TUGAS MAKALAH
BIOKIMIA
(AKKC 223/ ABKC 2202*)
PERANAN
BIOKIMIA DALAM KEHIDUPAN ORGANISME “DARAH”
DOSEN PENGASUH
Dra.Hj. Noorhidayati, M.SI
Drs. H. Hardiansyah, M.Si
Riya Irianti,
S.Pd.,M.Pd
OLEH :
Iim Mahayu Buana Kusuma Rini
A1C215016
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN
IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
MEI
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena
berkatdan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan materi makalah ini
yang berjudul “PERANAN BIOKIMIA DALAM
KEHIDUPAN ORGANISME “DARAH” Dengan tepat waktu. Shalawat serta salam tidak
lupa kita sanjungkan kepada nabi besar kita Muhammad Saw. Penulis menyadari
pada dasarnya dalam pembuantan makalah ini tidak akan lepas dari berkat serta
bantuan dan tuntutan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai
pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1.
Ibu
Dra.Hj. Noorhidayati, M.Si, bapak Drs. H. Hardiansyah, M.Si, dan ibu Riya
Irianti, S.Pd. M.Pd selaku dosen pengajar yang telah memberikan arahan kepada
kami dalam rangka menyelesaikan makalah ini.
2.
Kepada
teman-teman dan semua pihak yang tidak bias penulis sebutkan satu persatu.
Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, dalam
penyusunan dan penulisan makalah ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin
sesuai dengan kemampuan. Namun, sebagai manusia, penulis tidak luput dari yang
namanya kesalahan baik dari segi teknik penulisan maupun dari segi tata bahasa.
Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun
dari semua pihak guna penyempurnaan serta penulisan tugas kelompok ini dan
untuk tugas-tugas selanjutnya.
Banjarmasin, 1 Mei 2016
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman
BAB
I
PENDAHULUAN
Darah adalah cairan yang
terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang
berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh,
mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan
juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah
medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato-
yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.
Pada serangga, darah
(atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat dalam
peredaran oksigen. Oksigen
pada serangga diedarkan melalui sistem trakea berupa saluran-saluran yang
menyalurkan udara secara langsung ke jaringan tubuh. Darah serangga mengangkut
zat ke jaringan tubuh dan menyingkirkan bahan sisa metabolisme.
Pada
hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke jaringan
tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang
berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang
atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung
meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara
bebas. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan
terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata. Hemosianin, yang berwarna
biru, mengandung tembaga, dan digunakan oleh hewan crustaceae. Cumi-cumi
menggunakan vanadium kromagen (berwarna hijau muda,
biru, atau kuning oranye).
Darah adalah cairan yang terdapat pada hewan tingkat
tinggi yang berfungsi sebagai alat transportasi zat seperti oksigen, bahan
hasil metabolisme tubuh, pertahanan tubuh dari serangan kuman, dan lain
sebagainya. Beda halnya dengan tumbuhan, manusia dan hewan level tinggi punya
system transportasi dengan darah. Darah merupakan suatu cairan yang sangat
penting bagi manusia karena berfungsi sebagai alat transportasi serta memiliki
banyak kegunaan lainnya untuk menunjang kehidupan. Tanpa darah yang cukup
seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan dan bahkan dapat mengakibatkan
kematian. Darah pada tubuh manusia mengandung 55% plasma darah (cairan darah)
dan 45% sel-sel darah (darah padat). Jumlah darah yang ada pada tubuh kita
yaitu sekitar sepertigabelas berat tubuh orang dewasa atau sekitar 4 atau 5
liter, (Anonim, 2012)
TEMPO Interaktif, Jakarta: Di saat penyakit menular
belum teratasi di Indonesia, jumlah kasus penderita kanker justru meningkat.
"Penderitanya sekitar 10 persen dari manusia dewasa dan kebanyakan
perempuan," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama saat melepas sepeda gembira di
halaman Departemen Kesehatan Ahad (15/3). Peningkatan kasus kematian akibat
kanker meningkat dari 3,4 persen (1980) menjadi 6 persen (2001). Riset
Kesehatan Dasar tahun 2007 menunjukkan prevalensi tumor di Indonesia adalah 4,3
per 1.000 penduduk. Kanker, berdasarkan riset, menjadi penyebab kematian nomor
tujuh setelah stroke, tuberkulosis, hipertensi, cidera, perinatal dan diabetes
mellitus. Tjandra menyatakan anak menjadi penderita kanker 4,9 persen dari
semua usia. "Leukimia menjadi kasus tertinggi pada anak (33,7 persen).
Data ini diperoleh dari registrasi kanker berbasis rumah sakit di Jakarta Tahun
2005. Adapun pada manusia dewasa, kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker
hati menjadi tiga penyebab kematian terbesar. Tjandra mengatakan kanker
disebabkan faktor risiko yang salah satunya kurang aktivitas. Perkiraan Badan
Kesehatan Dunia (WHO), faktor obesitas dan kurang aktivitas fisik menyumbang 30
persen risiko kanker. Tahun 2015 diperkirakan 2,3 miliar orang dewasa akan
mengalami masalah berat badan dan 700 juta di antaranya obesitas. Departemen
Kesehatan, kata Tjandra, sudah memiliki program penanggulangan kanker nasional.
Penanggulangan itu mulai dari hulu dan hilir yang salah satunya mengurangi
faktor risiko. "Ya salah satunya dengan bersepeda ini," ujarnya. (DS).
Dalam penulisan makalah
kali ini bertujuan untuk dapat memenuhi tujuan-tujuan yang dapat bermanfaat
bagi para remaja dan para siswa dalam pemahamannya khususnya mengenai peranan
biokimia dalam kehidupan organisme “darah”.
Adapun tujuan dilakukannya
penulisan ini adalah:
1.
Mendeskripsikan pengertian darah?
2.
Bagaimanakah struktur, fungsi, dan susunan
sel darah?
3.
Bagaimanakah penyakit leukimia dapat terjadi?
4.
Apa saja dampak penyakit leukimia terhadap
tubuh manusia?
5.
Bagaimana gejala penyakit leukemia?
1.
Setelah melakukan penulisan ini, penulis
berharap supaya siswa dapat menambah ilmu serta memperluas wawasannya mengenai
darah.
2.
Selain itu, penulis juga berharap supaya
siswa dapat mengetahui bahaimana struktur, fungsi, dan susunan sel darah.
3.
Kemudian, setelah mengetahui struktur dan
fungsi dari darah, mahasiswa diharapkan mengetahui bagaimana penyakit leukimia
dapat terjadi.
4.
Selain itu, mahasiswa perlu mengetahui apa
saja dampak penyakit leukemia terhadap tubuh manusia.
5.
Berikutnya, mahasiswa juga perlu tahu
bagaimana gejala penyakit leukemia.
Dalam metode penulisan
makalah ini, penulis sebagai penyaji makalah menggunakan metode pendukung dalam
setiap kalimat yang dimasukkan dalam makalah diantaranya adalah melalui media
perpustakaan yang berasal dari buku-buku dan juga melalui metode lain yaitu
melalui media internet.
BAB II
PEMBAHASAN
Darah
adalah jaringan cair yang terdsiri darai dua bagian, yakni bahan interseluler
dan sejumlah bahan organik. Volume dari darah secara keseluruhan sekitar satu
perdua belas dari berat badan atu lima liter, 55 persennya adalah cairan,
sedangkan sisanya adalah sel darah. Plasma darah terdiri dari :
Air
: 91 %
Protein
: 8 % (albumin, globulin, protrombin, dan fibrinogen)
Mineral : 0,9 % (natrium khlorida, natrium bikarbonat,
garam dari
kalsium, fosfor, magnesium dan besi).
Gas (Oksigen dan Karbondioksida)
Hormon-hormon.
Enzim dan Antigen.
Sejumlah
bahan organic (glucose, lemak, urea, asam urat, kreatinin, cholesterol dan asam
amino).Volume darah konstan jika tubuh dakam keadaan sehat da diatur oleh
tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan sampai batas
tertentu.Sel darah terdiri dari tiga jenis yakni sel darah merah, sel darah
putih dan butir pembeku. Jumlah normal darah atau jumlah sel setiap milimeter
kubikdarah adalah kira-kira :
Sel Darah Merah 4.500.000 sampai 5.500.000 Rata-rata 5.000.000
Sel Darah Putuh 6.000 sampai 10.000 Rata-rata 8.000
Dengan susunan sebagai berikut :
Persen persen
Sel netrofil ……………………………….……….. 60 sampai 70 66
Sel eosinofil …………………………………….….1 sampai 4 3
Sel basofil…………………………………………..sampai 2 1
Limfosit (besar dan kecil)…………………………. 20 sampai 30 25
Monosit……………………………………………. 4 sampai 8 5
Jumlah 100
Trombosit
250.000 sampai 500.000 Rata-rata 8.000.
2.2.1
Struktur Darah
1.
Eritrosit
Dalam setiap 1 mm3 darah terdapat sekitar 5 juta eritrosit atau sekitar 99%, oleh karena itu setiap pada sediaan darah yang paling banyak menonjol adalah sel-sel tersebut. Dalam keadaan normal, eritrosit manusia berbentuk bikonkaf dengan diameter sekitar 7 -8 μm, tebal ± 2.6 μm dan tebal tengah ± 0.8 μm dan tanpa memiliki inti. Apabila diamati pada sediaan apus, ternyata sel-selnya berukuran hampir sama, kecuali pada penyakit darah tertentu akan mengalami penyimpangan baik dalam bentuk, ukuran dan pewarnaan. Eritrosit yang berukuran kurang dari 6 μm dinamakan mikrosit dan yang berukuran lebih dari normal (6 μm-12 μm) dinamakan makrosit.
Dalam setiap 1 mm3 darah terdapat sekitar 5 juta eritrosit atau sekitar 99%, oleh karena itu setiap pada sediaan darah yang paling banyak menonjol adalah sel-sel tersebut. Dalam keadaan normal, eritrosit manusia berbentuk bikonkaf dengan diameter sekitar 7 -8 μm, tebal ± 2.6 μm dan tebal tengah ± 0.8 μm dan tanpa memiliki inti. Apabila diamati pada sediaan apus, ternyata sel-selnya berukuran hampir sama, kecuali pada penyakit darah tertentu akan mengalami penyimpangan baik dalam bentuk, ukuran dan pewarnaan. Eritrosit yang berukuran kurang dari 6 μm dinamakan mikrosit dan yang berukuran lebih dari normal (6 μm-12 μm) dinamakan makrosit.
2.
Leukosit
Leukosit adalah sel darah yang mengendung inti, disebut juga sel darah putih. Sebenarnya leukosit merupakan kelompok sel dari beberapa jenis. Untuk klasifikasinya didasarkan pada morfologi inti adanya struktur khusus dalam sitoplasmanya.
Leukosit adalah sel darah yang mengendung inti, disebut juga sel darah putih. Sebenarnya leukosit merupakan kelompok sel dari beberapa jenis. Untuk klasifikasinya didasarkan pada morfologi inti adanya struktur khusus dalam sitoplasmanya.
3.
Trombosit
Walaupun amanya menunjukan bahwa merupakan sebuah sel, namun sebenarnya tidak memenuhi syarat sebagai sebuah sel yang utuh karena tidak memiliki inti. Oleh karena itu dinamakan keping darah. Berbentuk sebagai keping-keping sitoplasma berukuran 2-5 μm lengkap dengan membran plasma yang mengelilinginya. Trombosit ini khusus terdapat dalam darah mamalia. Untuk menentkan jumlahnya, tidak begit mudah karena trombosit mempunyai kecendrungan untuk bergumpal. Diperkirakan jumlahnya sekitar 150-300ribu setiap μl, sedang umurnya sekitar 8 hari, (Maulida, 2009).
Walaupun amanya menunjukan bahwa merupakan sebuah sel, namun sebenarnya tidak memenuhi syarat sebagai sebuah sel yang utuh karena tidak memiliki inti. Oleh karena itu dinamakan keping darah. Berbentuk sebagai keping-keping sitoplasma berukuran 2-5 μm lengkap dengan membran plasma yang mengelilinginya. Trombosit ini khusus terdapat dalam darah mamalia. Untuk menentkan jumlahnya, tidak begit mudah karena trombosit mempunyai kecendrungan untuk bergumpal. Diperkirakan jumlahnya sekitar 150-300ribu setiap μl, sedang umurnya sekitar 8 hari, (Maulida, 2009).
2.2.2
Fungsi Darah
1. Eritrosit
Eritrosit mengandung protein yang sangat penting bagi fungsinya yaitu globin yang dikonjugasikan dengan pigmen hem membentuk hemoglobin untuk mengikat oksigen yang akan diedarkan keseluruh bagian tubuh.
Eritrosit mengandung protein yang sangat penting bagi fungsinya yaitu globin yang dikonjugasikan dengan pigmen hem membentuk hemoglobin untuk mengikat oksigen yang akan diedarkan keseluruh bagian tubuh.
2. Leukosit
Leukosit atau sel darah putih mempunyai fungsi utama dalam system pertahanan. Untuk mengungkapkan keadaan kesehatan tubuh melalui sel-sel leukosit perlu diperhatikan mengenai jumlah dan morfologinya. Leukosit mempunyai peranan dalam pertahanan seluler dan humoral organisme terhadap zat-zat asingan. Didalam darah manusia, normal didapati jumlah leukosit rata-rata 6000-10000 sel/mm3, bila jumlahnya lebih dari 12000, keadaan ini disebut leukositosis, bilakurang dari 5000 disebut leukopenia.
Leukosit atau sel darah putih mempunyai fungsi utama dalam system pertahanan. Untuk mengungkapkan keadaan kesehatan tubuh melalui sel-sel leukosit perlu diperhatikan mengenai jumlah dan morfologinya. Leukosit mempunyai peranan dalam pertahanan seluler dan humoral organisme terhadap zat-zat asingan. Didalam darah manusia, normal didapati jumlah leukosit rata-rata 6000-10000 sel/mm3, bila jumlahnya lebih dari 12000, keadaan ini disebut leukositosis, bilakurang dari 5000 disebut leukopenia.
3. Trombosit
Fungsi utama trombosit adalah membantu pembekuan darah. Bila dinding pembuluh darah pecah, atau cedera, trombosit melekat pada daerah dinding pembuluh darah yang cedera itu, menjadi aktif dan membebaskan bahan kimia yang mengawali proses pembekuan darah yang sangat rumit. Setelah terbentuk bekuan darah, dan pendarahan berhenti, trombosit membantu retraksi bekuan, (Maulida, 2009).
Fungsi utama trombosit adalah membantu pembekuan darah. Bila dinding pembuluh darah pecah, atau cedera, trombosit melekat pada daerah dinding pembuluh darah yang cedera itu, menjadi aktif dan membebaskan bahan kimia yang mengawali proses pembekuan darah yang sangat rumit. Setelah terbentuk bekuan darah, dan pendarahan berhenti, trombosit membantu retraksi bekuan, (Maulida, 2009).
Leukosit
|
Trombosit
|
Eritrosit
|
2.2.3
Susunan Sel Darah
Sel
darah terdiri atas tiga jenis yakni sebagai berikut :
1. Sel Darah Merah atau Eritrosit
Berupa cakram kecil bikonkaf,
cekung pada kedua sisinya, nampak seperti dua buah bulan sabit yang saling
bertolak belakang jika dilihat dari samping. Berwarna kuning tua pucat jika
dilihat satu per satu, namun berwarna merah jika dilihat dalam jumlah besar dan
inilah yang memberi warna merah pada darah strukturnya terdiri atas pembungkus
luar atau stroma, berisi massa hemoglobin. Hemoglobin adalah protein yang kaya
akan zat besi. Jmlah hemoglobin dalam sel darah merah adalah kira-kira 15 gram setisp
100 ml darah.
Sel darah merah dibentuk alam
sum-sum tulang terutama dai tulang pendek, pipih dan tak beraturan dari
jaringan konselus pada ujung pipa dan sumsum dalam batang iga-iga dan dari
sternum. Perkembangan sel darah merah dalam sumsum tulang melalui berbagai
tahap yakni :
1.
Mula-mula besar dan
berisi nucleus tetapi tidak ada hemoglobin.
2.
Mulai diiisi oleh
hemoglobin.
3.
Kehilangan nukleusnya
dan baru diedarkan ke dalam sirkulasi darah.
Rata-rata panjang hidup darah
merah kira-kira 115 hari. Sel menjadi usang dan dihancurkan dalam sistema
retikulo-endotelial, terutama dalam limpa dan hati bila terjadi pendarahan maka
sel darah merah dan hemoglobinnya sebagai pembawa oksigen akan hilang.
2.
Sel Darah Putih atau
Lekosit
Bentuknya lebih besar daripada sel
darah merah, nam,un jumlahnya lebih sedikit daripada sel darah merah. Rupanya
bening dan tidak berwarna. Terdapat 6.000 sampai 10.000 (rata-rata 8.000) sel
darah putih dalam setiap millimeter.hampir 70 persen dari jumlah sel darah
pitih merupakan granulosit atau sel polimorfonuklear. Terbentuk dalam sumsum
merah tulang. Sel ini berisi sebuah nucleus yang berbelah banyak dan
protoplasmanya berbulur, karena inilah disebut sel berbulir atau granulosit.
Sel darah putih dikenal menurut sifatnya dalam pewarnaan yakni :
a.
Sel netrofil
Paling banyak dijumpai. Sel golongan inimewarnai
dirinya dengan pewarna netral, atau campuran pewarna asam dan basa, dan tampak
berwarna ungu.
b.
Sel eonisofil
Hanya sedikit dijumpai. Sel ini menyerap pewarna yang
bersifat asam (eosin) dan kelihatan merah.
c.
Sel basofil
Menyerap pewarna basa dan menjadi biru.
d.
Limfosit
Membentuk 25 persen dari seluruh jumlah sel darah
putih sel ini tidak memiliki gerak seperti amuba. Sel ini dibagi lagi dalam
bentuk sel besar dan kecil.
Dengan kekuatan amubodinya sel
darah putih dapat bergerak bebas di dalam dan dapat keluar pembuluh darah dan
berjalan mengitari seluruh tubuh, sehingga dengan cara ini sel darah putih
dapat :
1.
Mengepung daerah yang terkena infeksi atau cidera.
2.
Menangkap organisme hidup dan menghancurkannya.
3.
Menyingkirkan bahan
lain seperti kotoran-kotoran, serpihan kayu, benang jahitan (catgut) dsb dengan
cara yang sama.
4.
Sebagai tambahan
granulosit memiliki enzim yang dapat memecah protein yang memungkinkan merusak
jaringan hidup, menghancurkan dan membuangnya.
Dengan cara ini jaringan yang sakit atau terluka dapat dibuang dan
penyembuhan dimungkinkan.
3.
Butir Pembeku atau
Trombosit
Sel kecil kira-kira sepertiga
ukuran sel darah merah. Terdapat 300.000 trombosit dalam setiap millimeter
kubik darah. Peranannya penting dalam penggumpalan darah. Penggumpalan
(koagulasi) darah dipercepat oleh :
- Panas yang sedikit lebih tinggi dari suhu badan.
- Kontak dengan bahan kasar seperti pinggiran yang kasar dari pembuluh darah yang rusak.
Penggumpalan (koagulasi) darah dipercepat
oleh :
- Dingin.
- Kalau disimpan dalam tabung berlapis lilin di sebelah dalamnya, sebab darah memerlukan kontak dengan permukaan yang dapat menjadi basah oleh air sebelum dapat bergumpal, sedangkan paraffin tidak memiliki permukaanyang dapat basah oleh air.
- Dengan ditambah kalium sitrat atau natrium sitrat yang menyingkirkan garam kalsium yang dalam keadaan normal ada.
2.3 Terjadinya Penyakit Leukimia
Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang
menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (Bone marrow).
Sumsum tulang atau Bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type
sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh
melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan
platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).
Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa
kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah
memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal.
Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau
ada tempat bagi sel darah itu sendiri.Tubuh manusia akan memberikan
tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan bereproduksi kembali.
Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada
tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol
(abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah
perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila
berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi
seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena
penyakit infeksi, anemia dan perdarahan. Sampai saat ini penyebab penyakit
leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya
leukemia. v Radiasi Hal ini ditunjang
dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa
Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan
radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban
hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah
diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan
seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan
untuk kemoterapi. Herediter, Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia
akut 20 kali lebih besar dari orang normal. v Virus, Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti
retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.
Pajanan benzene
yang melebihi ambang batas secara terus menerus dapat mempengaruhi jaringan
darah, khususnya pada bagian sum-sum tulang. Akibatnya, akan terjadi gangguan
lebih lanjut pada proses pembentukan sel darah merah, sel darah putih, keping
darah, atau kombinasi antara ketiganya. Umumnya, akan terjadi pengurangan
jumlah sel darah, namun pada beberapa kasus juga ditemui kerusakan permanen
sum-sum tulang yang dapat mengakibatkan anemia aplastik dan leukemia (Hodgson,
2004 : 47).
Dampak kesehatan
utama yang disebabkan oleh benzene adalah kanker, dikarenakan benzene adalah
zat yang bersifat karsinogen bagi manusia. Lebih lanjut, kanker yang paling
sering diderita akibat pajanan benzene adalah kanker darah (leukemia). Kasus
kerusakan jaringan darah yang disebabkan oleh pajanan benzene telah dilaporkan
sejak tahun 1897 (Santesson, 1897 dalam Rappaport, 2009). Sedangkan, bukti
pertama yang menunjukkan bahwa benzene adalah penyebab leukemia ditemukan pada
tahun 1928 (Delore dan Borgomano, 1928 dalam Rappaport, 2009). Kasus leukemia
yang diakibatkan oleh pajanan benzene terus mengalami peningkatan hingga tahun
2009. Jumlah kasus yang dilaporkan dalam publikasi ilmiah telah mencapai lebih
dari 2700 kasus hingga tahun 2009 (Rappaport, 2009 : 946).
Leukemia sendiri
adalah salah satu jenis kanker darah dan sum-sum tulang. Leukemia dapat
dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
1. Acute lymphocytic leukemia merupakan jenis
leukemia yang banyak diderita oleh anak-anak dengan persentase sebesar 80% dan
kebanyakan dari mereka berusia 3-7 tahun. ALL adalah jenis kanker yang dapat
berkembang dengan pesat di dalam tubuh, dimana tubuh penderita akan
menghasilkan sel darah putih (limfosit) yang belum matang dalam jumlah yang
banyak, sehingga limfosit tersebut tidak dapat berfungsi secara normal untuk
melawan zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
2. Acute myeloid leukemia merupakan salah satu
jenis leukemia yang biasa diderita oleh orang dewasa dan kebanyakan dari mereka
berusia sekitar 65 tahun. Penderita jenis leukemia ini mempunyai sel darah
abnormal di dalam sum-sum tulangnya, sehingga penderita akan mudah terserang
penyakit dan rentan terhadap risiko pendarahan.
Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya
berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan
sebagai berikut:
1.
Anemia
Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).
Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).
2.
Pendarahan
Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).
Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).
3.
Terserang Infeksi
Sel darah putih berperan sebagai pelindung
daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia,
sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak
berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi
virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam,
keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.
4.
Nyeri Tulang dan Persendian
Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum
tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.
5.
Nyeri Perut
Nyeri perut juga merupakan salah satu
indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ
ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini
dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan
penderita leukemia.
6.
Pembekakan Kelenjar Lympa
Penderita kemungkinan besar mengalami
pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan
lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul
disini dan menyebabkan pembengkakan.
7.
Kesulitan Bernafas (Dyspnea)
Penderita mungkin menampakkan gejala
kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera
mendapatkan pertolongan medis.
Penanganan kasus penyakit Leukemia biasanya dimulai dari
gejala yang muncul, seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar
penanganan dan pengobatan Leukemia bisa dilakukan dengan cara single ataupun
gabungan dari beberapa metode dibawah ini:
- Chemotherapy/intrathecal medications
- Therapy Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan
- Transplantasi bone marrow (sumsum tulang)
- Pemberian obat-obatan tablet dan suntik
- Transfusi sel darah merah atau platelet.
BAB III
PENUTUP
1.
Dalam
kehidupan, setiap makhluk hidup pasti mempunyai struktur penyusun yang berperan
penting. Kali ini hal yang penting bagi kehidupan manusia diantaranya adalah
darah yang salah satunya berperan sebagai system transport dari tubuh.
2.
Darah
memiliki beberapa peran penting lainnya yang bias diamati melalui struktur
darah, fungsi darah, serta susunan sel pada darah. Serta darah sendiri dibagi
menjadi 3 yaitu eritrosit, leukosit, dan trombosit.
3.
Seperti
yang telah diketahui bahwasannya leukemia merupakan jenis penyakit kanker yang
menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang.
4.
Dampak
penyakit leukemia bagi tubuh manusia adalah akan terjadi gangguan lebih lanjut
pada proses pembentukan sel darah merah, sel darah putih, keping darah, atau
kombinasi antara ketiganya.
5.
Tanda
dan gejala dari penyakit leukemia adalah anemia, pendarahan, terserang infeksi,
nyeri tulang dan persendian, nyeri perut, pembengkakakn kelenjar lympa, dan
kesulitan bernafas.
Dengan mengetahui tentang
hal ini penulis menyarakan kepada masyarakat
untuk lebih waspada pada hal-hal disekitar kehidupan kita salah satunya dalam
tubuh kita apalagi kesehatan tentang darah kita sendiri. Selain itu masyarakat
juga di harapkan untuk menjaga pola hidup serta perilaku kesehatannya. Setelah
mengetahui tentang ini semua masyarakat dapat memahami bagaimana cara
penanganannya. Jika ada sesuatu kelainan dalam tubuh kita diharapkan segeralah
untuk pergi ke dokter.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
(2012). Penyakit Darah. Diakses melalui https://condrain. blogspot.
com. Pada tanggal 04 Mei 2012.
Hodgson,
Ernest. (2004) A Textbook Of Modern Toxicology Third Edition. New Jersey:
John Wiley & Sons, Inc.
Maulida. (2009). Struktur dan Fungsi Darah. Diakses
melalui https://maulidasci. blogspot. co.id. Pada tanggal 05 November 2009.
Rappaport,
Stephen M. (2009). Evidence That Humans Metabolize Benzene Via Two Pathways ,
Environmental Health Pervectives, Vol. 117 No. 6 Hlm: 946-952.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar