LAPORAN
PRAKTIKUM II
MORFOLOGI
TUMBUHAN
(AKKC
224/ABKC 2203*)
DAUN
MAJEMUK DAN BAGIAN-BAGIANNYA
Disusun
oleh :
Iim
Mahayu Buana Kusuma Rini
(A1C215016)
Kelompok
VII A
Asisten
dosen :
Rahmaniah
Ulfah
Reza
Krisna Adhitama, S.Pd
Dosen
pengasuh :
Dra.
Hj. Sri
Amintarti M.Si
Maulana Khalid Riefani, S.Si, M.Sc
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
MARET
2016
PRAKTIKUM II
Topik : Daun Majemuk dan Bagian-bagiannya
Tujuan :
Mengenal macam-macam bentuk daun majemuk dan bagian-
bagiannya.
Hari/Tanggal : Kamis/ 10 Maret 2016
Tempat :
Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin
I.
ALAT DAN BAHAN
A. Alat-alat :
1. Baki/
nampan
2. Alat
tulis
B.
Bahan-bahan :
1. Daun
Kapuk (Ceiba petandra Gaertn)
2. Daun
Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima
Sw.)
3. Daun
Putri Malu (Mimosa pudica L)
4. Daun
Gamal (Gliricidia maculate L)
5. Daun
Jeruk (Citrus sp)
6. Daun
Dadap (Erythrine variegate)
7. Daun
Lamtoro (Leucaena glauca)
8. Daun
Tomat (Solamum licopersicum)
9. Daun
Asam (Tamarindus indica L)
10.Daun
Mawar (Rosa sp)
11.Daun
Angsana (Pteracarous indicus willd)
12.Daun
Trambesi (Samanea saman)
II. CARA
KERJA
1. Mengamati dan menentukan tipe daun
majemuk berdasarkan susunan anak daunnya : menyirip genap, menyirip ganjil,
menyirip genap ganda 1, menyirip ganda 2, menyirip beranak daun, majemuk bangun
daun kaki, majemuk campuran.
2. Mengamati bagian-bagian daun majemuk:
ibu tangkai daun (petiolus communis), tangkai
anak daun (petiololus), anak daun (foliolum).
3.
Mengamati alat-alat tambahan pada daun: daun penumpu dan lain-lain.
4.
Menggambar hasil pengamatan.
III.
DASAR TEORI
Suatu daun yang pada tangkainya bercabang-cabang,
dan pada tangkai ini baru terdapat helaian sehingga pada satu tangkai terdapat
lebih dari satu helaian daun dinamakan daun majemuk. Pada daun majemuk dapat
dibedakan menjadi ibu tangkai daun (petiolus
communis), tangkai anak daun (Petiololus),
anak daun (foliolum).
Berdasarkan susunan anak daun pada ibu
tangkainya, daun majemuk dapat di bedakan menjadi, yaitu:
A. Daun majemuk menyirip (Pinnatus)
Daun majemuk menyirip adalah daun
majemuk yang anak daunnya terdapat di kanan kiri ibu tangkai daun sehingga
tersusun seperti sirip pada ikan. Daun majemuk menyirip dapat dibedakan dalam
beberapa macam, yaitu:
1. Daun
majemuk menyirip beranak daun satu (unifoliolotus)
2. Daun
majemuk menyirip genap (abrupte pinnatus)
3. Daun
majemuk menyirip gasal (imparipinnatus)
B. Daun majemuk menjari (palmatus)
Daun
majemuk menjari adalah daun majemuk yang semua anak daunnya tersusun memencar
pada ujung ibu tangkai seperti letaknya jari-jari pada tangan. Berdasarkan
jumlah anak daunnya, daun majemuk menjari dapat dibedakan seperti berikut:
1. Beranak
daun dua (bifiliolotus)
2. Beranak
daun tiga (trifoliolotus)
3. Beranak
daun lima (quinquefoliolotus)
4. Beranak
daun tujuh (septemfoliolotus)
C. Daun majemuk bangun kaki (pedatus)
Daun
ini mempunyai susunan seperti daun majemuk menjari, tetapi dua anak daun yang
paling pinggir tidak duduk pada ibu tangkai, melainkan pada anak daun yang
disampingnya.
D. Daun majemuk campuran (digitato pinnatus)
Daun
majemuk campuran adalahsuatu daun majemuk ganda yang mempunyai cabang-cabang
ibu tangkai memencar seperti jari dan terdapat pada ujung ibu tangkai daun,
tetapi pada cabang-cabang ibu tangkai ini terdapat anak-anak daun yang tersusun
menyirip. Jadi daun majemuk campuran adalah campuran susunan yang menjari dan
menyirip.
IV. HASIL
PENGAMATAN
a. Tabel Hasil Pengamatan
|
No
|
Nama Daun
|
Tipe Daun Majemuk
|
Alat Tambahan
|
|
|
1.
|
Daun kapuk
|
Daun majemuk menjari beranak daun tujuh
|
―
|
|
|
2.
|
Daun kembang merak
|
Daun majemuk menyirip genap ganda
sempurna
|
Duri
|
|
|
3.
|
Daun putri malu
|
Daun majemuk campuran
|
Stipula axillaris
|
|
|
4.
|
Daun gamal
|
Daun majemuk meyirip gasal
|
―
|
|
|
5.
|
Daun jeruk
|
Daun majemuk menyirip beranak daun 1
|
Duri
|
|
|
6.
|
Daun dadap
|
Daun majemuk menjari beranak daun 3
|
Stipula
|
|
|
7.
|
Daun lamtoro
|
Daun majemuk menyirip genap ganda 2
dengan sempurna
|
―
|
|
|
8.
|
Daun tomat
|
Daun majemuk berselang-seling
|
―
|
|
|
9.
|
Daun asam
|
Daun majemuk menyirip genap
|
―
|
|
|
10.
|
Daun mawar
|
Daun majemuk menyirip gasal
|
Stipula adnatae dan vagina
|
|
|
11.
|
Daun angsana
|
Daun majemuk gasal berselang-seling
|
Stipula
|
|
|
12.
|
Daun trambesi
|
Daun majemuk menyirip ganda dua
|
―
|
|
b.
Gambar Hasil Pengamatan
1.
Daun Kapuk (Ceiba
petandra Gaetrn)
|
Anonim.A.2016.
|
|
Keterangan :
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ujung
daun
5. Tepi
daun
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
5
|
|
4
|
|
3
|
|
2
|
|
1
|
|
Keterangan :
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ujung
daun
5. Tepi
daun
|
|
Keterangan :
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ujung
daun
5. Tepi
daun
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
2. Daun Kembang Merak
(Caesalpinia pulcherrima Sw)
|
Keterangan :
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ujung
daun
5. Tepi
daun
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
|
1
|
|
3
|
|
2
|
|
4
|
|
5
|
|
1
|
|
5
|
|
4
|
|
3
|
|
2
|
|
Anonim.B.2016.
|
|
Keterangan :
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ujung
daun
5. Tepi
daun
|
|
Keterangan :
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ujung
daun
5. Tepi
daun
|
3.
Daun Putri Malu (Mimosa pudica L)
|
Keterangan :
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ujung
daun
5. Tepi
daun
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
Anonim.C.2016.
|
|
Keterangan :
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ujung
daun
5. Tepi
daun
|
|
Keterangan :
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ujung
daun
5. Tepi
daun
|
4.
Daun Gamal (Gliricidia
maculate L)
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Anak
daun
4. Helaian
daun
5. Cabang
tulang daun
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
5
|
|
4
|
|
3
|
|
2
|
|
1
|
|
Anonim.D.2016.
|
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Anak
daun
4. Helaian
daun
5. Cabang
tulang daun
|
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Anak
daun
4. Helaian
daun
5. Cabang
tulang daun
|
5.
Daun Jeruk (Citrus
sp)
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Anak
daun
3. Helaian
daun
4. Tepi
daun
5. Ibu
tulang daun
6. Ujung
daun
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
6
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
6
|
|
Anonim.E.2016.
|
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Anak
daun
3. Helaian
daun
4. Tepi
daun
5. Ibu
tulang daun
6. Ujung
daun
|
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Anak
daun
3. Helaian
daun
4. Tepi
daun
5. Ibu
tulang daun
6. Ujung
daun
|
6.
Daun Dadap (Erythrine
variegate)
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Helaian
daun
3. Ibu
tulang daun
4. Ujung
daun
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
Anonim.F.2016.
|
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Helaian
daun
3. Ibu
tulang daun
4. Ujung
daun
|
|
Keterangan :
1. Ibu
tangkai daun
2. Helaian
daun
3. Ibu
tulang daun
4. Ujung
daun
|
7.
Daun Lamtoro (Leucaena
glauca L)
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Anak
daun
3. Helaian
daun
|
|
Anonim.G.2016.
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Anak
daun
3. Helaian
daun
|
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Anak
daun
3. Helaian
daun
|
8.
Daun Tomat (Solamun
lycopersicum)
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ibu
tulang daun
5. Ujung
daun
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
Anonim.H.2016.
|
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ibu
tulang daun
5. Ujung
daun
|
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ibu
tulang daun
5. Ujung
daun
|
9.
Daun Asam (Tamarindua
indica L)
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Anak
daun
3. Helaian
daun
4. Ujung
daun
5. Tepi
daun
6. Ibu
tulang daun
7. Cabang
tulang daun
|
|
Anonim.I.2016.
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
6
|
|
7
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
6
|
|
7
|
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Anak
daun
3. Helaian
daun
4. Ujung
daun
5. Tepi
daun
6. Ibu
tulang daun
7. Cabang
tulang daun
|
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Anak
daun
3. Helaian
daun
4. Ujung
daun
5. Tepi
daun
6. Ibu
tulang daun
7. Cabang
tulang daun
|
10.
Daun Mawar (Rosa
sp)
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
|
Keterangan :
1. Cabang
tulang daun
2. Ibu
tulang daun
3. Tepi
daun
4. Ibu
tangkai daun
5. Anak
daun
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
Keterangan :
1. Cabang
tulang daun
2. Ibu
tulang daun
3. Tepi
daun
4. Ibu
tangkai daun
5. Anak
daun
|
|
Anonim.J.2016.
|
|
Keterangan :
1. Cabang
tulang daun
2. Ibu
tulang daun
3. Tepi
daun
4. Ibu
tangkai daun
5. Anak
daun
|
11.
Daun Angsana (Pteracarous
indicus willd)
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ibu
tulang daun
5. Ujung
daun
6. Tepi
daun
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
6
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
6
|
|
Anonim.K.2016.
|
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ibu
tulang daun
5. Ujung
daun
6. Tepi
daun
|
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ibu
tulang daun
5. Ujung
daun
6. Tepi
daun
|
12.
Daun Trambesi (Samanea
saman)
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ibu
tulang daun
5. Ujung
daun
|
|
Anonim.L.2016.
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
5
|
|
Dokumen
pribadi. 2016.
|
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ibu
tulang daun
5. Ujung
daun
|
|
Keterangan
:
1. Ibu
tangkai daun
2. Tangkai
anak daun
3. Helaian
daun
4. Ibu
tulang daun
5. Ujung
daun
|
V. ANALISIS DATA
1. Daun Kapuk
(Ceiba petandra Gaetrn)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Subdivisi : Spermatophyta
Class : Magnoliopsida
Subclass : Dilleniidae
Ordo : Malvales
Family : Malvaceae
Genus : Ceiba
Species : Ceiba
petandra Gaertn
(Sumber:
Cronquest. 1981)
Daun kapuk atau disebut juga daun randu
dari hasil pengamatan terlihat memiliki anak daun yang ganjil dengan jumlah 7
(septemfoliolotus). Pada daun kapuk bisa dilihat perbedaannya terutama tata
letak anak daun pada ibu tangkai daun, dengan susunan anak daun yang mememcar
pada ujung ibu tangkai seperti letak jari-jari yang terdapat pada tangan atau
disebut daun majemuk menjari (palmatus).
Anak daun pada tanaman kapuk berjumlah 7 buah. Tanaman ini mempunyai bangun
daun yang memanjang yaitu panjang : lebar = 2 ½ - 3:1. Daging daun pada kapuk
bersifat seperti kertas diantaranya tipis namun cukup tegar. Susunan pada tulang berbentuk bertulang
menyirip. Tepi daun berbentuk rata atau integer. Ujung daun atau apex foliinya
bersifat meruncing yaitu pada ujung yang runcing, tetapi titik pertemuan kedua
daunnya jauh lebih tinggi dari dugaan. Pangkal daun atau basis foliinya
berbentuk meruncing pula atau acuminatus.
2. Daun Kembang Merak
(Caesalpinia pulcherrima Sw)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Sub
class : Rosidae
Ordo : Fabales
Family : Caesalpiniaceae
Genus : Caesalpinia
Species : Caesalpinia
pulcherima (L) swartz
(Sumber: Cronquest. 1981)
Daun kembang merak pada dasarnya
mempunyai tipe daun yang majemuk menyirip ganda 2 sempurna (abrute pinnatus).
Dalam daun kembang merak ternyata terdapat duri yang letaknya dipunggung ibu
tangkai daun. Dimana terdapat daun majemuk yang anaknya bisa dikatakan daunnya
terdapat di sebelah kiri dan kanan ibu tangkai daun hal inilah yang membuat
susunan seperti sirip ikan, dilengkapi dengan jumlah anak daun yang genap serta
tidak ada satu anak daunpun yang duduk pada ibu tangkai daun. Anak daun pada
tanaman ini berbentuk membulat dan sepasang daun yang terdapat pada ujungnya tidak
menutup. Tangkai yang ada pada anak daun yaitu genap dan menyirip sejajar. Pada
setiap anak tangkai daun memiliki helaian anak daun yang menyirip.
3.
Daun Putri Malu (Mimosa pudica L)
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Class :
Magnoliopsida
Sub class : Rosidae
Ordo :
Fabales
Family :
Fabaceae
Genus :
Mimosa
Species :
Mimosa pudica L.
(Sumber : Cronquest.1981)
Tanaman daun putri malu memiliki
ciri-ciri dimana terdapat Stipula axillaris pada
batang. Batang daun putri malu bila diraba terasa agak kasar hal ini disebabkan
adanya bulu halus pada batangnya. Tanaman ini memiliki daun kecil yang
dikatakan majemuk, termasuk kedalam suku polong-polongan disertai dengan bunga
yang berbentuk bongkol. Daun putri malu atau yang dikenal dengan sikejut
merupakan daun majemuk campuran. Helaian anak daun terletak menyirip pada anak
tangkai, anak tangkai daun terletak secara menjari, dan anak daunnya berjumlah
genap. Bila diraba permukaan atas dan bawah terasa licin, daun berwarna hijau,
dibagian ujung tangkai terdapat sepasang anak daun yang menutup, dibagian ujung
anak daun runcing, tepi daun rata, dengan pangkal daun yang runcing.
4. Daun
Gamal (Gliricidia
maculate L)
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Class :
Magnoliopsida
Sub class :
Rosidae
Ordo :
Rosales
Family :
Gliricidiacedae
Genus :
Gliricidia
Species :
Gliricidia maculata L.
(Sumber : Cronquest. 1981)
Tanaman daun gamal memiliki tipe daun
majemuk menyirip gasal. Hal ini dapat terjadi karena pada daun gamal memiliki
ciri-ciri diantaranya yaitu, daun paling ujung pada tanaman gamal berbentuk
agak melebar serta membesar, mempunyai tepi daun yang rata dan ujung daun
runcing, anak-anak daunnya tersusun secara berselang-seling dengan jumlah yang
ganjil dan anak daun tersebut tersusun secara menyirip dengan anak daun yang
genap. Tanaman ini termasuk tumbuhan perdu yang memiliki banyak percabangan.
Tepi daun yang dimiliki tumbuhan gamal yaitu rata, ujungnya meruncing, disertai
pangkal daun yang membulat.
5.
Daun Jeruk (Citrus
sp)
Kingdom :
Magnoliophyta
Class :
Magnoliopsida
Sub class : Rosidae
Ordo :
Sapindales
Family :
Rutaceae
Genus :
Citrus
Species :
Citrus sp.
(Sumber : Cronquest. 1981)
Tanaman daun jeruk termasuk dalam tipe
daun yang majemuk menyirip beranak daun satu (unifoliolotus), karena hanya
memiliki satu anak daun. Dari hasil pengamatan, letak anak daun jeruk yaitu
pada satu tangkai tepatnya yaitu pada ibu tangkai daun, serta memiliki ibu
tulang daun yang sejajar antara anak daun yang besar dan kecil. Apabila dilihat
dengan sekilas, daun jeruk terlihat seperti daun tunggal. Akan tetapi bila
diamati dengan seksama maka akan terdapat tepi daun yan membelah dimana hal ini
akan membentuk daun yang kecil dekat dengan pangkal daunnya. Pada daun jeruk
ini memperlihatkan suatu persendian (articulatio), pada ibu tangkainya tidak
langsung terdapat helaian daun. Ujung daun jeruk meruncing, tepi daun
bergerigi, serta pangkal daunnya meruncing.
6.
Daun Dadap (Erythrine
variegate)
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Class :
Magnoliopsida
Sub class : Rosidae
Ordo :
Rosales
Family :
Leguminosae
Genus :
Erithrine
Species :
Erithrine variegate
(Sumber : Cronquest. 1981)
Tanaman dadap tipe daunnya merupakan Daun majemuk menjari beranak daun 3 (triofoliolatus). Tata letak daun pada
daun dadap tersusun menyirip pada kanan ibu tangkai daun dan pada ujung ibu
tangkai terdapat satu anak daun. Hal ini sesuai dengan ciri daun dadap yang
terdapat 3 anak daun tersususn secara memencar yaitu pada ibu tangkai seperti
halnya letak jari-jari pada tangan. Daun dadap mempunyai bagian daun seperti ibu
tangkai daun, tangkai anak daun,dan anak daun. Pangkal daun yang terdapat pada
daun dadap yaitu berlekuk, dengan tepi daun rata serta pertulangan daun yang
menyirip.
7.
Daun Lamtoro (Leucaena
glauca L)
Kingdom
: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class
: Magnoliopsida
Sub class : Rosidae
Ordo
: Fabales
Family
: Mimosaceae
Genus
: Leucaena
Species
: Leucaena glauca L.
(Sumber : Cronquest. 1981)
Dilihat dari tipe daunnya, pada
lamtoro termasuk dalam tipe daun majemuk menyirip genap ganda 2
dengan sempurna. Daun lamtoro dikatakan termasuk menyirip dikarenakan tata
letak anak tangkai daunnya duduk pada cabang tingkat satu dari ibu tangkai dan
bisa dikatakan genap sebab anak daunnya duduk secara berpasangan dengan anak
daun yang lain. Anak daun pada tanaman ini berbentuk
membulat dan sepasang daun yang terdapat pada ujungnya tidak menutup. Tangkai
yang ada pada anak daun yaitu genap dan menyirip sejajar. Pada setiap anak
tangkai daun memiliki helaian anak daun yang menyirip.
8.
Daun Tomat (Solamun
lycopersicum)
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Class
: Magnoliopsida
Sub class : Asteridae
Ordo
: Solanales
Family
: Solanaceae
Genus
: Solanum
Species
: Solanum lycopersicum
(Sumber : Cronquest. 1981)
Pada tanaman daun tomat jika diamati,
daun ini memiliki tipe daun majemuk yang berselang-seling (imparipinnatus).
Ketika dewasa, daun tomat majemuknya akan terlihat sangat jelas dimana pada
daun tomat anak-anak daunnya terletak berselang seling, yaitu anak daun pada
ibu tangkai berselang-seling pasangan anak daun terlihat lebar dilengkapi
dengan pasangan anak daun yang sempit. Terdapat pembesaran daun terutama
dibagian ujung ibu tangkai daun yang terjadi pada daun tomat.
9.
Daun Asam (Tamarindua
indica L)
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Class
: Magnoliopsida
Sub class : Rosidae
Ordo
: Fabales
Family
: Caesalpinaceae
Genus
: Tamarindus
Spesies
: Tamarindus indica L.
(Sumber : Cronquest. 1981)
Tanaman daun asam pada dasarna mempunyai
tipe daun majemuk menyirip genap (abrupte pinnatus). Dapat diamati dari daun
asam terdapat anak daun yang berpasang-pasangan baik dikanan maupun kiri ibu
tulang daun dengan jumlah anak daun selalu genap. Namun, karena tidak semua
anak daun didapati berpasangan maka untuk menentukan daun yang menyirip genap
atau tidak, bisa dilihat pada ujung ibu tangkainya. Apabila diujung ibu
tangkainya terputus, artinya pada ujung tangkai bebas atau kadang-kadang
tertutup oleh satu pucuk yang dikatakan mudah runtuh bisa dikatakan termasuk
daun majemuk menyirip genap. Memiliki
tepi daun yang rata, ujung daunnya membulat, serta pangkal daunnya membulat.
10. Daun Mawar (Rosa sp)
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Class
: Magnoliopsida
Sub class : Rosidae
Ordo
: Rosales
Family
: Rosaceae
Genus
: Rosa
Species
: Rosa sp
(Sumber : Cronquest. 1981)
Berdasarkan pengamatan dapat disimpulkan
pada daun mawar memiliki tipe daun majemuk menyirip gasal. Jumlah anak daun
pada tanaman mawar yaitu ganjil, letak duduk anak daunnya menyirip. Anak daun yang
letaknya diujung ibu tangkai daun disebut daun penumpu berupa Stipula adnatae serta dilengkapi juga dengan
upih (vagina). Daun penumpu pada daun mawar memiliki bentuk yang agak membesar.
Tepi anak daun mawar yaitu bergerigi, dengan ujung runcing, dan pangkal
meruncing.
11.
Daun Angsana (Pterocarpus
indicus willd)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class
: Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Family : Fabaceae
Sub
family : Papilionoideae
Genus : Pterocarpus
Species : Pterocarpus
indicus
(Sumber
: Yulianti Risda. 2013)
Daun angsana mempunyai tipe majemuk
gasal berselang-seling, terdapat aksesori pada daun angsana berupa daun penumpu
(stipula) yang berbentuk lanset. Memiliki tepi daun yang rata, daun berseling,
anak daun berbentuk bulat telur, memanjang, meruncing mengkilat, tandan bunga
dibagian ujung serta duduk diketiak, sedikit atau tidak memiliki cabang,
berambut coklat, dan berbunga banyak.
12.
Daun Trambesi (Samanea
saman)
Klasifikasi : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Divisi
: Magnoliophyta
Super divisi : Spermatophyta
Class
: Magnoliopsida
Sub class : Rosidae
Ordo
: Fabales
Family
: Fabaceae
Genus
: Samanea
Species
: Samanea saman
(Sumber : Yudha P.G. 2013)
Tanaman trambesi memiliki tipe daun
majemuk menyirip ganda dua. Dalam daun trambesi sendiri tidak memiliki tambahan
aksesori seperti duri, stipula, dan upih. Bentuk batang pada tanaman trambesi
tidak beraturan bahkan terkadang bengkok, menggelembung besar, daunnya termasuk
majemuk memiliki panjang tangkai sekitar 7-15 cm. Daun trambesi memiliki warna
hijau tua pada daunnya dengan tambahan pada permukaan daun dibagian bawah yang
terdapat warna seperti beludru yang apabila diraba terasa lembut.
VI. KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil pengamatan serta analisis data yang telah dilakukan, maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut:
1. Daun
majemuk seperti yang telah kita ketahui pada dasarnya dibagi atas empat bentuk
diantaranya: daun majemuk menyirip (pinnatus), daun majemuk menjari (palmatus),
daun majemuk bangun kaki (pedatus), dan yang terakhir adalah daun majemuk
campuran (digitato pinnatus).
2. Bagian-bagian
umum dari daun majemuk ada 3, yakni: ibu tangkai daun (petiolus communis),
tangkai anak daun (petiololus), dan anak daun (folium) serta sering kali
dilengkapi dengan alat-alat tambahan lain seperti duri dan daun penumpu.
3. Tipe
pada daun kapuk adalah daun majemuk menjari beranak daun tujuh
dan tidak memiliki alat tambahan.
4. Tipe daun kembang merak ialah daun majemuk menyirip genap ganda sempurna
dilengkapi dengan alat tambahan berupa duri.
5. Tipe daun pada putri malu daun majemuk campuran dan disertai alat tambahan
berupa stipula axillaris.
6. Tipe pada daun gamal daun majemuk menjari beranak daun 3 dan tidak memiliki
alat tambahan.
7. Tipe pada daun jeruk daun majemuk menyirip beranak daun 1 dilengkapi dengan
alat tambahan berupa duri.
8. Tipe daun dadap berupa daun majemuk menjari beranak daun 3 disertai alat
tambahan berupa stipula.
9. Tipe daun lamtoro berupa daun majemuk menyirip genap ganda 2 dengan
sempurna dan tidak disertai alat tambahan.
10.Tipe pada daun tomat berupa daun majemuk berselang-seling tidak ada alat
tambahan.
11.Tipe
pada daun asam ialah daun majemuk menyirip genap dan tidak
terdapat alat tambahan.
12.Tipe
daun mawar adalah Daun majemuk menyirip gasal dilengkapi Stipula
adnatae dan vagina.
13.Tipe
daun pada angsana daun majemuk gasal berselang-seling dan
disertai dengan alat tambahan berupa stipula.
14.Tipe daun pada trambesi adalah daun majemuk menyirip ganda dua serta tidak dilengkapi dengan alat
tambahan.
VII. DAFTAR PUSTAKA
Amintarti,
Sri dan Riefani K.M. 2016. Penuntun
Praktikum Morfologi Tumbuhan. PMIPA FKIP UNLAM: Banjarmasin.
Anonim
A. 2016. Daun Kapuk. Diakses melalui http://galeridaun.com.
Pada tanggal 15 Maret 2016.
Anonim B. 2016. Daun Kembang Merak. Diakses melalui http://galeridaun.
com. Pada tanggal 15 Maret 2016.
Anonim C. 2016. Daun Putri Malu. Diakses melalui http://googleimage
co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim D. 2016. Daun Gamal. Diakses melalui http://googleimage.
co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim E. 2016. Daun Jeruk. Diakses melalui http://googleimage
co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim F. 2016. Daun Dadap. Diakses melalui http://googleimage
co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim G. 2016. Daun Lamtoro. Diakses melalui http://googleimage
co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim H. 2016. Daun Tomat. Diakses melalui http://googleimage
co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim I. 2016. Daun Asam. Diakses melalui http://googleimage
co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim J. 2016. Daun Mawar. Diakses melalui http://googleimage
co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim K. 2016. Daun Angsana. Diakses melalui http://googleimage
co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Anonim L. 2016. Daun Trambesi. Diakses melalui http://googleimage
co.id. Pada tanggal 16 Maret 2016.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada
University Press: Yogyakarta.
Yudha P.G, dkk. 2013. Pertumbuhan Daun Angsana (Pterocarpus
indicus will) dan Akumulasi Logam Timbal (PB). Jurnal Biologi Universitas
Andalas. Vol 2 No (2).
Yulianti, Risda. 2013. Standardisasi Ekstrak Etanol Daun Angsana
(Pterocarpus indicus will). Diakses melalui http://ripositori.uinjkt. ac.id. Pada tanggal 18 September 2013.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar