantaranya yaitu, daun paling ujung pada tanaman gamal berbentuk agak melebar serta membesar, mempunyai tepi daun yang rata dan ujung daun runcing, anak-anak daunnya tersusun secara berselang-seling dengan jumlah yang ganjil dan anak daun tersebut tersusun secara menyirip dengan anak daun yang genap. Tanaman ini termasuk tumbuhan perdu yang memiliki banyak percabangan. Tepi daun yang dimiliki tumbuhan gamal yaitu rata, ujungnya meruncing, disertai pangkal daun yang membulat.
5. Daun Jeruk (Citrus sp)
Kingdom       : Magnoliophyta
Class             : Magnoliopsida
Sub class       : Rosidae
Ordo             : Sapindales
Family           : Rutaceae
Genus            : Citrus
Species          : Citrus sp.
(Sumber : Cronquest. 1981)
Tanaman daun jeruk termasuk dalam tipe daun yang majemuk menyirip beranak daun satu (unifoliolotus), karena hanya memiliki satu anak daun. Dari hasil pengamatan, letak anak daun jeruk yaitu pada satu tangkai tepatnya yaitu pada ibu tangkai daun, serta memiliki ibu tulang daun yang sejajar antara anak daun yang besar dan kecil. Apabila dilihat dengan sekilas, daun jeruk terlihat seperti daun tunggal. Akan tetapi bila diamati dengan seksama maka akan terdapat tepi daun yan membelah dimana hal ini akan membentuk daun yang kecil dekat dengan pangkal daunnya. Pada daun jeruk ini memperlihatkan suatu persendian (articulatio), pada ibu tangkainya tidak langsung terdapat helaian daun. Ujung daun jeruk meruncing, tepi daun bergerigi, serta pangkal daunnya meruncing.

6. Daun Dadap (Erythrine variegate)
Kingdom       : Plantae
Divisi            : Magnoliophyta
Class             : Magnoliopsida
Sub class       : Rosidae
Ordo             : Rosales
Family           : Leguminosae
Genus            : Erithrine
Species          : Erithrine variegate
(Sumber : Cronquest. 1981)
Tanaman dadap tipe daunnya merupakan Daun majemuk menjari beranak daun 3 (triofoliolatus). Tata letak daun pada daun dadap tersusun menyirip pada kanan ibu tangkai daun dan pada ujung ibu tangkai terdapat satu anak daun. Hal ini sesuai dengan ciri daun dadap yang terdapat 3 anak daun tersususn secara memencar yaitu pada ibu tangkai seperti halnya letak jari-jari pada tangan. Daun  dadap mempunyai bagian daun seperti ibu tangkai daun, tangkai anak daun,dan anak daun. Pangkal daun yang terdapat pada daun dadap yaitu berlekuk, dengan tepi daun rata serta pertulangan daun yang menyirip.
7. Daun Lamtoro (Leucaena glauca L)
Kingdom        : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Class               : Magnoliopsida
Sub class         : Rosidae
Ordo               : Fabales
Family             : Mimosaceae
Genus             : Leucaena
Species            : Leucaena glauca L.
(Sumber : Cronquest. 1981)
Dilihat dari tipe daunnya, pada lamtoro termasuk dalam tipe daun majemuk menyirip genap ganda 2 dengan sempurna. Daun lamtoro dikatakan termasuk menyirip dikarenakan tata letak anak tangkai daunnya duduk pada cabang tingkat satu dari ibu tangkai dan bisa dikatakan genap sebab anak daunnya duduk secara berpasangan dengan anak daun yang lain. Anak daun pada tanaman ini berbentuk membulat dan sepasang daun yang terdapat pada ujungnya tidak menutup. Tangkai yang ada pada anak daun yaitu genap dan menyirip sejajar. Pada setiap anak tangkai daun memiliki helaian anak daun yang menyirip.
8. Daun Tomat (Solamun lycopersicum)
Kingdom        : Plantae
Divisi              : Magnoliophyta
Class               : Magnoliopsida
Sub class         : Asteridae
Ordo               : Solanales
Family             : Solanaceae
Genus             : Solanum
Species            : Solanum lycopersicum
(Sumber : Cronquest. 1981)
Pada tanaman daun tomat jika diamati, daun ini memiliki tipe daun majemuk yang berselang-seling (imparipinnatus). Ketika dewasa, daun tomat majemuknya akan terlihat sangat jelas dimana pada daun tomat anak-anak daunnya terletak berselang seling, yaitu anak daun pada ibu tangkai berselang-seling pasangan anak daun terlihat lebar dilengkapi dengan pasangan anak daun yang sempit. Terdapat pembesaran daun terutama dibagian ujung ibu tangkai daun yang terjadi pada daun tomat.

9. Daun Asam (Tamarindua indica L)
Kingdom        : Plantae
Divisi              : Magnoliophyta
Class               : Magnoliopsida
Sub class         : Rosidae
Ordo               : Fabales
Family             : Caesalpinaceae
Genus             : Tamarindus
Spesies            : Tamarindus indica L.
(Sumber : Cronquest. 1981)
Tanaman daun asam pada dasarna mempunyai tipe daun majemuk menyirip genap (abrupte pinnatus). Dapat diamati dari daun asam terdapat anak daun yang berpasang-pasangan baik dikanan maupun kiri ibu tulang daun dengan jumlah anak daun selalu genap. Namun, karena tidak semua anak daun didapati berpasangan maka untuk menentukan daun yang menyirip genap atau tidak, bisa dilihat pada ujung ibu tangkainya. Apabila diujung ibu tangkainya terputus, artinya pada ujung tangkai bebas atau kadang-kadang tertutup oleh satu pucuk yang dikatakan mudah runtuh bisa dikatakan termasuk daun majemuk menyirip genap.  Memiliki tepi daun yang rata, ujung daunnya membulat, serta pangkal daunnya membulat.

 10. Daun Mawar (Rosa sp)
Kingdom        : Plantae
Divisi              : Magnoliophyta
Class               : Magnoliopsida
Sub class         : Rosidae
Ordo               : Rosales
Family             : Rosaceae
Genus             : Rosa
Species            : Rosa sp
(Sumber : Cronquest. 1981)
Berdasarkan pengamatan dapat disimpulkan pada daun mawar memiliki tipe daun majemuk menyirip gasal. Jumlah anak daun pada tanaman mawar yaitu ganjil, letak duduk anak daunnya menyirip. Anak daun yang letaknya diujung ibu tangkai daun disebut daun penumpu berupa Stipula adnatae serta dilengkapi juga dengan upih (vagina). Daun penumpu pada daun mawar memiliki bentuk yang agak membesar. Tepi anak daun mawar yaitu bergerigi, dengan ujung runcing, dan pangkal meruncing.

11. Daun Angsana (Pterocarpus indicus willd)
Kingdom       : Plantae
Divisi             : Magnoliophyta
Class             : Magnoliopsida
Ordo             : Fabales
Family           : Fabaceae
Sub family    : Papilionoideae
Genus            : Pterocarpus
Species          : Pterocarpus indicus
(Sumber : Yulianti Risda. 2013)
Daun angsana mempunyai tipe majemuk gasal berselang-seling, terdapat aksesori pada daun angsana berupa daun penumpu (stipula) yang berbentuk lanset. Memiliki tepi daun yang rata, daun berseling, anak daun berbentuk bulat telur, memanjang, meruncing mengkilat, tandan bunga dibagian ujung serta duduk diketiak, sedikit atau tidak memiliki cabang, berambut coklat, dan berbunga banyak.

12. Daun Trambesi (Samanea saman)
Klasifikasi       : Plantae
Sub kingdom  : Tracheobionta
Divisi              : Magnoliophyta
Super divisi     : Spermatophyta
Class               : Magnoliopsida
Sub class         : Rosidae
Ordo               : Fabales
Family             : Fabaceae
Genus             : Samanea
Species            : Samanea saman
(Sumber : Yudha P.G. 2013)
Tanaman trambesi memiliki tipe daun majemuk menyirip ganda dua. Dalam daun trambesi sendiri tidak memiliki tambahan aksesori seperti duri, stipula, dan upih. Bentuk batang pada tanaman trambesi tidak beraturan bahkan terkadang bengkok, menggelembung besar, daunnya termasuk majemuk memiliki panjang tangkai sekitar 7-15 cm. Daun trambesi memiliki warna hijau tua pada daunnya dengan tambahan pada permukaan daun dibagian bawah yang terdapat warna seperti beludru yang apabila diraba terasa lembut.

VI.    KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan serta analisis data yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.    Daun majemuk seperti yang telah kita ketahui pada dasarnya dibagi atas empat bentuk diantaranya: daun majemuk menyirip (pinnatus), daun majemuk menjari (palmatus), daun majemuk bangun kaki (pedatus), dan yang terakhir adalah daun majemuk campuran (digitato pinnatus).
2.    Bagian-bagian umum dari daun majemuk ada 3, yakni: ibu tangkai daun (petiolus communis), tangkai anak daun (petiololus), dan anak daun (folium) serta sering kali dilengkapi dengan alat-alat tambahan lain seperti duri dan daun penumpu.
3.    Tipe pada daun kapuk adalah daun majemuk menjari beranak daun tujuh dan tidak memiliki alat tambahan.
4.    Tipe daun kembang merak ialah daun majemuk menyirip genap ganda sempurna dilengkapi dengan alat tambahan berupa duri.
5.    Tipe daun pada putri malu daun majemuk campuran dan disertai alat tambahan berupa stipula axillaris.
6.    Tipe pada daun gamal daun majemuk menjari beranak daun 3 dan tidak memiliki alat tambahan.
7.    Tipe pada daun jeruk daun majemuk menyirip beranak daun 1 dilengkapi dengan alat tambahan berupa duri.
8.    Tipe daun dadap berupa daun majemuk menjari beranak daun 3 disertai alat tambahan berupa stipula.
9.    Tipe daun lamtoro berupa daun majemuk menyirip genap ganda 2 dengan sempurna dan tidak disertai alat tambahan.
10.Tipe pada daun tomat berupa daun majemuk berselang-seling tidak ada alat tambahan.
11.Tipe pada daun asam ialah daun majemuk menyirip genap dan tidak terdapat alat tambahan.
12.Tipe daun mawar adalah Daun majemuk menyirip gasal dilengkapi Stipula adnatae dan vagina.
13.Tipe daun pada angsana daun majemuk gasal berselang-seling dan disertai dengan alat tambahan berupa stipula.
14.Tipe daun pada trambesi adalah daun majemuk menyirip ganda dua serta tidak dilengkapi dengan alat tambahan.

VII.   DAFTAR PUSTAKA
Amintarti, Sri dan Riefani K.M. 2016. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. PMIPA FKIP UNLAM: Banjarmasin.
Anonim A. 2016. Daun Kapuk. Diakses melalui http://galeridaun.com. Pada tanggal 15 Maret 2016.
Anonim B. 2016. Daun Kembang Merak. Diakses melalui http://galeridaun. com. Pada tanggal 15 Maret 2016.
Anonim C. 2016. Daun Putri Malu. Diakses melalui http://googleimage co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim D. 2016. Daun Gamal. Diakses melalui http://googleimage. co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim E. 2016. Daun Jeruk. Diakses melalui http://googleimage co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim F. 2016. Daun Dadap. Diakses melalui http://googleimage co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim G. 2016. Daun Lamtoro. Diakses melalui http://googleimage co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim H. 2016. Daun Tomat. Diakses melalui http://googleimage co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim I. 2016. Daun Asam. Diakses melalui http://googleimage co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim J. 2016. Daun Mawar. Diakses melalui http://googleimage co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim K. 2016. Daun Angsana. Diakses melalui http://googleimage co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim L. 2016. Daun Trambesi. Diakses melalui http://googleimage co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.
Yudha P.G, dkk. 2013. Pertumbuhan Daun Angsana (Pterocarpus indicus will) dan Akumulasi Logam Timbal (PB). Jurnal Biologi Universitas Andalas. Vol 2 No (2).
Yulianti, Risda. 2013. Standardisasi Ekstrak Etanol Daun Angsana (Pterocarpus indicus will). Diakses melalui http://ripositori.uinjkt. ac.id. Pada tanggal 18 September 2013.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar