Sabtu, 21 Mei 2016

ARTHROPODA





TUGAS MAKALAH
ZOOLOGI INVERTEBRATA (AKKC 222/ ABKC 2201*)
“ARTHROPODA”

Disusun Oleh:
Kelompok 5
Iim Mahayu Buana Kusuma Rini        
(A1C215016)

Dosen Pengasuh
Drs. Bunda Halang, M.T
Mahruddin, S.Pd, M.Pd
Drs. Dharmono, M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
FEBRUARI
2016


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan karena kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan materi makalah ini yang berjudul “ARTHROPODA” dengan tepat waktu. Shalawat serta salam tidak lupa kami sanjungkan kepada nabi besar kita Muhammad Saw. Penulis menyadari pada dasarnya dalam pembuatan makalah ini tidak akan lepas dari berkat serta bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
  1. Drs. Bunda Halang,M.T, Mahruddin, S.Pd, M.Pd, dan Drs. Dharmono, M.Si selaku dosen pengajar yang telah memberikan arahan kepada kami dalam rangka penyelesaian makalah ini.
2.   Kepada seluruh anggota kelompok, teman-teman dan semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
                  Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, dalam penyusunan dan penulisan makalah ini kami telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan kami . Namun sebagai manusia, kami tidak luput dari yang namanya kesalahan baik dari segi teknik penulisan maupun tata bahasa. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak guna penyempurnaan dalam penyusunan serta penulisan tugas kelompok ini dan untuk tugas-tugas selanjutnya.

Banjarmasin, 28 Februari 2016

     Penulis









DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL....................................................................................               i
KATA PENGANTAR.................................................................................   ii
DAFTAR ISI.................................................................................................  iii
BAB I                         PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang Masalah................................................... 1
    2. Rumusan Masalah............................................................. 2
    3. Tujuan Penulisan............................................................... 2
    4. Manfaat Penulisan............................................................. 2
    5. Metode Penulisan............................................................... 3

      BAB II           PEMBAHASAN
                              2.1 Ciri-Ciri Umum Arthropoda............................................ 4
      2.2 Klasifikasi Arthropoda pada Tingkat Kelas.................... 6
      2.3 Ciri-Ciri Umum Insecta.....................................................14
      2.4 Keistimewaan Insecta Dibandingkan Dengan Kelas Lain
            ..............................................................................................17
      2.5 Metamorfosis Pada Insecta................................................18
      2.6 Peranan Arthropoda Bagi Manusia..................................22
      2.7 Pengamatan Preparat Hidup Hewan Arthropoda di Lab
            ...............................................................................................23
                             
      BAB III          PENUTUP
                              3.1 Kesimpulan...........................................................................24
                              3.2 Saran.....................................................................................24

      DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................25
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Didalam kehidupan ini pada dasarnya kita manusia selalu hidup berdampingan dengan makhluk hidup lainnya. Baik itu organisme yang tidak bisa dilihat dengan mata maupun organisme yang bisa kita lihat. Baik tumbuhan maupun hewan juga merupakan makhluk hidup yang perlu juga kita syukuri akan kehadirannya dimuka bumi ini.
Tentunya kita menyadari bahwasannya isi dibumi ini dihuni oleh hewan selain manusia. Dalam bidang biologi, tumbuhan dan hewan ini menjadi objek studi manusia. Jenis tumbuhan dan hewan yang dikenal manusia tidak kurang dari 1,5 juta, satu juta diantaranya jenis hewan, sisanya tumbuhan.
Hewan merupakan makhluk hidup yang dapat beradaptasi diberbagai lingkungan. Banyak sekali jenis hewan yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Akan tetapi, mereka ada yang tempat hidupnya di laut, air tawar, kutub, bahkan ada yang tinggal dipadang pasir (gurun). Berdasarkan kerangka tulang belakangnya hewan di kelompokkan menjadi dua kelompok utama, yaitu invertebrata (hewan yang tidak bertulang belakang) dan vertebrata (bertulang belakang). Apabila kita mengamati dari persamaan dan perbedaannya, kelompok hewan invertebrata di kelompokkan ke dalam beberapa filum. Hewan-hewan tersebut di kelompokkan ke dalam 9 filum, yaitu: Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, Chordata (Soemadji. 2001).
Diperkirakan bahwa populasi arthropoda di dunia, yang meliputi krustasea, laba-laba, dan serangga, berjumlah sekitar 108 individu. Hampir 1 juta spesies Arthropoda telah dideskripsikan, dan sebagian besar adalah serangga. Pada kenyataannya, dua dari setiap tiga organisme yang dikenal adalah hewan arthropoda, dan anggota filum tersebut ada hampir pada semua habitat yang ada dibiosfer. Berdasarkan kriteria keanekaragaman, penyebaran, dan jumlah spesies, filum Arthropoda harus dianggap sebagai yang paling berhasil di antara semua filum (Rachma, Z. K. 2014).



1.2 Rumusan Masalah
Penulisan ini dilakukan untuk dapat memenuhi tujuan-tujuan yang dapat bermanfaat bagi para remaja dan para siswa dalam pemahaman khususnya mengenai arthropoda.
 Adapun tujuan dilakukannya penulisan ini adalah:
  1. Apa saja cirri-ciri umum Arthropoda?
  2. Apa saja klasifikasi Arthropoda pada tingkat kelas?
  3. Bagaimana ciri-ciri umum insecta?
  4. Apa saja keistimewaan insecta dibandingkan dengan kelas lain?
  5. Bagaimana proses metamorfosis pada insecta?
  6. Apa saja peranan Arthropoda bagi manusia?
  7. Bagaiman pengamatan preparat hidup hewan arthropoda di lab?
    1.3 Tujuan Penulisan
  1. Menjelaskan ciri-ciri umum Arthropoda.
  2. Menjelaskan klasifikasi Arthropoda pada tingkat kelas.
  3. Menjelaskan ciri- ciri umum insecta.
  4. Menjelaskan keistimewaan insecta dibandingkan dengan kelas lain.
  5. Menjelaskan proses metamorfosis pada insecta.
  6. Menjelaskan peranan Arthropoda bagi manusia.
  7. Menjelaskan pengamatan preparat hidup hewan arthropoda di lab.
1.4 Manfaat Penulisan
  1. Setelah melakukan penulisan ini, kami berharap supaya siswa dapat menambah ilmu serta memperluas wawasannya mengenai arthropoda.
  2. Selain itu, kami juga berharap supaya siswa juga mengetahui apa saja klasifikasi arthropoda pada tingkat kelas.
  3. Kemudian setelah mengetahui arthropoda siswa diharapkan mengetahui bagaimana ciri-ciri umum insecta.
  4. Selanjutnya, siswa mampu mengetahui apa saja keistimewaan insecta dibandingkan dengan kelas lain.
  5. Dalam hal ini siswa diharapkan dapat mengetahui bagaimana proses metamorfosis pada insecta.
  6. Siswa diharapkan mengetahui apa saja peranan arthropoda bagi manusia.
  7. Berikutnya kami juga mengharapkan siswa dapat menjelaskan pengamatan preparat hidup hewan arthropoda.
    1.5 Metode Penulisan
    Dalam metode penulisan makalah ini, kami sebagai penyaji makalah menggunakan metode pendukung dalam setiap kalimat yang kami masukkan didalam makalah ini. Karena pada dasarnya tanpa adanya bahan sebagai pendukung makalah penulisan, akan terasa kurang lengkap bila dikatakan sebagai informasi penambah wawasan. Metode penulisan yang digunakan diantaranya ialah melalui media perpustakaan yang berasal dari buku-buku dan juga melalui metode lain yaitu melalui media internet selebihnya diperoleh dari pemikiran kelompok sebagai pelengkap kalimat.






















BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Ciri-Ciri Umum Arthropoda
Artropoda memiliki nama lain yaitu hewan berbuku-buku. Artropoda bisa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan di udara. Artropoda bisa menjadi parasit. Filum Artropoda memiliki spesies yang paling besar, yaitu 75% dari seluruh hewan yang ada di seluruh dunia.   Arthropoda berasal dari bahasa latin: Arthra artinya ruas, buku, segmen, dan Podos artinya kaki yang berarti merupakan hewan yang memiliki kaki beruas, berbuku, atau bersegmen. Tubuh Arthropoda merupakan simetri bilateral dan tripoblastik selomata (Prihantoro, Taufan. 2014).






Contoh Hewan Arthropoda ( Berbuku-buku )




Filum Arthropoda (Arthros= irisan,podod=kaki) merupakan filum yang memiliki species paling banyak dibandingkan dengan filum-filum yang lainnya. Hewan-hewan yang termasuk ke dalam kelas ini adalah:golongan udang-udangan (Kelas Crustacea), lipan (Kelas Chilopoda), kaki seribu (Diplopoda), laba-laba (Kelas Archnida), dan belalang, capung, dan sebagainya. (kelas Insekta). Dalam klasifikasi tertentu Chilopoda dan Diplopoda sering digabung menjadi kelas Myriapoda.
Tubuh Arthropoda bagian luar beruas-ruas dengan embelan yang umumnya beruas-ruas pula. Keduanya berbeda dalam bentuk dan fungsinya. Seluruh tubuhnya ditutupi oleh rangka luar organik yang terbuat dari kitin. Sistem syaraf, mata, dan organ-organ sensori lainnya berkembang dengan baik. Bagian-bagian ini melakukan respon yang kuat terhadap stimulus.
Arthropoda tersebar dari mulai ketinggian 20.000 kaki di atas permukaan laut sampai dengan kedalaman lebih dari 32.000 di dalam laut, misalnya golongna Crustacea. Beberapa species beradaptasi untuk hidup di udara, di darat, di dalam tanah, di air tawar, di air payau dan di air asin. Diantaranya ada pula yang hidup parasit pada tubuh tumbuhan atau tubuh hewan lainnya (Soemadji.2001).
Dalam pembahasan kali ini kita juga perlu mengetahui bagaimana sebenarnya ciri-ciri umum pada arthropoda. Pada pembahasan mengenai arthropoda kita akan mengenal ciri/ karakteristik yang berasal dari sumber internet dan juga buku. Sebab, dalam pembahasannya ada yang ringkas dan ada yang lengkap seperti yang dijelaskan dibawah ini:
  1. Memiliki 3 bagian tubuh utama yaitu tubuh bersegmen (ruas), rangka luar (eksoskeleton) yang keras, dan ekor.
  2. Tubuh dibungkus oleh kutikula sebagai rangka luar yang terbuat dari protein dan kitin.
  3. Esoskleton bersifat kaku dan keras serta dapat mengalami pergantian pada kurun waktu tertentu yang disebut eksidisis.
  4. Ukuran tubuh bervariasi.
  5. Bentuk tubuh simetris bilateral.
  6. Sifat hidup:parasit, heterotropik, dan hidup secara bebas.
  7. Alat pernapasan:Trakea, insang, dan paru-paru (berbuku).
  8. Alat pencernaan lengkap (mulut, kerongkongan,usus, dan anus).
  9. Bereproduksi secara seksual dan aseksual.
10. Sistem syaraf berupa tangga tali dan alat peraba berupa antena.
11. hidup didarat, air tawar dan laut.
12. sistem peredaran darah terbuka, darah tidak memiliki hemoglobin
 (Widayati,S.S.N,dkk.2009).
Selain ciri-ciri yang telah dijelaskan diatas, kita juga bisa melihat beberpa klasifikasi dari arthropoda menurut beberapa buku. Mengingat banyaknya informasi mengenai ciri/karakteristik arthropoda membuat kita juga tidak boleh memandang hanya dengan satu sumber saja. Berikut penjelasan klasifikasi arthropoda dari sumber lain.
  1. Bilateral simetris, triploblastik, tubuh umumnya bersegmen-segmen. Kepala, dada, dan abdomen dapat dibedakan, namun ada juga yang bagian kepala dan dadanya bersatu ditutup oleh suatu penutup yang disebut karapaks.
  2. Memiliki rangka luar yang terbuat dari kitin dan disekresikan oleh epidermis. Rangka luar ini akan diganti (eksidis) pada interval waktu tertentu.
  3. Otot-otot mempunyai serat lintang, sering sangat kompleks dan biasanya berfungsi untuk melakukan pergerakan yang cepat.
  4. Alat pencernaan sempurna, bagian-bagian mulut memiliki rahang lateral beradaptasi untuk mengunyah atau mengisap, anus terdapat di bagian ujung.
  5. Sistem peredaran darah terbuka,. Jantung bagan dorsal akan menyalurkan darah melalui arteri ke seluruh organ-organ tubuh dan jaringan dan kembali lagi ke jantung melalui rongga tubuh (hemocoel).
  6. Respirasi dengan menggunakan insang, salurn trachea, paru-paru buku dan permukaan tubuh.
  7. Ekskresi dilakukan oleh coxal atau kelenjar hijau, saluran Malpighi yang bersatu dengan bagian usus.
  8. Sistem syaraf dengan pasangan ganglion dorssal di atas mulut dan dihubngkan pada sepasang tali saraf ventral dengan ganglion pada tiap-tiap ruasnya. Filum ini memiliki organ-organ sensoris yang melput antena dan rambut-rambut sensoris, terdapat mata sederhananya atau mata majemuk, organ pendengaran (pada insekta), dan satatocyst (pada Crustacea).
  9. Alat reproduksi umumnya terpisah, fertilisasi kebanyakan internal (Anonim.2011).
2.2 Klasifikasi Arthropoda pada Tingkat Kelas
2.2.1 Crustacea (Udang-Udangan)
Crustacea (Crusta=Pembungkus yang keras) meliputi golongan udang-udangan dan kepiting. Kebanyakan hidup di air laut, tetapi beberapa ada yang hidup di air tawar, air payau, tempat-tempat yang lembab dan di daratan. Crustacea yang hidup di air juga menempati macam-macam tempat seperti pantai, karang, tumbuhan yang dalam air atau perairan terbuka. Banyak pula larva atau hewan dewasa yang menempati lubang-lubang. Tubuhnya terbagi dalam kepala (cephalin), dada (thorax) dan abdomen (Sridianti.2013).











Ciri-ciri Crustacea:
1)    Pada kepalanya terdapat lima pasang alat gerak sebagai berikut:
  1. Tiga pasang rahang yaitu, satu pasang Mandi Bula, satu pasang maksila petama, dan satu pasang maksila kedua.
  2. Dua pasang antena dengan alat-alat tambahan disekitarya yang bersifat tipikal biramus (bercabang dua).
2)   Peredaran darahnya terbuka dan tidak memiliki pembuluh darah kapilar.
3)   Sebagian besar anggotanya bernafas dengan insang, tetapi hewan yang ukuran tubuhnya kecil bernapas dengan seluruh permukaan tubuhnya.
4)   Hewan ini dapat dibedakan antara hewan jantan dan hewan betina.
5)   Kakinya terdapat hampir di seluruh permukaan tubuhnya.
6)    Kepalanya terbentuk sebagai persatuan segmen (Hadisusanto, Suwarno.2005).
Apabila dahulu kita hanya mengenal sedikit mengenai ciri-ciri crustacea kini banyak penjabaran menegenai klasifikasi crustacea. Kebanyakan Crustacea hidup bebas, meskipun ada diantaranya yang hidup parasit atau komensal dengan hewan lainnya. Berikut ini adalah beberapa karakteristik crustacea adalah:
  1. Kepala dan dada bergabung membentuk kepala –dada (cephalothorax). Kepala merupakan 5 buah segmen yang bersatu dengan dua pasang antena, memiliki satu pasang mandibula untuk mengunyah dan dua pasang maxilla, thorax (dada) terdiri atas 2-60 buah segmen yang jelas atau beberapa buah bersatu. Segmen-segmen abdomen (perut) biasanya jelas dengan telson di bagian ujungnya, sering mempunyai karapaks yang menutupi bagian kepala dan bagian-bagian thoraxnya. Mereka mempunyai dua pasang antenna, sepasang mandible (mandible) atau rahang dan dua pasang maksila (maxila).
  2. Respirasi dengan menggunakan insang (jarang yang menggunakan permukaan tubuhnya).
  3. Ekskresi dengan menggunakan satu pasang kelenjar hijau.
  4. Alat reproduksi umunya terpisah. Hanya ada beberapa yang hermafrodit. Hewan yang paling umum dipelajari pada Crustacea adalah udang (crayfish).
    1. Sub Kelas Branchiopoda
      Hewan dari subkelas Branciopoda ini merupakan hewan yang sangat kecil, ukuran tubuhnya hanya beberapa mili meter saja walaupun ada yang mencapai 2,5 cm tetapi tidaklah begitu banyak. Hidup di air tawar, tubuhnya semi transparan, sehingga kadang-kadang organ-organ dalamnya dapat terlihat dari luar, berwarna pucat ada yang berenag  menggunakan bagian punggungnya. Embelan di bagian dada menyerupai bulu halus dan digunakan sebagai alat pernapasan, terdapat karapak. Diantaranya ada yang sengaja dikultur untuk makanan ikan terutama ikan mas. Contoh spesies: Eubranchipus vernalis, Daphnia sp.
    2. Sub Kelas Ostracoda
      Hidup di air tawar dan laut, dapat berenang dengan bebas, bergerak dengan menggunakan antena kedua atau kedua pasang antenanya. Karapak terdiri dari 2 belahan. Embelan tidak menyerupai bulu halus. Ukuran tubuhnya 1 mm sampai beberapa mm saja.
      Contoh pada jenis Eucypris virens yang hidup di air tawar karapak ditutupi oleh bulu-bulu yang pendek, memiliki sebuah mata. Panjang tubuhnya 2 mm, berenang dengan menggunakan  pasangan pertama kakinya. Merupakan hewan partenogenesis di mana telur-telurnya dapat berkembang tanpa dibuahi.
    3. Sub Kelas Copepoda
      Hewan-hewan dari subkelas ini hidup di air tawar atau laut, dapat berenang bebas atau sebagai parasit pada ikan. Tidak mempunyai karapak, umumnya mempunyai 6 pasang embelan dada.
      Contohnya ialah Cicplos viridis, hidup di kolam-kolam air tawar. Panjang tubuh 1,5-5 mm. Umumnya berwarna kehijau-hijauan, mata berwarna merah. Pada bagian ekor sering terdapat suatu kantung yang penuh berisi telur. Merupakan plankton hewan yang kadang-kadang sangat berlimpah. Tubuhnya dapat dibedakan atas kepala, dada, dan perut.
    4. Sub Kelas Cirripedia
      Umumnya hidup melekat pada benda-benda di perairan seperti batu, kayu, karang, dasar-dasar perahu/kapal, tiang-tiang di laut, dan sebagainya. Karapak menutupi tubuhnya. Umumnya hermaprodit, begian tubuh umumnya ditutupi oleh suatu rangka atau cangkok dari kapur, sehingga mula-mula hewan ini diduga sebagai Mollusca. Diantaranya ada yang hidup sebagai parasit. Contoh spesies: Lepas fascicularis.
    5. Sub Kelas Malacostraca
      Subkelas ini merupakan hewan-hewan yang paling banyak dari kelas Crustacea kira-kira ¾nya termasuk ke dalam Malacostraca. Umumnya bertubuh besar, terdiri atas segmen-segmen sebagai berikut: 4 segmen di bagian kepala. 8 segmen di bagian dada, dan 6 segmen di bagian perut. Beberapa jenis yang termasuk ke dalam Malacostraca ini ialah udang, kepiting, ketam, dan sebagainya. Contoh spesiesnya: Cambarus bartoni.
2.2.2 Myriapoda
Myriapoda adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopoda dengan tubuh beruas-ruas dan setiap ruas mempunyai satu pasang atau dua pasang kaki. Tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen (perut). Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat terutama tempat yang banyak mengandung sampah, misal kebun dan di bawah batu-batuan (Jaya,Alfian. 2012).
Sistem Organ
Keterangan
Sistem Pencernaan
Saluran pencernaannya lengkap dan mempunyai kelenjar ludah. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi beracun pada segmen pertama, sedangkan Diplopoda bersifat herbivor, pemakan sampah dan daun-daunan.
Sistem Respirasi
Organ pernapasan berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas, kecuali pada Diplopoda terdapat dua pasang di tiap ruasnya.
Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darahnya bersifat terbuka. Organ transportasiberupa jantung yang panjang dan terletak memanjang di bagian punggung tubuh. Pada Chilopoda terdapat sepasang ostium di tiap segmen, sedangkan pada Diplopoda terdapat dua pasang ostium di tiap segmen. Darah tidak berwarna merah karena tidak mengandung hemoglobin (Hb), melainkan hemosianin yang larut dalam plasma. Dari jantung darah dipompa ke dalam arteri ke tiap segmen, dan kembali ke jantung lewat hemosoel (rongga tubuh yang mengambil bagian dalam peredaran darah).
Sistem Ekskresi
Organ ekskresi berupa dua pasang pembuluh Malpighi yang bertugas mengeluarkan cairan yang mengandung unsur Nitrogen (N).
Sistem Syaraf
Sistem syarafnya disebut syaraf tangga tali dengan alat penerima rangsang berupa satu pasang mata tunggal dan satu pasang antena sebagai alat peraba.
Sistem Reproduksi
Reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilisasi internal). Myriapoda ada yang vivipar dan ada yang ovipar.
(Jefriliana,Lilin,dkk.2013).
A. Kelas Chilopoda
Contoh: kelabang : Lithobius forticatus dan Scolopendra morsitans, berikut ciri-cirinya :
  1. Tubuh agak gepeng, terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15 –173 ruas). Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya. Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut. Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan binatang kecil lainnya, sehingga bersifat karnivora.
  2. Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.
  3. Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas.
  4. Habitat (tempat hidup) di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk. Kelas ini sering disebut Sentipede.




Gambar Kelabang



B. Kelas Diplopoda
Contoh: kaki seribu (Julus nomerensis) berikut ini merupakan ciri-cirinya Diplopoda:
  1. Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 – 100 segmen) terdiri atas kepala dan badan. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dan tidak mempunyai “taring bisa” (maksiliped). Pada ruas ke tujuh, satu atau kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi.
  2. Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata tunggal.
  3. Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan yang telah membusuk.
  4. Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang.
  5. Alat respirasi dua buah saluran Malpighi (Maryanti, Sri. 2004).







    2.2.3 Archnida
Arachnida (arachne=laba-laba) melputi laba-laba, scorpion (kalajengking), pseudoscorpion dan sebagainya. Kita dapat mengetahui ciri-ciri archanida. Berikut Beberapa karakteristik Arachnida diantaranya:
  1. Cephalothorax dan abdomen dapat dibedakan dengan jelas (kecuali Acarina),tidak memiliki antena atau mandibul, tidak memiliki rahang yang sebenarnya dan sepasang anggota pertama ialah penjepit yang disebut chelicerae.
  2. Alat mulut dan alat pencernaan makanan terutama disesuaikan untuk mengisap, memiliki kelenjar racun.
  3. Respirasi dengan menggunakan paru-paru buku, trachea, atau insang buku.
  4. Ekskresi dengan saluran Malpighi, kelenjar coxal atau keduanya.
  5. Sistem saraf dengan ganglion dorsal (otak) dan tali saraf ventral dengan pasangan-pasangan ganglia.
  6. Alat kelamin biasanya terpisah, lubang kelamin terbuka pada abdomen bagian anterior, fertilisasi umunya terjadi secara internal (Anonim. 2014).
Sub Kelas
Ordo
Contoh Spesies
1 1              Megastomata (Giantastraca)
a.  Xiphosura
Limulus polyphemus (sudah punah)
b.  Euripterida




1 2              Arachnida

a.  Scorpionida
Diplocentrus whitei
b.  Pedipalpi
Tarautula whitei
c.  Araneida
Salticus scenicus
d. Palpigradi
Keonia wheeleri
e.  Pseudoscorpionida
Chelifer caucroides
f.   Solpugida
Eremobates oallipes
g.  Phalangida
Liobunum vittatan
h.  Acarina
Sarcoptes scabi
1 3              Pycnogonida (Pantopoda)

Nimphom striomii
1 4              Tardigrada

Macrobiotes hufelandi
1 5              Pentastomida (Linguatulida)

Linguatula serrata










Laba-Laba
Kalajengking




    1. Ordo Scorpionida memiliki alat penyengat beracun pada segmen abdomen terakhir. Contoh hewan ini adalah kalajengking (Uroctonus mordax) dan ketunggeng (Buthus after).
    2. Ordo Arachnida, abdomen tidak bersegmen dan memiliki kelenjar beracun pada kaliseranya (alat sengat). Contoh hewan ini adalah laba-laba serigala (Pardosa amenata), laba-laba kemlandingan (Nephila maculata).
    3. Ordo Acarina memiliki tubuh yang sangat kecil, bulat atau oval, pipih, dorsoventral, caput,torax, dan abdomen bersatu, tanpa segmen. Contohnya adalah caplak atau tungau (Acarina sp.).
      2.2.4 Onychophora
Kelas Onychophora  terdiri atas 10 genera dan 70 spesies yang aneh dan sebagai contohnya yaitu Peripatus. Hewan yang masuk kelas ini sangat menarik, karena menunjukkan ciri yang agak jauh dari Arthropoda, yang pada mulanya tampak cirri antara Arthropoda dan Annelida dan selanjutnya merupakan cirri khususnya. Hewan –hewan ini agak jarang kita jumpai, sehingga menimbulkan kesukaran dalam penelitian di laboratorium.
     Peripatus hidup dibawah tumpukan kayu, batu dan lain –lainnya atau tempat yang gelap dan lembab, aktif pada malam hari dan merupakan hewan saprophor atau pemakan hewan lain. Hewan ini bergerak lamban dari satu tempat ketempat lainnya, karena keadaan kakinya. Terdapat 2 antena pada kepala yang sangat sensitive atau peka yang berguna dalam perjalanan, walaupun terdapat juga mata pada dasar antena, yang dapat dipakai untuk menghindari cahaya. Apabila kulit tubuhnya mengalami iritasi maka akan mengeluarkan cairan lem yang dapat menghilangkan iritasi itu dan merekatkan  bahan atau hewan lain yang dimakan. Lem itu dikeluarkan oleh suatu kelenjar yang bermuara pada suatu papil sekitar mulut dan tampaknya lem itu juga sebgai alat pertahanan. Terdapat sepasang anggota badan yang berfungsi sebgai rahang untuk menyobek-nyobek makanan menjadi kecil-kecil.
2.2.5 Insecta
Insect atau serangga disebut juga Hexapoda merupakan kelas yang terbesar didalam Arthropoda, beranggotakan kurang lebih 675.000 species yang tersebar disemua penjuru dunia. Merupakan invertebrate yang hidup ditempat kering tubuh terbungkus oleh kitin,menyebabkan insect dapat menyesuaikan diri, memiliki daya adaptasi yang besar terhadap lingkungan. Pembungkus tubuh mengadakan perluasan sehingga membentuk sayap. Adanya system trachea insect dapat bernafas di udara. Kemampuan terbang menolong insect dalam mencari makan, bertemu dengan jenis kelamin lain, menghingdarkan diri dari tangkapan musuh.. siklus hidup yang pendek menyebabkan berkembang biaknya cepat sekali pada keadaan yang menguntungkan. Habitat insect disemua tempat kecuali di laut. Sebagian hidup didalam air tawar, tanah lumpur,parasit pada macam-macam tumbuhan atau hewan lainnya. Makanan insect bermacam-macam, misalnya bagian tanaman yang berupa akar, batang, daun ,buah-buahan, biji, butir tepungsari dari tanaman. Ada juga yang makan jaringan atau hasil eksresi hewan. Beberapa insect sebagai penyebar penyakit yang disebabkan oleh bakteri, protozoa, virus dan lain-lain.
2.3 Ciri-Ciri Umum Insecta
Insecta berasal dari bahasa Latin, Insectum yang berarti terpotong menjadi bagian-bagian yang dikenal dengan serangga. Ukuran tubuh serangga yang beragam, yaitu dengan panjang 2-40 mm. Serangga ada yang berukuran mikroskopis dan ada juga yang memiliki ukuran panjang sekitar 260 mm, seperti Phobaeticus serratipes. Tubuh serangga terdiri dari tiga bagian, yaitu kepala (kaput), dada (toraks), dan perut (abdomen). Toraks terdiri atas tiga segmen (ruas) dan pada setiap ruas terdapat sepasang kaki jalan sehingga kaki serangga berjumlah tiga pasang atau enam buah. Abdomen terdiri dari 11 ruas, dari beberapa ruas bersatu sehingga menjadi kurang 11 ruas (Anonim. 2015).





Insecta (Serangga)


Di dunia, terdapat 800.000 lebih spesies serangga sudah ditemukan, banyak kalangan berkeyakinan bahwa masih banyak ragam spesies serangga yang masih belum terindentifikasi. istilah insecta berasal dari bahasa latin "insecti "yang berarti serangga. Serangga merupakan arthropoda yang memiliki 6 kaki (3 pasang) atau dikenal dengan sebutan hexapoda. Adapun ciri-ciri insecta adalah sebagai berikut:
  1. Tubuh terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian kaput(kepala), bagian dada (toraks) yang terdiri dari tiga ruas ( protorak, mesotorak, dan metatorak) , dan abodemen (perut). 
  2. Pada bagian kepala terdapat sepasang mata facet dan oselus, sepasang antena, dan alat mulut.
  3. Memiliki sepasang sayap (diptera) yang terletak di bagian mesotorak dan metatorak (namun ada juga yang tidak memiliki sayap).
  4. Memiliki sepasang kaki pada setiap segmen toraks (6 kaki atau 3 pasang kaki). Kaki tersusun oleh beberapa segmen antara lain : 1) Koksa, 2) Trohanter, 3) Femur, 4) Tibia dan 5) Tarsus. Tarsus tersusun oleh beberapa ruas (biasanya lima) dan ujungnya seringkali dilengkapi dengan caka.
  5. Abdomen tersusun oleh lebih dari 11 segmen, segmentasinya sangat jelas dan tembus pandang (transparan). Pada ujung akhir dari segmen abdomen mengalami perubahan menjadi alat kelamin luar atau alat meletakkan telur. 
  6. Jenis kelamin insekta terpisah (jantan dan atau betina) dengan fertilisasi secara internal.
  7. Ada yang mengalami metamorfosis sempurna dan ada pula yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.
  8. Sistem pencernaannya, dapat dibedakan menjadi 3 daerah utama : Stomodaeum (usus depan) terdiri darai mulut, faring, esophagus, proventrikulus dan ventrikulus. Mesenteron (usus tengah), kadang-kadang memiliki lambung, sekum yang mengarah ke depan Proktodaeum (usus belakang), terdiri dari rectum dan anus.
  9. Sistem sekresinya (pengeluaran) menggunakan buluh-buluh malpighi.
  10. Sistem sirkulasinya (Peredaran darah) jantung merupakan sebuah buluh dorsal yang terbuka pada kedua ujungnya, terdapat didalam hemosel yang dapat memompa darah menuju kepala. 
  11. Respirasinya menggunakan trakea (yaitu buluh-buluh internal yang membawa udara dari spirakulum) 
  12. Sistem saraf tangga tali, terdiri dari otak atau ganglion supra-esofageal didalam kepala diatas esophagus, sebuah ganglion sub-esofageal, sepasang batang saraf ventral, pada setiap segmen (Anonim. 2011).
Berikut penggolongan serangga adalah sebagai berikut:
  1. Sub Kelas Apterygota (tidak bersayap, primitif, tidak bermetamorfosa, pada abdomen  terdapat appendage sebelah ventral). Ordo Thysanura (Tysanos=pita penunjuk halaman buku). Ordo ini biasanya dapat ditemukan pada buku atau tumpukan kertas yang telah lama dibiarkan.. Contoh: Lepisma saccharina (kutu buku).
  2. Sub Kelas Pterygota, Ordo Orthoptera berasal dari kata orthos yang artinya”lurus” dan pteron artinya “sayap”. Beberapa contoh serangga jenis ordo orthoptera: belalang kayu (Valanga nigricornis Burn.), belalang pedang (Sexava spp.),  jangkrik (Gryllus mitratus Burn dan Gryllus bimaculatus De G.), anjing tanah (Gryllotalpa africana Palb). Ordo Hemiptera, Hemi artinya setengah dan pteron artinya “sayap”. Beberapa contoh serangga anggota ordo Hemiptera ini adalah kepik buah jeruk (Rynchocoris poseidon Kirk),  hama pengisap daun teh, kina, dan buah kakao (Helopeltis antonii),  walang sangit (Leptocorixa acuta Thumb), kepik buah lada (Dasynus viridula).
    Ordo Homoptera.Homo artinya “sama” dan pteron artinya “sayap” serangga golongan ini mempunyai sayap depan bertekstur homogen. Jenis serangga ini, antara lain: wereng coklat (Nilaparvta lugens), wereng hijau (Nephotettix apicalis), kutu loncat (Heteropsylla), kutu daun (Myzus persicae). Ordo Lepidoptera. Berasal dari kata lepidos “sisik” dan pteron artinya “sayap”. Yang termasuk jenis serangga dari ordo ini, antara lain: ulat daun kubis (Plutella xyllostella), kupu-kupu pastur (Papilio memnon L), ulat penggulung daun melintang pada teh (Catoptilia theivora Wls), penggerek padi putih (Tryporyza innotata Walker).
     Ordo Coleoptera.Coleos artinya “seludang” pteron “sayap”. Serangga yang yang merusak tanaman, antara lain: kumbang kelapa (Oryctes rhinoceros L.), kumbang daun kangkung, semangka, dan terung (Epilachna sp.), kumbang daun keledai (Phaedoniainclusa Stal.), penggerek batang cengkih (Nothopeus fasciatipennis Wat.). Ordo Coleoptera (coleos=seludang/sarung) meliputi bermacam-macam kumbang dan kepik, metamorfosa sempurna.
    Ordo Diptera.Di artinya “dua” dan pteron artinya “sayap” merupakan bangsa lalat, nyamuk meliputi serangga pemakan tumbuhan, pengisap darah, predator dan parasitoid. Jenis serangga golongan ini, antara lain:  lalat buah (Bactrocera sp.), lalat bibit kedelai (Agromyza phaseoli Tryon), lalat bibit padi (Hydrellia philippina),  hama ganjur (Orseolia oryzae Wood Mason). Isoptera (Isos=sama, pteron=sayap). Perut dan dada bersegmen-segmen contoh yang banyak ditemukan ialah rayap (Reticulitermis sp.).
    Neuroptera (Neuron=syaraf), Neuroptera mempunyai metamorfosa (perubahan bentuk) yang sempurna, tipe alat mulut untuk mengunyah, terdapat empat buah sayap yang sama seperti membran (selapu) dan biasanya sayap tersebut dengan venasi (urat sayap) yang jelas. Contoh: Myrmeleon frontalis (undur-undur). Ordo Odonata Merupakan bangsa capung, memiliki anggota yang besar dan mudah dikenal. Sayap dua pasang dan bersifat membranus, Contoh: Ischnura cercula.
2.4 Keistimewaan Insecta Dibandingkan Dengan Kelas Lain
Serangga (disebut pula Insecta, dibaca "insekta") adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti "berkaki enam"). Kemampuan Salah satu alasan mengapa serangga memiliki keanekaragaman dan kelimpahan yang tinggi adalah kemampuan reproduksinya yang tinggi, serangga bereproduksi dalam jumlah yang sangat besar, dan pada beberapa spesies bahkan mampu menghasilkan beberapa generasi dalam satu tahun. Kemampuan serangga lainnya yang dipercaya telah mampu menjaga eksistensi serangga hingga kini adalah kemampuan terbangnya. Hewan yang dapat terbang dapat menghindari banyak predator, menemukan makanan dan pasangan kawin, dan menyebar ke habitat baru jauh lebih cepat dibandingkan dengan hewan yang harus merangkak di atas permukaan tanah. Umumnya serangga mengalami metamorfosis sempurna, yaitu siklus hidup dengan beberapa tahapan yang berbeda: telur, larva, pupa, dan imago. Beberapa ordo yang mengalami metamorfosis sempurna adalah Lepidoptera, Diptera, Coleoptera, dan Hymenoptera. Metamorfosis tidak sempurna merupakan siklus hidup dengan tahapan : telur, nimfa, dan imago. Peristiwa larva meniggalkan telur disebut dengan eclosion. Setelah eclosion, serangga yang baru ini dapat serupa atau beberapa sama sekali dengan induknya. Tahapan belum dewasa ini biasanya mempunyai ciri perilaku makan yang banyak. Pertumbuhan tubuh dikendalikan dengan menggunakan acuan pertambahan berat badan, biasanya dalam bentuk tangga dimana pada setiap tangga digambarkan oleh lepasnya kulit lama (exuvium), dimana proses ini disebut molting. Karena itu pada setiap tahapan, serangga tumbuh sampai dimana pembungkus luar menjadi terbatas, setelah ditinggalkan lagi dan seterusnya sampai sempurna. Lebih dari 800.000 spesies insekta sudah ditemukan. Terdapat 5.000 spesies bangsa capung (Odonata), 20.000 spesies bangsa belalang (Orthoptera), 170.000 spesies bangsa kupu-kupu dan ngengat (Lepidoptera), 120.000 bangsa lalat dan kerabatnya (Diptera), 82.000 spesies bangsa kepik (Hemiptera), 360.000 spesies bangsa kumbang (Coleoptera), dan 110.000 spesies bangsa semut dan lebah “Hymenoptera” (Suhardi, Rizal.2011).

2.5 Metamorfosis Pada Insecta
Metamorfosis adalah proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan struktur fisik setelah kelahiran atau penetasan (hatching). Metamorfosis terbagi dua yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna (Holometabola dan Heterometabola). Berikut penjelasan singkat tentang metamorfosis sempurna dan tidak sempurna khususnya pada serangga (Zakir,Ahmad. 2011).










a. Metamorfosis sempurna (Holometabola)
Pada metamorfosis sempurna, serangga dalam daur hidupnya mengalami perubahan-perubahan yang mencolok. Terutama pada bentuk luar dan organ tubuh dari berbagai stadiumnya. Bentuk larva dan dewasa serangga kelompok ini tidak ada kemiripannya Pada metamorfosis sempurna. Perubahan bentuk yang terjadi adalah sebagai berikut: 
Telur —Larva — Pupa (Kepompong) — Imago (Dewasa)
Telur menetas menjadi larva. Larva umumnya mengalami molting empat kali sehingga terbentuk larva stadium satu hingga larva stadium empat. Pada tahap larva. umumnya serangga sangat aktif makan. Cobalah perhatikan tahap larva pada kupu-kupu yaitu ulat, yang sangat aktif memakan daun. Larva 3 stadium empat berubah menadi tahap pupa. Pada tahap pupa. serangga tidak aktif makan (periode puasa). tetapi proses metabolisme tetap terus berlangsung. Setelah mengalami pertumbuhan dan pembelahan sel, diferensiasi dan organogenesis. maka pupa akan berubah menjadi serangga dewasa (Imago). Selain metamorfosis, terjadi pengulangan proses seperti halnya pada pertumbuhan dan perkembangan embrionik hlngga akhirnya larva berubah menjadi bentuk dewasa. Lalu apa yang menyebabkan terjadinya perubahan pada metamorfosis sempurna serangga? Apa yang terjadi terhadap tubuh serangga yang berbentuk larva yang telah penuh dengan makanan setelah metamorfosis? Ketika serangga membentuk pupa, terjadi prores histolisis atau penghancuran dari dalam jaringan atau tubuh serangga tersebut oleh diri sendiri. Cairan yang sebelumnya digunakan untuk mencerna makanan digunakan untuk histolisis tersebut. Selain itu, sel yang disebut histoblast pada larva akan menyusun ulang tubuh serangga menjadi serangga dewasa menggunakan nutrisi makanan dan tubuh larva yang dicerna menjadi cairan dalam fase pupa. Metamorfosis serangga dalam fase pupa tidak boleh terjadi kebocoran serta gangguan berarti yang dapat menggangu jalannya histogenesis atau proses penyusunan ulang yang terjadi. Contoh serangga yang mengalami metamorfosis sempurna antara lain kupu-kupu, lalat, nyamuk. lebah, dan kumbang (Anonim. 2012).













Gambar Proses metamorfosis sempurna kupu-kupu



b. Metamorfosis tidak Sempurna (Heterometabola) 
Pada metamorfosis tidak sempurna, serangga mengalami perubahan bentuk dari telur hingga dewasa yang tidak mencolok dalam daur hidupnya. Bentuk larva atau bentuk pradewasanya disebut nimfa. Nimfa memiliki kemiripan dengan bentuk dewasa (imago), kecuali organ reproduksi dan sayap. Organ reproduksi dan sayap pada nimfa belum berkembang. Baru setelah berubah menjadi serangga dewasa. Organ reproduksi berkembang dan serangga dapat bereproduksi. Pada metamorfosis tidak sempurna tidak terbentuk tahap pupa. Pada metamorfosis tidak sempurna.perubahan bentuk yang terjadi adalah sebagai berikut:
Telur-Nimfa-Imago (dewasa)
Contoh serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurnaa antara lain belalang, Lipas (kecoa) dan Jangkrik. Demikianlah penjelasan singkat tentang metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Berikut gambar dari metamorfosis belalang:
Gambar Metamorfosis Tidak Sempurna Pada Belalang





Nyimpha menyerupai induknya tetapi belum memiliki sayap. Dalam perkembangan lebih lanjut mengalami beberapa kali ecdysis. Pada waktu beberapa ecdysis yang terakhir, tampak pada permukaan dorsal mesothorax dan metatorax penennjolan-penonjolan kecil dari tepi posterior terga; itu ialah bakal sayap. Setiap ecdysis menambah besar ukuran sayap hingga mencapai bentuknya yang sempurna pada ecdysis yang terakhir bersamaan dengan masaknya gonads. Bila keadaan ini terlah tercapai maka penambahan ukuran tidak terjadi.
        Ecdysis diatur oleh hormone yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat dalam segment pertama dari thorax. Hormone ini disebut ecdyson, yang berfungsi mengatur differensiasi sel-sel dalam pertumbuhan. Hormone lain yang dihasilkan oleh corpora allata berfungsi menekan differensiasi kearah pupa dan imago. Hormone ini disebut hormone juvennil, fungsinya sebgai inhibitor terhadap differensiasi sel-sel kearah pupa dan imago. Ia dihasilkan mula-mula dalam jumlah banyak kemudian makin berkurang, hingga pada ecdysis yang terakhir differensiasi kearah pupa atau imago dapat berlangsung.
        Perkembangan pada periplaneta termasuk yang disebut metamorphosis tidak sempurna /metamorphosis hemimetabol. Ini berlainan dengan metamorphosis sempurna atau metamorphosis holometabol, yang dijumpai pada hampir sebagian besar insecta, misalnya pada kupu-kupu, nyamuk, lebah dan lain –lain. Didalam metamorphosis sempurna terjadi perkembangan, dari telur yang menetas keluar suatu bentuk insecta yang berlainan sama sekali dengan induknya; ia disebut larva. Bentuk larva merupakan fase makan dan tumbuh, kemudian dilanjutkan dengan perubahan menjadi pupa, yang sama sekali berbeda dengan bentuk sebelumnya dan tidak menyerupai bentuk induknya. Dalam fase ini tampaknya pupa tidak aktif tetapi sesungguhnya didalam tubuhnya berlangsung proses fagocytosis terhadap sel-sel penyusun alat-alat tubuh larva, kecuali susunan syaraf. Substansi hasil dari proses ini merupakan makanan bagi sekelompok sel-sel yang kelak akan berkembang membentuk alat-alat tubuh hewan dewasa atau imago.
        Jadi dapat dikatakan, bahwa tubuh imago dibentuk didalam pupa dan tubuh yang sempurna pada waktunya keluar dari pupa yang menyelubunginya, sebagai insect sempurna. Dengan demikian metamorphosis sempurna dapat disingkat dengan demikian : telur- larva- pupa- imago; sedangkan metamorphosis tidak sempurna :  telur- nympha- imago.

2.6 Peranan Arthropoda Bagi Manusia
Serangga dan arthropoda lainnya adalah sumber makanan utama bagi banyak makhluk lain, termasuk beberapa populasi manusia. Banyak ikan dan jenis burung makan berat atau bahkan hanya makan serangga dan arthropoda. Crayfish dan krustasea lainnya adalah makanan utama bagi banyak manusia, serta hewan lainnya (Admin. 2016).
Sementara tarantula mungkin predator penting invertebrata lainnya dan beberapa makhluk yang lebih besar, beberapa manusia sangat bergantung pada daging mereka sebagai sumber berlimpah protein. Arthropoda lainnya sangat dikonsumsi oleh manusia, juga, termasuk jangkrik, belatung dan lain sebagainya. Selain digunakan sebagai penyerbukan tanaman pangan, lebah madu juga menghasilkan madu dan lilin lebah, yang keduanya penting secara ekonomi (Ataya. 2015).
Praktis setiap orang selalu bersangkut paut dengan insect. Sangkut paut itu dari minum madu, memakai pakaian sutera, digigit nyamuk, diganggu lalat, sampai makan belalang. Entomologi ekonomi berhubungan erat dengan beberapa ratus species insect yang penting dalam lapangan pertanian, kehutanan, industry makanan.sedangkan entomologi medis berhubungan erat dnegan kesehatan orang dan hewan- hewan  piaraan. Banyak juga insecta yang berguna bagi kehidupan, misalnya lebah madu, dan insect lainnya yang pergi dari bunga satu ke bunga yang lainnyauntuk mengumpulkan madu, tepung sari menyebabkan terjadinya penyerbukan pada bunga apel, cheri dan lain-lainnya. Banyak juga insect yang sangat merugikan manusia yaitu pabila merusak tanaman palawija, hutan bunga, persediaan makanan, penyebr penyakit baik pada manusia maupun pada hewan ternak. Penjabaran lebih lanjut mengenai arthropoda juga sangat berharga bagi manusia, seperti yang biasa digunakan dalam banyak produk buatan manusia yang berbeda,Contohnya adalah:
1.  Lebah menghasilkan madu dan sarang mereka mengandung lilin lebah, banyak digunakan untuk membuat lilin, malam dan semir furnitur, kertas berlapis lilin, antiseptik, dan tambalan untuk keperluan bedah.
2.  Serbuk sari disimpan dalam sarang ditemukan memiliki campuran yang kaya vitamin, enzim, dan asam amino yang dapat memberikan manfaat kesehatan. Mereka digunakan sebagai bahan untuk suplemen dan obat-obatan yang bisa memberikan bantuan untuk pilek, asma, dan demam.
3. Suteradi produksi oleh arthropoda, seperti  yang di hasilkan oleh ulat kepompong untuk melindungi mereka, cukup kuat untuk digunakan danditenun menjadi kain, penemuan pertama kali digunakandalam industri sutra di Cinakuno.
4. Jaringan laba-laba ditemukan sebagai bahan tambahan yang bisa memberikan kekuatan, dan telah menjadi bahan baku penting untuk rompi Kevlar, jaring ikan, jahitan bedah, dan perekat, karena mereka mengandungan tiseptikalami (Sridianti. 2014).
2.7 Pengamatan Preparat Hidup Hewan Arthropoda di Lab
Setelah dilakukan pengamatan kita harusnya menampilkan tabel. Akan tetapi, untuk lebih ringkas langsung pada  pembahasan hasil pengamatan. Dari data yang didapat menunjukkan hasil pengamatan berupa:
  1. Yang termasuk kelas Insecta : Kupu-kupu,Belalang,dan Capung, Ciri : Mempunyai mata paset.Struktur tubuh terdiri dari cepalo,toraks,abdomen.jumlah kaki            3 pasang,habitatnya di darat.
  2. Yang termasuk kelas Crustaceae : Udang dan Kepiting, Ciri : Mempunyai mata paset dan aselus.Struktur tubuh terdiri dari Cepalo,toraks,dan abdomen.Habitatnya di darat.
  3.  Yang termasuk kelas Arachnoidea : Laba-laba, Ciri : Mempunyai mata aselus.Struktur tubuh terdiri dari cepalo,toraks,abdomen.Jumlah kakinya 4 pasang.Habitatnya di darat.
  4.  Yang termasuk kelas Myriapoda : Luwing, Ciri : Mempunyai mata oseli.Struktur tubuh terdiri dari cepalo,toraks,abdomen.Mempunyai banyak kaki.Habitatnya di darat.










BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
  1. Didalam kehidupan, kita terkadang tidak mengetahui bagaimana apa saja makhluk hidup yang berperan didalam kelangsungan bumi ini diantaranya arthropoda.
  2. Bila dikaji lebih dalam kita tentu akan mengetahui seperti apa klasifikasi (ciri-ciri) dari arthropoda terutama pada tingkat kelas.
  3. Kita perlu mengetahui bahwasannya didalam kelas arthropoda terdapat juga insecta.
  4. Selain itu, dalam kehidupan ternyata insecta memiliki keistimewaan yang lebih dibandingkan dengan kelas lainnya.
  5. Selanjutnya pengenalan mengenai metamorfosis pada insecta yang rupanya masih dibagi menjadi dua yaitu metamorfosis sempurna terhadap kupu-kupu dan metamorfosis tidak sempurna pada belalang.
  6. Kemudian setelah kita mengetahui apa, bagaimana dan seperti apa klasifikasi arthropoda kita juga harus mengetahui bahwasannya arthropoda juga berperan penting bagi makhluk hidup terutama manusia.
  7. Terakhir, kita juga perlu melakukan pengamatan preparat terhadap hidup hewan artropoda di lab.
    3.2 Saran
    Saran yang dapat penulis sampaikan adalah, didalam kehidupan ini kita tidak dapat hidup individualis. Bukan hanya terhadap sesama manusia akan tetapi juga makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan. Dimana seperti yang telah kita ketahui bahwasannya hewan yang tergolong kelas arthropoda, selama ini kita menganggapnya sepele. Karena pada dasarnya hewan-hewan arthropoda ada yang tergolong buas seperti laba-laba dan kalajengking, bahkan menjijikkan bagi sebagian orang termasuk belatung dan ulat. Akan tetapi dibalik semua itu mereka sangat diperlukan dalam kehidupan dimuka bumi sehingga kita juga perlu menjaganya supaya rantai makanan tetap stabil.






    DAFTAR PUSTAKA
    Anonim. 2011. Ciri-Ciri Insekta Lengkap. Diakses melalui https:// id.wikipedia.org/wiki/ serangga. Pada tanggal 06 April 2011.
    Anonim. 2015. Ciri-Ciri Insecta. Diakses melalui www. Artikelsiana. Com. Pada tanggal 16 April 2015.
    Anonim. 2011. Klasifikasi Arthropoda. Diakses melalui https:// bio. Wordpress.com. Pada tanggal 27 Oktober 2011.
    Anonim. 2012. Metamorfosis. Diakses melalui https:// biologi. Blogspot.com. Pada tanggal 24 November 2012.
    Admin. 2016. Peranan Arthropoda Bagi Kehidupan Manusia dan Lingkungan. Diakses melalui https:// admin.ac.id. Pada tanggal 21 Februari 2016.
    Ataya. 2015. Peranan Arthropoda Dalam Kehidupan. Diakses melalui www.ataya.xyz/2015.com/ . Pada tanggal 25 April 2015.
    Hadisusanto, Suwarno. 2005. Biologi Kelas X Jilid 1b SMA. Sunda Kelapa Pustaka:Jakarta.
    Jaya, Alfian. 2012. Myriopoda. Diakses melalui https:// alfianjaya.blogspot. co.id. Pada tanggal 29 Juli 2012.
    Jefriliana, Lilin, dkk. 2013. Sistem Organ Myriapoda. Diakses melalui https:// lilinjefriliana. Blogspot. co.id. Pada tanggal 11 Januari 2013.
    Maryati, Sri. 2004. Buku Penuntun Biologi SMA Kelas X. Erlangga: Jakarta.
    Prihantoro, Taufan. 2014. Pengertian, Ciri-Ciri, dan Klasifikasi Arthropoda. Diakses melalui https:// taufan.web.blogspot.co.id. Pada tanggal 29 April 2014.
    Rachman, Z.K. 2014. Arthropoda. Diakses melalui https:// core.ac.uk/download. Pada tanggal 01 Oktober 2014.
    Soemadji. 2001. Zoologi. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka: Jakarta.
    Sridianti. 2013. Pengertian Crustacea. Diakses melalui www. Sridianti.com. Pada tanggal 24 Desember 2013.
    Sridianti. 2014. Peranan Arthropoda Bagi Kehidupan. Diakes melalui www. Sridianti.com. Pada tanggal 20 Mei 2014.
    Sumardi, Rizal. 2011. Filum Arthropoda. Diakses melalui https:// rizalsuhardi.blogspot.co.id. Pada tanggal 12 Juni 2011.
    Widayati, S.S.N,dkk. 2009. Biologi SMA dan MA Kelas X. Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar