Kamis, 12 Mei 2016

Makalah Darah (Biokimia)



 





TUGAS MAKALAH
BIOKIMIA (AKKC 223/ ABKC 2202*)
PERANAN BIOKIMIA DALAM KEHIDUPAN ORGANISME “DARAH”

DOSEN PENGASUH
Dra.Hj. Noorhidayati, M.SI
Drs. H. Hardiansyah, M.Si
Riya Irianti, S.Pd.,M.Pd

OLEH :
Iim Mahayu Buana Kusuma Rini
A1C215016

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
MEI
2016













KATA PENGANTAR


Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena berkatdan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan materi makalah ini yang berjudul “PERANAN BIOKIMIA DALAM KEHIDUPAN ORGANISME “DARAH” Dengan tepat waktu. Shalawat serta salam tidak lupa kita sanjungkan kepada nabi besar kita Muhammad Saw. Penulis menyadari pada dasarnya dalam pembuantan makalah ini tidak akan lepas dari berkat serta bantuan dan tuntutan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1.    Ibu Dra.Hj. Noorhidayati, M.Si, bapak Drs. H. Hardiansyah, M.Si, dan ibu Riya Irianti, S.Pd. M.Pd selaku dosen pengajar yang telah memberikan arahan kepada kami dalam rangka menyelesaikan makalah ini.
2.    Kepada teman-teman dan semua pihak yang tidak bias penulis sebutkan satu persatu.
Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, dalam penyusunan dan penulisan makalah ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan. Namun, sebagai manusia, penulis tidak luput dari yang namanya kesalahan baik dari segi teknik penulisan maupun dari segi tata bahasa. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun dari semua pihak guna penyempurnaan serta penulisan tugas kelompok ini dan untuk tugas-tugas selanjutnya.

Banjarmasin, 1 Mei 2016


    Penulis

DAFTAR ISI
Halaman



BAB I

PENDAHULUAN

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.
Pada serangga, darah (atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat dalam peredaran oksigen. Oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem trakea berupa saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke jaringan tubuh. Darah serangga mengangkut zat ke jaringan tubuh dan menyingkirkan bahan sisa metabolisme.
Pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata. Hemosianin, yang berwarna biru, mengandung tembaga, dan digunakan oleh hewan crustaceae. Cumi-cumi menggunakan vanadium kromagen (berwarna hijau muda, biru, atau kuning oranye).
Darah adalah cairan yang terdapat pada hewan tingkat tinggi yang berfungsi sebagai alat transportasi zat seperti oksigen, bahan hasil metabolisme tubuh, pertahanan tubuh dari serangan kuman, dan lain sebagainya. Beda halnya dengan tumbuhan, manusia dan hewan level tinggi punya system transportasi dengan darah. Darah merupakan suatu cairan yang sangat penting bagi manusia karena berfungsi sebagai alat transportasi serta memiliki banyak kegunaan lainnya untuk menunjang kehidupan. Tanpa darah yang cukup seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan dan bahkan dapat mengakibatkan kematian. Darah pada tubuh manusia mengandung 55% plasma darah (cairan darah) dan 45% sel-sel darah (darah padat). Jumlah darah yang ada pada tubuh kita yaitu sekitar sepertigabelas berat tubuh orang dewasa atau sekitar 4 atau 5 liter, (Anonim, 2012)
TEMPO Interaktif, Jakarta: Di saat penyakit menular belum teratasi di Indonesia, jumlah kasus penderita kanker justru meningkat. "Penderitanya sekitar 10 persen dari manusia dewasa dan kebanyakan perempuan," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama saat melepas sepeda gembira di halaman Departemen Kesehatan Ahad (15/3). Peningkatan kasus kematian akibat kanker meningkat dari 3,4 persen (1980) menjadi 6 persen (2001). Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menunjukkan prevalensi tumor di Indonesia adalah 4,3 per 1.000 penduduk. Kanker, berdasarkan riset, menjadi penyebab kematian nomor tujuh setelah stroke, tuberkulosis, hipertensi, cidera, perinatal dan diabetes mellitus. Tjandra menyatakan anak menjadi penderita kanker 4,9 persen dari semua usia. "Leukimia menjadi kasus tertinggi pada anak (33,7 persen). Data ini diperoleh dari registrasi kanker berbasis rumah sakit di Jakarta Tahun 2005. Adapun pada manusia dewasa, kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker hati menjadi tiga penyebab kematian terbesar. Tjandra mengatakan kanker disebabkan faktor risiko yang salah satunya kurang aktivitas. Perkiraan Badan Kesehatan Dunia (WHO), faktor obesitas dan kurang aktivitas fisik menyumbang 30 persen risiko kanker. Tahun 2015 diperkirakan 2,3 miliar orang dewasa akan mengalami masalah berat badan dan 700 juta di antaranya obesitas. Departemen Kesehatan, kata Tjandra, sudah memiliki program penanggulangan kanker nasional. Penanggulangan itu mulai dari hulu dan hilir yang salah satunya mengurangi faktor risiko. "Ya salah satunya dengan bersepeda ini," ujarnya. (DS).
Dalam penulisan makalah kali ini bertujuan untuk dapat memenuhi tujuan-tujuan yang dapat bermanfaat bagi para remaja dan para siswa dalam pemahamannya khususnya mengenai peranan biokimia dalam kehidupan organisme “darah”.
Adapun tujuan dilakukannya penulisan ini adalah:
1.      Mendeskripsikan pengertian darah?
2.      Bagaimanakah struktur, fungsi, dan susunan sel darah?
3.      Bagaimanakah penyakit leukimia dapat terjadi?
4.      Apa saja dampak penyakit leukimia terhadap tubuh manusia?
5.      Bagaimana gejala penyakit leukemia?
1.    Setelah melakukan penulisan ini, penulis berharap supaya siswa dapat menambah ilmu serta memperluas wawasannya mengenai darah.
2.    Selain itu, penulis juga berharap supaya siswa dapat mengetahui bahaimana struktur, fungsi, dan susunan sel darah.
3.    Kemudian, setelah mengetahui struktur dan fungsi dari darah, mahasiswa diharapkan mengetahui bagaimana penyakit leukimia dapat terjadi.
4.    Selain itu, mahasiswa perlu mengetahui apa saja dampak penyakit leukemia terhadap tubuh manusia.
5.    Berikutnya, mahasiswa juga perlu tahu bagaimana gejala penyakit leukemia.
Dalam metode penulisan makalah ini, penulis sebagai penyaji makalah menggunakan metode pendukung dalam setiap kalimat yang dimasukkan dalam makalah diantaranya adalah melalui media perpustakaan yang berasal dari buku-buku dan juga melalui metode lain yaitu melalui media internet.

BAB II

 PEMBAHASAN

Darah adalah jaringan cair yang terdsiri darai dua bagian, yakni bahan interseluler dan sejumlah bahan organik. Volume dari darah secara keseluruhan sekitar satu perdua belas dari berat badan atu lima liter, 55 persennya adalah cairan, sedangkan sisanya adalah sel darah. Plasma darah terdiri dari :
Air                     : 91 %
Protein               : 8 % (albumin, globulin, protrombin, dan fibrinogen)
Mineral               : 0,9 % (natrium khlorida, natrium bikarbonat, garam dari
   kalsium, fosfor, magnesium dan besi).
Gas (Oksigen dan Karbondioksida)
Hormon-hormon.
Enzim dan Antigen.
Sejumlah bahan organic (glucose, lemak, urea, asam urat, kreatinin, cholesterol dan asam amino).Volume darah konstan jika tubuh dakam keadaan sehat da diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan sampai batas tertentu.Sel darah terdiri dari tiga jenis yakni sel darah merah, sel darah putih dan butir pembeku. Jumlah normal darah atau jumlah sel setiap milimeter kubikdarah adalah kira-kira :
Sel Darah Merah 4.500.000 sampai 5.500.000 Rata-rata 5.000.000
Sel Darah Putuh 6.000 sampai 10.000 Rata-rata 8.000
Dengan susunan sebagai berikut :
Persen persen
Sel netrofil ……………………………….……….. 60 sampai 70 66
Sel eosinofil …………………………………….….1 sampai 4 3
Sel basofil…………………………………………..sampai 2 1
Limfosit (besar dan kecil)…………………………. 20 sampai 30 25
Monosit……………………………………………. 4 sampai 8 5
Jumlah 100
Trombosit 250.000 sampai 500.000 Rata-rata 8.000.
2.2.1        Struktur Darah
1.      Eritrosit
Dalam setiap 1 mm3 darah terdapat sekitar 5 juta eritrosit atau sekitar 99%, oleh karena itu setiap pada sediaan darah yang paling banyak menonjol adalah sel-sel tersebut. Dalam keadaan normal, eritrosit manusia berbentuk bikonkaf dengan diameter sekitar 7 -8 μm, tebal ± 2.6 μm dan tebal tengah ± 0.8 μm dan tanpa memiliki inti. Apabila diamati pada sediaan apus, ternyata sel-selnya berukuran hampir sama, kecuali pada penyakit darah tertentu akan mengalami penyimpangan baik dalam bentuk, ukuran dan pewarnaan. Eritrosit yang berukuran kurang dari 6 μm dinamakan mikrosit dan yang berukuran lebih dari normal (6 μm-12 μm) dinamakan makrosit.
2.      Leukosit
Leukosit adalah sel darah yang mengendung inti, disebut juga sel darah putih. Sebenarnya leukosit merupakan kelompok sel dari beberapa jenis. Untuk klasifikasinya didasarkan pada morfologi inti adanya struktur khusus dalam sitoplasmanya.
3.      Trombosit
Walaupun amanya menunjukan bahwa merupakan sebuah sel, namun sebenarnya tidak memenuhi syarat sebagai sebuah sel yang utuh karena tidak memiliki inti. Oleh karena itu dinamakan keping darah. Berbentuk sebagai keping-keping sitoplasma berukuran 2-5 μm lengkap dengan membran plasma yang mengelilinginya. Trombosit ini khusus terdapat dalam darah mamalia. Untuk menentkan jumlahnya, tidak begit mudah karena trombosit mempunyai kecendrungan untuk bergumpal. Diperkirakan jumlahnya sekitar 150-300ribu setiap μl, sedang umurnya sekitar 8 hari, (Maulida, 2009).
2.2.2        Fungsi Darah
1.      Eritrosit
Eritrosit mengandung protein yang sangat penting bagi fungsinya yaitu globin yang dikonjugasikan dengan pigmen hem membentuk hemoglobin untuk mengikat oksigen yang akan diedarkan keseluruh bagian tubuh.
2.      Leukosit
Leukosit atau sel darah putih mempunyai fungsi utama dalam system pertahanan. Untuk mengungkapkan keadaan kesehatan tubuh melalui sel-sel leukosit perlu diperhatikan mengenai jumlah dan morfologinya. Leukosit mempunyai peranan dalam pertahanan seluler dan humoral organisme terhadap zat-zat asingan. Didalam darah manusia, normal didapati jumlah leukosit rata-rata 6000-10000 sel/mm3, bila jumlahnya lebih dari 12000, keadaan ini disebut leukositosis, bilakurang dari 5000 disebut leukopenia.
3.      Trombosit
Fungsi utama trombosit adalah membantu pembekuan darah. Bila dinding pembuluh darah pecah, atau cedera, trombosit melekat pada daerah dinding pembuluh darah yang cedera itu, menjadi aktif dan membebaskan bahan kimia yang mengawali proses pembekuan darah yang sangat rumit. Setelah terbentuk bekuan darah, dan pendarahan berhenti, trombosit membantu retraksi bekuan, (Maulida, 2009).
Leukosit
Trombosit
Eritrosit
 










2.2.3        Susunan Sel Darah
Sel darah terdiri atas tiga jenis yakni sebagai berikut :
1.    Sel Darah Merah atau Eritrosit
Berupa cakram kecil bikonkaf, cekung pada kedua sisinya, nampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang jika dilihat dari samping. Berwarna kuning tua pucat jika dilihat satu per satu, namun berwarna merah jika dilihat dalam jumlah besar dan inilah yang memberi warna merah pada darah strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma, berisi massa hemoglobin. Hemoglobin adalah protein yang kaya akan zat besi. Jmlah hemoglobin dalam sel darah merah adalah kira-kira 15 gram setisp 100 ml darah.
Sel darah merah dibentuk alam sum-sum tulang terutama dai tulang pendek, pipih dan tak beraturan dari jaringan konselus pada ujung pipa dan sumsum dalam batang iga-iga dan dari sternum. Perkembangan sel darah merah dalam sumsum tulang melalui berbagai tahap yakni :
1.    Mula-mula besar dan berisi nucleus tetapi tidak ada hemoglobin.
2.    Mulai diiisi oleh hemoglobin.
3.    Kehilangan nukleusnya dan baru diedarkan ke dalam sirkulasi darah.
Rata-rata panjang hidup darah merah kira-kira 115 hari. Sel menjadi usang dan dihancurkan dalam sistema retikulo-endotelial, terutama dalam limpa dan hati bila terjadi pendarahan maka sel darah merah dan hemoglobinnya sebagai pembawa oksigen akan hilang.
2.    Sel Darah Putih atau Lekosit
Bentuknya lebih besar daripada sel darah merah, nam,un jumlahnya lebih sedikit daripada sel darah merah. Rupanya bening dan tidak berwarna. Terdapat 6.000 sampai 10.000 (rata-rata 8.000) sel darah putih dalam setiap millimeter.hampir 70 persen dari jumlah sel darah pitih merupakan granulosit atau sel polimorfonuklear. Terbentuk dalam sumsum merah tulang. Sel ini berisi sebuah nucleus yang berbelah banyak dan protoplasmanya berbulur, karena inilah disebut sel berbulir atau granulosit. Sel darah putih dikenal menurut sifatnya dalam pewarnaan yakni :
a.    Sel netrofil
Paling banyak dijumpai. Sel golongan inimewarnai dirinya dengan pewarna netral, atau campuran pewarna asam dan basa, dan tampak berwarna ungu.
b.    Sel eonisofil
Hanya sedikit dijumpai. Sel ini menyerap pewarna yang bersifat asam (eosin) dan kelihatan merah.
c.    Sel basofil
Menyerap pewarna basa dan menjadi biru.
d.   Limfosit
Membentuk 25 persen dari seluruh jumlah sel darah putih sel ini tidak memiliki gerak seperti amuba. Sel ini dibagi lagi dalam bentuk sel besar dan kecil.
Dengan kekuatan amubodinya sel darah putih dapat bergerak bebas di dalam dan dapat keluar pembuluh darah dan berjalan mengitari seluruh tubuh, sehingga dengan cara ini sel darah putih dapat :
1.    Mengepung daerah yang terkena infeksi atau cidera.
2.    Menangkap organisme hidup dan menghancurkannya.
3.    Menyingkirkan bahan lain seperti kotoran-kotoran, serpihan kayu, benang jahitan (catgut) dsb dengan cara yang sama.
4.    Sebagai tambahan granulosit memiliki enzim yang dapat memecah protein yang memungkinkan merusak jaringan hidup, menghancurkan dan membuangnya.
Dengan cara ini jaringan yang sakit atau terluka dapat dibuang dan penyembuhan dimungkinkan.
3.    Butir Pembeku atau Trombosit
Sel kecil kira-kira sepertiga ukuran sel darah merah. Terdapat 300.000 trombosit dalam setiap millimeter kubik darah. Peranannya penting dalam penggumpalan darah. Penggumpalan (koagulasi) darah dipercepat oleh :
  1. Panas yang sedikit lebih tinggi dari suhu badan.
  2. Kontak dengan bahan kasar seperti pinggiran yang kasar dari pembuluh darah yang rusak.
Penggumpalan (koagulasi) darah dipercepat oleh :
  1. Dingin.
  2. Kalau disimpan dalam tabung berlapis lilin di sebelah dalamnya, sebab darah memerlukan kontak dengan permukaan yang dapat menjadi basah oleh air sebelum dapat bergumpal, sedangkan paraffin tidak memiliki permukaanyang dapat basah oleh air.
  3. Dengan ditambah kalium sitrat atau natrium sitrat yang menyingkirkan garam kalsium yang dalam keadaan normal ada.

2.3       Terjadinya Penyakit Leukimia

Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (Bone marrow). Sumsum tulang atau Bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).
Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri.Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan bereproduksi kembali. Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan. Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor  yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia. v Radiasi Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi. Herediter, Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal. v Virus, Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.
Pajanan benzene yang melebihi ambang batas secara terus menerus dapat mempengaruhi jaringan darah, khususnya pada bagian sum-sum tulang. Akibatnya, akan terjadi gangguan lebih lanjut pada proses pembentukan sel darah merah, sel darah putih, keping darah, atau kombinasi antara ketiganya. Umumnya, akan terjadi pengurangan jumlah sel darah, namun pada beberapa kasus juga ditemui kerusakan permanen sum-sum tulang yang dapat mengakibatkan anemia aplastik dan leukemia (Hodgson, 2004 : 47).
Dampak kesehatan utama yang disebabkan oleh benzene adalah kanker, dikarenakan benzene adalah zat yang bersifat karsinogen bagi manusia. Lebih lanjut, kanker yang paling sering diderita akibat pajanan benzene adalah kanker darah (leukemia). Kasus kerusakan jaringan darah yang disebabkan oleh pajanan benzene telah dilaporkan sejak tahun 1897 (Santesson, 1897 dalam Rappaport, 2009). Sedangkan, bukti pertama yang menunjukkan bahwa benzene adalah penyebab leukemia ditemukan pada tahun 1928 (Delore dan Borgomano, 1928 dalam Rappaport, 2009). Kasus leukemia yang diakibatkan oleh pajanan benzene terus mengalami peningkatan hingga tahun 2009. Jumlah kasus yang dilaporkan dalam publikasi ilmiah telah mencapai lebih dari 2700 kasus hingga tahun 2009 (Rappaport, 2009 : 946).
Leukemia sendiri adalah salah satu jenis kanker darah dan sum-sum tulang. Leukemia dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
1.      Acute lymphocytic leukemia merupakan jenis leukemia yang banyak diderita oleh anak-anak dengan persentase sebesar 80% dan kebanyakan dari mereka berusia 3-7 tahun. ALL adalah jenis kanker yang dapat berkembang dengan pesat di dalam tubuh, dimana tubuh penderita akan menghasilkan sel darah putih (limfosit) yang belum matang dalam jumlah yang banyak, sehingga limfosit tersebut tidak dapat berfungsi secara normal untuk melawan zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
2.      Acute myeloid leukemia merupakan salah satu jenis leukemia yang biasa diderita oleh orang dewasa dan kebanyakan dari mereka berusia sekitar 65 tahun. Penderita jenis leukemia ini mempunyai sel darah abnormal di dalam sum-sum tulangnya, sehingga penderita akan mudah terserang penyakit dan rentan terhadap risiko pendarahan.
Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
1.    Anemia
Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).
2.    Pendarahan
Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).
3.    Terserang Infeksi
Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.
4.    Nyeri Tulang dan Persendian
Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.
5.    Nyeri Perut
Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.
6.    Pembekakan Kelenjar Lympa
Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.
7.    Kesulitan Bernafas (Dyspnea)
Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.
Penanganan kasus penyakit Leukemia biasanya dimulai dari gejala yang muncul, seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar penanganan dan pengobatan Leukemia bisa dilakukan dengan cara single ataupun gabungan dari beberapa metode dibawah ini:
  1. Chemotherapy/intrathecal medications
  2. Therapy Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan
  3. Transplantasi bone marrow (sumsum tulang)
  4. Pemberian obat-obatan tablet dan suntik
  5. Transfusi sel darah merah atau platelet.




BAB III

 PENUTUP

1.    Dalam kehidupan, setiap makhluk hidup pasti mempunyai struktur penyusun yang berperan penting. Kali ini hal yang penting bagi kehidupan manusia diantaranya adalah darah yang salah satunya berperan sebagai system transport dari tubuh.
2.    Darah memiliki beberapa peran penting lainnya yang bias diamati melalui struktur darah, fungsi darah, serta susunan sel pada darah. Serta darah sendiri dibagi menjadi 3 yaitu eritrosit, leukosit, dan trombosit.
3.    Seperti yang telah diketahui bahwasannya leukemia merupakan jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang.
4.    Dampak penyakit leukemia bagi tubuh manusia adalah akan terjadi gangguan lebih lanjut pada proses pembentukan sel darah merah, sel darah putih, keping darah, atau kombinasi antara ketiganya.
5.    Tanda dan gejala dari penyakit leukemia adalah anemia, pendarahan, terserang infeksi, nyeri tulang dan persendian, nyeri perut, pembengkakakn kelenjar lympa, dan kesulitan bernafas.
Dengan mengetahui tentang hal ini penulis menyarakan kepada  masyarakat untuk lebih waspada pada hal-hal disekitar kehidupan kita salah satunya dalam tubuh kita apalagi kesehatan tentang darah kita sendiri. Selain itu masyarakat juga di harapkan untuk menjaga pola hidup serta perilaku kesehatannya. Setelah mengetahui tentang ini semua masyarakat dapat memahami bagaimana cara penanganannya. Jika ada sesuatu kelainan dalam tubuh kita diharapkan segeralah untuk pergi ke dokter.

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim. (2012). Penyakit Darah. Diakses melalui https://condrain. blogspot. com. Pada tanggal 04 Mei 2012.
Hodgson, Ernest. (2004) A Textbook Of Modern Toxicology Third Edition. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
Maulida. (2009). Struktur dan Fungsi Darah. Diakses melalui https://maulidasci. blogspot. co.id. Pada tanggal 05 November 2009.
Rappaport, Stephen M. (2009). Evidence That Humans Metabolize Benzene Via Two Pathways , Environmental Health Pervectives, Vol. 117 No. 6 Hlm: 946-952.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar